PM Takaichi Kirim Penghormatan ke Kuil Yasukuni, China: Kuil Penjahat Perang
- ANTARA
"Langkah-langkah semacam itu telah dikecam secara luas dan ditolak dengan tegas oleh komunitas internasional dan Jepang harus melakukan introspeksi diri yang serius. Akankah Jepang terus membiarkan bayang-bayang militerisme menyebar?" tambah Guo Jiakun.
Saat masih menjabat sebagai menteri, PM Takaichi rutin mengunjungi kuil tersebut selama festival musim semi dan musim gugurnya, serta pada 15 Agustus yang diperingati sebagai penyerahan diri Jepang yang mengakhiri Perang Dunia II.
Kuil Yasukuni di pusat kota Tokyo sejak lama menjadi lokasi kontroversial karena menjadi lokasi penghormatan sekitar 2,5 juta arwah orang yang meninggal dalam berbagai perang yang melibatkan Jepang sejak 1853 seperti Perang Boshin, Pemberontakan Seinan, Perang China-Jepang dan Rusia-Jepang, Perang Dunia I, Insiden Manchuria, Perang Korea maupun Perang Asia Timur Raya (Perang Dunia II).
Dari jumlah tersebut, termasuk 14 penjahat perang Kelas A yang menurut pemerintah China divonis oleh Tribunal Militer Internasional untuk Timur Jauh serta 1.054 penjahat perang Kelas B dan C dari Pengadilan Tokyo juga dipuja di sana.
Kuil Yasukuni sendiri berdiri pada pada tahun kedua era Meiji (1869) atas perintah Kaisar Meiji dengan nama Kuil Shokonsha dan baru pada 1879 diubah menjadi Yasukuni Jinja.
Nama "Yasukuni" berarti menjaga perdamaian bagi seluruh bangsa dan kuil itu pun didirikan untuk memperingati dan menghormati jasa mereka yang dinilai mengorbankan nyawa demi negara.
Sekitar lima juta orang mengunjungi kuil ini setiap tahun sebagai lokasi utama untuk mengenang mereka yang gugur dalam perang.
Kunjungan terakhir ke Kuil Yasukuni yang dilakukan oleh seorang perdana menteri Jepang yang sedang menjabat terjadi pada Desember 2013, yakni oleh Shinzo Abe, mantan PM Jepang yang dikenal sebagai mentor politik Takaichi.(ant)
Load more