Kim Jong Un Terpilih Lagi dengan 99,93% Suara, Tegaskan Korea Utara Tak Akan Lepas Senjata Nuklir
- KCNA-Xinhua
Korea Utara, tvOnenews.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali mengukuhkan kekuasaannya setelah terpilih lagi sebagai Presiden Komisi Urusan Negara dengan dukungan nyaris mutlak. Hasil ini sekaligus mempertegas arah kebijakan Pyongyang, terutama dalam mempertahankan status sebagai negara bersenjata nuklir.
Pemilihan Hampir Tanpa Perlawanan
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi (Supreme People’s Assembly/SPA). Pemungutan suara yang berlangsung pada 22 Maret 2026 itu menghasilkan dukungan mencapai 99,93 persen.
Dari total 687 anggota legislatif yang terlibat dalam proses tersebut, hanya 0,07 persen yang tercatat tidak memberikan persetujuan. Tingkat partisipasi pun diklaim hampir sempurna, yakni mencapai 99,99 persen.
Dalam sistem politik Korea Utara, pemilu seperti ini hanya menghadirkan satu kandidat yang diajukan oleh partai yang berkuasa. Pemilih kemudian hanya diberikan pilihan untuk menyetujui atau menolak kandidat tersebut.
Hasil pemilihan ini kembali menegaskan dominasi penuh Kim Jong Un dalam struktur kekuasaan negara tersebut.
Peran Majelis dan Sistem Politik Korut
Majelis Rakyat Tertinggi merupakan lembaga legislatif tertinggi di Korea Utara. Namun, dalam praktiknya, lembaga ini kerap dinilai hanya berfungsi sebagai formalitas untuk mengesahkan keputusan partai.
Sidang SPA biasanya digelar setelah Kongres Partai Buruh Korea. Tujuannya adalah untuk mengubah keputusan partai menjadi undang-undang resmi negara.
Hasil pemungutan suara yang hampir mutlak ini disebut oleh media pemerintah sebagai cerminan “keinginan dan kepercayaan diri rakyat” dalam mempertahankan sistem politik yang ada.
Di sisi lain, sejumlah pengamat internasional menilai bahwa proses tersebut lebih bersifat simbolis dibandingkan kompetitif.
Tegaskan Status Negara Nuklir
Usai kembali terpilih, Kim Jong Un langsung menyampaikan pidato yang menegaskan arah kebijakan utama negaranya, yakni memperkuat status sebagai negara bersenjata nuklir.
Ia menegaskan bahwa program nuklir Korea Utara bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan atau diubah.
Komitmen Penguatan Nuklir
Dalam pidatonya di Pyongyang, Kim menekankan bahwa negaranya akan terus meningkatkan kemampuan penangkal nuklir sebagai bentuk pertahanan diri.
Ia menyebut bahwa langkah tersebut merupakan “jalan yang tidak dapat diubah” di tengah berbagai tekanan dan sikap bermusuhan dari luar.
Load more