News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bang Si Hyuk Terpojok: Polisi Ajukan Penangkapan, Bos HYBE Diterpa Skandal IPO Rp2,2 Triliun

Bang Si Hyuk terancam ditangkap terkait dugaan penipuan IPO HYBE. Polisi Seoul ungkap potensi keuntungan ilegal hingga Rp2,2 triliun.
Rabu, 22 April 2026 - 15:30 WIB
Bang Si Hyuk Bos HYBE
Sumber :
  • REUTERS/Kim Hong-Ji

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus hukum yang menjerat Chairman HYBE, Bang Si Hyuk, kini memasuki babak krusial. Kepolisian Metropolitan Seoul resmi mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Bang Si Hyuk atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal.

Langkah ini diambil setelah penyelidikan panjang terkait dugaan praktik curang Bang Si Hyuk dalam proses penawaran umum perdana (IPO) HYBE beberapa tahun lalu. Nama Bang Si Hyuk pun kini menjadi sorotan utama publik dan industri hiburan Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi Bidik Bang Si Hyuk dalam Kasus Penipuan IPO

Divisi Investigasi Kejahatan Keuangan Kepolisian Seoul menyatakan bahwa Bang Si Hyuk diduga memberikan informasi menyesatkan kepada investor sebelum HYBE melantai di bursa saham pada 2019.

Dalam dugaan tersebut, Bang Si Hyuk disebut menyatakan bahwa tidak ada rencana IPO. Pernyataan ini diduga mendorong sejumlah investor, khususnya dana ekuitas swasta, untuk menjual saham mereka.

Namun, tak lama setelah penjualan itu terjadi, HYBE justru melanjutkan proses IPO. Langkah ini memicu dugaan bahwa Bang Si Hyuk telah memainkan strategi informasi untuk menguntungkan pihak tertentu.

Dugaan Skema Rahasia Bang Si Hyuk

Penyidik menduga bahwa Bang Si Hyuk memiliki kesepakatan tersembunyi dengan pihak dana ekuitas swasta. Dalam skema tersebut, Bang Si Hyuk disebut menerima sekitar 30 persen dari keuntungan penjualan saham setelah IPO berlangsung.

Nilai keuntungan yang diduga diperoleh Bang Si Hyuk pun tidak kecil. Angkanya diperkirakan mencapai hampir 200 miliar won atau sekitar Rp2,2 triliun.

Jika terbukti, kasus Bang Si Hyuk ini berpotensi menjadi salah satu skandal terbesar dalam industri hiburan Korea Selatan, mengingat posisi HYBE sebagai perusahaan global di balik kesuksesan BTS.

Bang Si Hyuk Bantah Tuduhan

Meski tekanan hukum semakin kuat, Bang Si Hyuk tetap membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Bang Si Hyuk menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menipu investor.

Menurut Bang Si Hyuk, keputusan penjualan saham dilakukan atas inisiatif investor sendiri. Ia juga menyebut bahwa skema pembagian keuntungan merupakan usulan dari pihak investor, bukan dari dirinya.

Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya pembelaan Bang Si Hyuk di tengah proses hukum yang masih berjalan.

Bang Si Hyuk Dicekal, Isu Kedubes AS Muncul

Kasus Bang Si Hyuk semakin kompleks setelah dirinya diketahui telah dicekal ke luar negeri sejak Agustus 2025. Pencekalan ini dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Di tengah situasi tersebut, muncul kabar bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul sempat mengirim surat terkait pencabutan larangan perjalanan Bang Si Hyuk.

Isu ini langsung menarik perhatian publik, mengingat Bang Si Hyuk bukan warga negara AS. Namun, pihak HYBE dengan tegas membantah keterlibatan mereka dalam upaya tersebut.

“Kami tidak pernah meminta Kedutaan Besar AS untuk mengupayakan pencabutan larangan perjalanan Ketua Bang Si Hyuk,” ujar perwakilan HYBE.

Spekulasi Tur BTS dan Klarifikasi HYBE

Nama Bang Si Hyuk juga dikaitkan dengan spekulasi kehadirannya dalam tur comeback BTS, termasuk kemungkinan perjalanan ke Amerika Serikat.

Namun, HYBE memastikan bahwa belum ada undangan resmi terkait agenda tersebut. Spekulasi yang mengaitkan Bang Si Hyuk dengan tur internasional BTS pun belum dapat dipastikan kebenarannya.

Di sisi lain, pihak Kedutaan Besar AS memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait isu tersebut.

