Terungkap Protokol Darurat di Global Sumud Flotilla, Jurnalis Republika Sudah Siapkan Video SOS Sebelum Dicegat Israel
- Istimewa
Protokol Ekstrem: Relawan Buang Ponsel ke Laut
Situasi serupa ternyata pernah terjadi dalam misi GSF tahun 2025. Saat itu, kapal-kapal relawan kemanusiaan juga diintersep oleh tentara Israel di tengah laut.
Dari video dokumentasi yang beredar di YouTube, terlihat bagaimana suasana berubah mencekam ketika kapal perang Israel mendekat sangat dekat ke armada GSF.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa seluruh kru dan relawan diperintahkan membuang ponsel mereka ke laut demi alasan keamanan.
Langkah ekstrem itu dilakukan karena perangkat elektronik dianggap bisa menjadi celah penyadapan maupun alat infiltrasi digital.
“Setiap perangkat bisa jadi mata-mata,” ungkap salah satu peserta misi dalam video tersebut.
Bagi para relawan, ponsel yang biasanya menjadi alat komunikasi utama justru berubah menjadi ancaman ketika berada di wilayah operasi yang rawan intersepsi militer.
GSF menilai perangkat elektronik berpotensi disusupi untuk melacak posisi kapal, menyadap komunikasi, bahkan mengganggu sistem navigasi.
Karena itu, ketika radar mendeteksi kapal tak dikenal mendekat, para relawan langsung menjalankan prosedur darurat, termasuk mematikan komunikasi dan membuang perangkat pribadi ke laut.
Kronologi Mencekam Intersepsi GSF Tahun 2025
Insiden pada 2025 menjadi salah satu pengalaman paling dramatis yang membentuk prosedur keamanan ketat GSF saat ini.
Berdasarkan kronologi yang beredar, situasi mulai memanas sejak dini hari ketika radar kapal mendeteksi 10 hingga 12 kapal tak dikenal mendekat ke armada.
Berikut kronologi singkat intersepsi tersebut:
-
00.23–00.55: Radar mendeteksi kapal asing, alarm berbunyi, kamera mulai terganggu dan kru membuang ponsel ke laut.
-
01.01–01.31: Kapal Israel semakin dekat hingga kurang dari satu mil laut dari kapal Alma dan Florida.
-
02.17–02.32: Kontak dengan kapal Sirius hilang lebih dari 40 menit.
-
03.01–04.39: Sejumlah kapal diserang meriam air hingga kamera pengawas lumpuh.
-
04.52–06.27: Kapal lain dipaksa berhenti dan intersepsi meluas.
Sejumlah relawan internasional juga dilaporkan sempat ditahan dalam operasi tersebut.
Pengalaman itu membuat setiap peserta GSF tahun 2026, termasuk Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, harus memahami prosedur keselamatan sebelum berlayar.
Keluarga dan Pemerintah Diminta Bergerak
Di tengah situasi yang masih belum jelas, grup komunikasi internal peserta GSF juga menyebarkan pesan darurat kepada keluarga, rekan, hingga pemerintah masing-masing negara.
Load more