Houthi Resmi Ikut Perang Iran vs Israel, Serangan dari Yaman Picu Ancaman Baru di Timur Tengah
- APTN
Iran, tvOnenews.com -Â Konflik besar di Timur Tengah semakin meluas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran resmi ikut terjun langsung menyerang Israel. Serangan ini menandai babak baru yang berpotensi memperluas perang, sekaligus meningkatkan ketegangan kawasan secara signifikan.
Kelompok Houthi dari Yaman meluncurkan serangan pertama mereka ke wilayah Israel sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada akhir Februari 2026. Aksi ini mempertegas keterlibatan langsung sekutu Iran dalam medan perang yang semakin kompleks.
Houthi Mulai Serang Israel dari Yaman
Israel mengonfirmasi bahwa sebuah rudal ditembakkan dari wilayah Yaman menuju negaranya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan, serangan ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik tidak lagi terbatas pada Iran dan Israel saja.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, bahkan menyatakan bahwa serangan tersebut bukan yang terakhir. Kelompok ini berjanji akan terus melancarkan serangan lanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Tak hanya satu, Houthi juga disebut telah melancarkan serangan kedua dalam waktu berdekatan. Hal ini memperlihatkan kemampuan mereka menjangkau target jarak jauh, sekaligus meningkatkan ancaman bagi stabilitas kawasan.
Perang Meluas, Sekutu Iran Bergerak
Keterlibatan Houthi memperlihatkan pola yang semakin jelas bahwa sekutu Iran di kawasan mulai aktif bergerak. Sebelumnya, kelompok Hezbollah di Lebanon juga kembali terlibat dalam konflik setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di wilayah tersebut.
Serangan Israel ke Lebanon bahkan menewaskan beberapa jurnalis dan pekerja penyelamat, yang memicu kecaman dan meningkatkan eskalasi konflik lintas negara.
Di sisi lain, Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah, termasuk Israel dan beberapa negara Teluk. Salah satu serangan bahkan menghantam pangkalan militer di Arab Saudi dan melukai sejumlah personel militer Amerika Serikat.
Ancaman Baru: Jalur Pelayaran dan Energi Dunia
Masuknya Houthi ke dalam konflik juga memunculkan ancaman serius terhadap jalur pelayaran global. Kelompok ini dikenal memiliki kemampuan mengganggu lalu lintas kapal di Laut Merah dan sekitar Semenanjung Arab.
Kondisi ini semakin diperparah dengan terganggunya Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya menjadi penghubung sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah ini telah memicu gejolak besar pada pasar energi global.
Load more