GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anwar Ibrahim Kecam Norwegia usai Rudal untuk Malaysia Dibatalkan Mendadak

Anwar Ibrahim mengecam keputusan Norwegia membatalkan ekspor rudal perang untuk Malaysia dan menyebut langkah itu tidak dapat diterima.
Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Malaysia, tvOnenews.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Norwegia setelah negara Eropa tersebut secara sepihak mencabut izin ekspor sistem rudal perang untuk kapal tempur Angkatan Laut Malaysia.

Keputusan itu langsung memicu ketegangan diplomatik antara Malaysia dan Norwegia. Anwar Ibrahim bahkan menyebut langkah Norwegia sebagai tindakan yang tidak dapat diterima karena dilakukan menjelang pengiriman sistem rudal yang sudah dibayar hampir lunas oleh Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik tersebut kini berkembang menjadi ancaman gugatan hukum dan tuntutan ganti rugi bernilai besar dari pemerintah Malaysia.

Anwar Ibrahim Sebut Keputusan Norwegia Tidak Bisa Diterima

Anwar Ibrahim secara terbuka menyampaikan keberatan pemerintah Malaysia atas pencabutan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) buatan perusahaan pertahanan Norwegia, Kongsberg.

Menurut Anwar Ibrahim, keputusan Norwegia dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampak besar terhadap kesiapan pertahanan Malaysia.

Anwar Ibrahim bahkan telah berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere untuk menyampaikan protes resmi pemerintah Malaysia.

Dalam pernyataannya, Anwar Ibrahim menilai kontrak pertahanan internasional seharusnya dihormati dan tidak dibatalkan begitu saja.

“Kontrak yang telah ditandatangani adalah instrumen serius. Itu bukan konfeti yang bisa disebar secara sembarangan,” tegas Anwar Ibrahim.

Pernyataan Anwar Ibrahim tersebut langsung menjadi sorotan karena menunjukkan ketegangan yang semakin terbuka antara Kuala Lumpur dan Oslo.

Malaysia Sudah Bayar Hampir 95 Persen

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengungkapkan pemerintah Malaysia telah membayar hampir 95 persen dari nilai kontrak sebelum Norwegia mencabut izin ekspor rudal tersebut pada Maret 2026.

Padahal, sistem rudal NSM itu dijadwalkan segera dikirim untuk dipasang pada kapal tempur littoral combat ship (LCS) milik Angkatan Laut Malaysia.

Kontrak awal pengadaan rudal NSM diketahui bernilai 124 juta euro atau sekitar Rp2,7 triliun.

Selain kontrak utama untuk enam kapal perang LCS, Malaysia juga disebut memiliki kesepakatan lain untuk memasang sistem rudal serupa pada dua kapal tambahan.

Akibat keputusan Norwegia tersebut, Malaysia kini menghitung total kerugian dan mempertimbangkan langkah hukum internasional.

Malaysia Siap Tuntut Ganti Rugi

Pemerintah Malaysia memastikan tidak hanya akan meminta pengembalian dana yang telah dibayarkan, tetapi juga menuntut kompensasi atas kerugian akibat pelanggaran kontrak.

“Kami tidak hanya akan menuntut jumlah yang telah dibayar, tetapi juga kerusakan akibat pelanggaran kontrak,” ujar Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin.

Langkah hukum itu disebut sedang dipersiapkan setelah keputusan Norwegia dinilai merugikan sistem pertahanan nasional Malaysia.

Anwar Ibrahim Khawatirkan Keamanan Kawasan

Anwar Ibrahim menilai pembatalan sistem rudal tersebut tidak hanya berdampak pada Malaysia, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan keamanan regional.

Menurut Anwar Ibrahim, keputusan Norwegia bisa memengaruhi kesiapan operasional pertahanan Malaysia di tengah dinamika keamanan Asia Tenggara yang semakin kompleks.

Anwar Ibrahim juga mempertanyakan kredibilitas negara-negara pemasok senjata Eropa jika kontrak pertahanan dapat dibatalkan secara sepihak.

“Jika pemasok pertahanan Eropa bisa membatalkan kontrak sesuka hati, maka nilai mereka sebagai mitra strategis akan hilang,” kata Anwar Ibrahim.

Pernyataan keras Anwar Ibrahim tersebut memperlihatkan kekhawatiran Malaysia terhadap ketergantungan pada sistem pertahanan impor.

Proyek Kapal Perang Malaysia Kembali Terganggu

Polemik rudal NSM menambah panjang daftar masalah dalam proyek kapal perang littoral combat ship Malaysia yang sudah berjalan sejak 2011.

Program tersebut sebelumnya juga diterpa dugaan salah kelola dan korupsi sehingga mengalami keterlambatan bertahun-tahun.

Awalnya, lima dari enam kapal perang direncanakan selesai pada 2022 dengan nilai proyek sekitar 6 miliar ringgit Malaysia.

Namun hingga kini proyek tersebut belum sepenuhnya rampung.

