Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026: Bawa Imajinasi Nusantara ke Panggung Seni Dunia
- Istimewa
Semangat tersebut tercermin dalam tema "Printing the Unprinted" yang, menurut Menbud, merupakan perayaan atas kekuatan imajinasi yang melampaui batas-batas realitas. "Melalui karya-karya yang ditampilkan di paviliun ini, para seniman Indonesia menghadirkan narasi-narasi spekulatif yang mengisi ruang-ruang yang belum tercatat, suara-suara yang belum terdengar, ingatan yang terlupakan, dan masa depan yang belum pernah dibayangkan," tambahnya. Â Â
"Printing the Unprinted" mempertemukan tujuh seniman Indonesia lintas generasi, yakni: Â Â
- Agus Suwage  Â
- Syahrizal Pahlevi  Â
- Nurdian Ichsan  Â
- R.E. Hartanto  Â
- Theresia Agustina Sitompul  Â
- Mariam Sofrina  Â
- Rusyan Yasin  Â
- Istimewa
Melalui medium seni cetak grafis atau printmaking, para seniman menghadirkan proses penciptaan sebagai ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, serta pembacaan ulang terhadap sejarah, identitas, dan imajinasi Nusantara. Â Â
Secara konseptual, pameran ini berangkat dari narasi fiksi tentang pelayaran besar abad ke-15 yang terinspirasi dari manuskrip imajiner Datu Na Tolu Hamonangan dari Harajaon Pusuk Buhit di Sumatra. Narasi tersebut membuka pembacaan spekulatif tentang hubungan Asia dan Eropa, sekaligus memperdebatkan cara pandang sejarah global yang kerap dibangun melalui perspektif kedatangan, penemuan, dan klaim. Â
Selain pameran utama, Paviliun Indonesia juga menghadirkan rangkaian program berupa residensi seniman, diskusi seni, lokakarya, dan simposium. Seluruh program dirancang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring seni Indonesia, serta menghadirkan praktik artistik yang berbasis proses dan kolaborasi. Â
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem talenta seni budaya, Kementerian Kebudayaan melalui program Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN) bersama kurator mengajak Negeri Elok untuk melibatkan tujuh talenta Indonesia. Mereka berkolaborasi dengan tujuh seniman Paviliun Indonesia dalam proses penciptaan dan pertukaran gagasan di Venesia. Kolaborasi tersebut menggunakan pendekatan art therapy yang menempatkan seni tidak hanya sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai medium untuk membangun empati, merawat memori, meredakan trauma, serta memperkuat ketahanan personal dan kolektif. Dengan demikian, Paviliun Indonesia hadir sebagai ruang dialog lintas generasi, penyembuhan, dan pembentukan makna bersama. Â
Load more