Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar di Madinah, 24 Penumpang Selamat dan Tetap Dijadwalkan Pulang 31 Maret
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden kebakaran bus yang mengangkut jemaah umrah asal Indonesia terjadi di Madinah, Arab Saudi. Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan, namun seluruh jemaah dipastikan selamat tanpa korban jiwa maupun luka fisik.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI Jeddah) memastikan bahwa para jemaah tetap akan dipulangkan ke Tanah Air sesuai jadwal, yakni pada 31 Maret 2026.
Kronologi Bus Terbakar Jelang Tiba di Madinah
Insiden terjadi saat rombongan jemaah dalam perjalanan menuju Madinah. Kebakaran terjadi sekitar 20 menit sebelum bus tiba di kota tujuan.
Sebelum kejadian, para jemaah sempat mencium bau tidak normal seperti kopling terbakar dan telah mengingatkan sopir. Namun, sopir menyatakan kondisi kendaraan masih aman untuk melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, terdengar suara letusan dari ban. Sopir langsung menghentikan kendaraan dan meminta seluruh penumpang turun untuk menyelamatkan diri.
Api kemudian dengan cepat membesar dan melahap bagian bus. Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di dalam kendaraan tidak berhasil mengendalikan kobaran api.
Seluruh Jemaah Selamat, Tanpa Luka
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, menyampaikan bahwa seluruh penumpang yang berjumlah 24 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. Mayoritas jemaah diketahui berasal dari Sumatera Barat.
“Seluruh jemaah dalam kondisi selamat dan tidak terdapat korban luka fisik. Paspor seluruh jemaah juga aman dan tidak ikut terbakar,” ujar Yusron.
Sopir bus yang mengemudikan kendaraan tersebut diketahui merupakan warga negara Mesir.
Evakuasi Cepat dan Penanganan di Lokasi
Sekitar 30 menit setelah kejadian, bus pengganti datang untuk mengevakuasi para jemaah. Mereka kemudian dibawa ke hotel tempat menginap, yakni Manazel Al Sadiq.
Saat ini, seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah beristirahat dengan aman di hotel tersebut.
Meski tidak mengalami luka fisik, beberapa jemaah—terutama anak-anak—dilaporkan mengalami trauma ringan akibat insiden tersebut dan untuk sementara enggan kembali menggunakan transportasi bus.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Berdasarkan informasi awal, tidak ditemukan indikasi kelalaian dalam berkendara seperti ugal-ugalan. Dugaan sementara mengarah pada masalah teknis pada kendaraan.
KJRI Jeddah menyatakan akan terus mengawal proses penanganan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya kompensasi dari perusahaan transportasi yang bertanggung jawab.
Kementerian Luar Negeri Turun Tangan
Kementerian Luar Negeri melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan KJRI Jeddah untuk memastikan kondisi para jemaah.
“Seluruh jemaah WNI dinyatakan selamat dan tidak ada korban jiwa atau luka. Mereka telah dievakuasi dengan bus pengganti dan saat ini dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Tim konsuler dari KJRI Jeddah juga dijadwalkan langsung menuju Madinah untuk bertemu dan memastikan kondisi jemaah secara langsung.
Jadwal Kepulangan Tidak Berubah
Meski mengalami insiden, jadwal kepulangan jemaah umrah tetap tidak mengalami perubahan. Seluruh jemaah direncanakan kembali ke Indonesia pada 31 Maret 2026.
Hal ini menjadi kabar baik bagi keluarga jemaah di Tanah Air yang sempat khawatir atas peristiwa tersebut.
Imbauan Kewaspadaan Transportasi
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan transportasi bagi jemaah umrah maupun haji, terutama dalam perjalanan darat antar kota di Arab Saudi.
Pemerintah melalui perwakilan di luar negeri diharapkan terus memperketat pengawasan terhadap mitra transportasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (nsp)
Load more