Pemerintah Malaysia bahkan harus meluncurkan kembali proyek tersebut pada 2023 setelah dilakukan investigasi resmi.

Kini, akibat pencabutan izin ekspor rudal oleh Norwegia, pengiriman kapal perang pertama Malaysia kembali mengalami penundaan hingga Desember 2026.

Malaysia Cari Pengganti Rudal NSM

Di tengah konflik dengan Norwegia, Malaysia mulai mempertimbangkan alternatif pengganti sistem rudal NSM.

Namun Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin mengakui proses tersebut tidak mudah karena sistem baru harus kompatibel dengan perangkat kapal perang yang sudah terpasang.

Meski demikian, Anwar Ibrahim memastikan program kapal perang Malaysia tetap berjalan sesuai rencana meski sementara waktu tanpa sistem rudal utama.

Sikap tegas Anwar Ibrahim dalam polemik ini kini menjadi perhatian internasional karena menunjukkan ketegangan baru dalam hubungan pertahanan Malaysia dengan negara-negara Eropa. (nsp)

 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Ruben Onsu Lakukan Penipuan hingga Rugikan Korban Miliaran Rupiah, Kini Resmi Jadi Tersangka

Kronologi Ruben Onsu Lakukan Penipuan hingga Rugikan Korban Miliaran Rupiah, Kini Resmi Jadi Tersangka

Polisi telah menetapkan Ruben Samuel Onsu atau akrab disapa Ruben Onsu sebagai tersangka kasus penipuan dan atau penggelapan jual beli produk. Ini Kronologinya.
Jadwal F1 GP Belanda 2026: Grand Prix Pertama Pasca Libur Musim Panas Sekaligus Balapan Kandang Terakhir Max Verstappen

Jadwal F1 GP Belanda 2026: Grand Prix Pertama Pasca Libur Musim Panas Sekaligus Balapan Kandang Terakhir Max Verstappen

Jadwal F1 GP Belanda 2026 akan berlangsung di Sirkuit Zandvoort sepanjang akhir pekan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya paruh kedua Formula 1 musim ini.
Catat! Ini Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Ada Aksi di Depan Kedubes AS

Catat! Ini Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Ada Aksi di Depan Kedubes AS

Sebanyak 547 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah massa di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026.
FKKMK UGM Kirim Nakes ke NTT, Petakan Dampak RS Kolaps Pascagempa dan Siapkan Emergency Medical Team

FKKMK UGM Kirim Nakes ke NTT, Petakan Dampak RS Kolaps Pascagempa dan Siapkan Emergency Medical Team

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM mengerahkan enam tenaga kesehatan (nakes) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat respons penanganan kesehatan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Desil Warga Berubah Jadi Sorotan, Pemda DIY dan BPS Perketat Konsolidasi Data

Desil Warga Berubah Jadi Sorotan, Pemda DIY dan BPS Perketat Konsolidasi Data

Perubahan desil kesejahteraan masyarakat mendapat perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta.
Mayor Faisal Mulia Dipecat dan Divonis 10 Tahun Penjara, Gunakan Pesawat TNI untuk Transaksi Narkoba

Mayor Faisal Mulia Dipecat dan Divonis 10 Tahun Penjara, Gunakan Pesawat TNI untuk Transaksi Narkoba

Vonis Mayor Laut Faisal Mulia dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi I Medan dalam sidang putusan, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Ia divonis 10 tahun..

Trending

Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pekan Depan Diperiksa!

Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pekan Depan Diperiksa!

Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah Polres Metro Jakarta Selatan menaikkan status hukumnya dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan.
Buru Bos Narkoba Planet Batam ke Singapura, Bareskrim Polri Terbitkan DPO Yuwanky

Buru Bos Narkoba Planet Batam ke Singapura, Bareskrim Polri Terbitkan DPO Yuwanky

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri secara resmi memburu Yuwanky, pemilik tempat hiburan malam (THM) Planet di Batam. 
Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Investasi, Polisi Periksa Pekan Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Investasi, Polisi Periksa Pekan Depan

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adiwibowo mengatakan penyidik tengah menyiapkan agenda pemanggilan artis Ruben Onsu usai resmi jadi tersangka.
Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prajurit TNI AL Jadi Korban Pengeroyokan di Jaktim, Satu Pelaku  Ditangkap, Begini Kronologinya

Prajurit TNI AL Jadi Korban Pengeroyokan di Jaktim, Satu Pelaku Ditangkap, Begini Kronologinya

Pihak kepolisian mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap AW (39), seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL). 
Kronologi Lengkap Ruben Onsu jadi Tersangka, Kasus Apa?

Kronologi Lengkap Ruben Onsu jadi Tersangka, Kasus Apa?

Geger artis Ruben Onsu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi. Ternyata begini kronologi lengkapnya.
Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Laba bersih Indonesia Re meningkat sekitar 544 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp10,28 triliun.
Selengkapnya

Viral