Polisi Periksa Bang Si Hyuk Berulang Kali

Sejauh ini, Bang Si Hyuk telah menjalani pemeriksaan sebanyak lima kali oleh pihak kepolisian. Proses ini menunjukkan bahwa kasus Bang Si Hyuk ditangani secara serius oleh otoritas Korea Selatan.

Komisaris Kepolisian Metropolitan Seoul juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada permintaan resmi dari pihak luar terkait kasus Bang Si Hyuk.

Jika surat dari pihak asing memang ada, maka akan ditinjau sesuai prosedur hukum yang berlaku tanpa pengecualian.

Nasib Bang Si Hyuk di Ujung Penentuan

Permohonan surat perintah penangkapan terhadap Bang Si Hyuk kini menjadi titik krusial dalam kasus ini. Keputusan pengadilan akan menentukan langkah hukum berikutnya terhadap Bang Si Hyuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan nilai dugaan keuntungan yang fantastis dan posisi strategis Bang Si Hyuk di industri hiburan global, perkembangan kasus ini dipastikan akan terus menjadi perhatian luas.

Bang Si Hyuk kini berada di bawah tekanan besar, sementara publik menanti kejelasan apakah kasus ini akan berujung pada penangkapan atau justru membuka babak baru dalam pembelaannya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pendidikan Jadi Kunci Kebangkitan SDM, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Kualitas Manusia di GenIUs Expo 2026

Pendidikan Jadi Kunci Kebangkitan SDM, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Kualitas Manusia di GenIUs Expo 2026

Pembangunan infrastruktur yang megah dan masif dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi bangsa jika tidak dibarengi dengan pengembangan kapasitas manusianya. 
Marshanda Jadi Korban Pemerkosaan, Perjuangannya Melawan Sistem Jadi Sorotan di 'Saat Aku Bersuara'

Marshanda Jadi Korban Pemerkosaan, Perjuangannya Melawan Sistem Jadi Sorotan di 'Saat Aku Bersuara'

Dibintangi Marshanda sebagai tokoh utama bernama Nadia, film berdurasi 1 jam 25 menit tersebut mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup seorang pengacara muda.
Longsor Putus Akses Lubuk Basung–Bukittinggi, Jalan Provinsi Ditutup Total

Longsor Putus Akses Lubuk Basung–Bukittinggi, Jalan Provinsi Ditutup Total

Jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan Kota Bukittinggi tertutup material longsor di kawasan Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Rabu (10/6/2026).
Prabowo Ultimatum RSUD: Tak Boleh Ada Korupsi, Obat Murah untuk Rakyat Harus Terwujud Tahun Depan

Prabowo Ultimatum RSUD: Tak Boleh Ada Korupsi, Obat Murah untuk Rakyat Harus Terwujud Tahun Depan

Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan tegas agar tidak ada praktik korupsi maupun penyelewengan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
BNPB Modifikasi Cuaca di Aceh Barat, 1 Ton Garam Disebar untuk Padamkan Karhutla

BNPB Modifikasi Cuaca di Aceh Barat, 1 Ton Garam Disebar untuk Padamkan Karhutla

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan di wilayah Aceh Barat.
Kemenangan Beruntun Timnas Indonesia di FIFA Matchday Buat Media Vietnam Ketar-ketir, Sampai Singgung Soal Bintang Naturalisasi

Kemenangan Beruntun Timnas Indonesia di FIFA Matchday Buat Media Vietnam Ketar-ketir, Sampai Singgung Soal Bintang Naturalisasi

Timnas Indonesia berhasil mengukir tren positif pada agenda FIFA Matchday yang berlangsung sepanjang Bulan Juni 2026 ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Trending

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief buka suara soal beredarnya puluhan nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Diantaranya yakni Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang hingga Ibunda Seskab Teddy Indra Wijaya.
Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi membeberkan hasil pemeriksaan terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dalam dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Kehadiran pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik di GBK saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik menjadi sorotan media Vietnam. Mereka kaget bukan main.
Soal 20 Nama Petinggi Diduga Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kuasa Hukum Sony: Sifatnya Masih Pro Justitia Confidential

Soal 20 Nama Petinggi Diduga Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kuasa Hukum Sony: Sifatnya Masih Pro Justitia Confidential

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief angkat bicara mengenai kliennya yang akan membuka 20 nama petinggi, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pedagang Sate Jadi Korban Pengeroyokan Usai Tagih Uang ke Pembeli di Jakarta Pusat, Dua Pelaku Ditangkap

Pedagang Sate Jadi Korban Pengeroyokan Usai Tagih Uang ke Pembeli di Jakarta Pusat, Dua Pelaku Ditangkap

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pedagang sate berinisial HL (26) menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang pembeli di wilayah Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Selengkapnya

Viral