News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita

World of Coffee (WOC) Bangkok 2026 — salah satu festival kopi profesional paling bergengsi di dunia yang digelar 7–9 Mei 2026 di BITEC Thailand.
Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:18 WIB
World of Coffee (WOC) Bangkok 2026 — salah satu festival kopi profesional paling bergengsi di dunia yang digelar 7–9 Mei 2026 di BITEC Thailand.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Indonesia adalah negara kopi. Fakta itu sudah lama diketahui dunia. Yang belum banyak diketahui adalah bahwa di balik label besar itu tersimpan puluhan kisah berbeda — tentang tanah yang tidak sama, petani yang mewarisi keahlian turun-temurun, proses pascapanen yang dibentuk oleh iklim dan tradisi, serta cita rasa yang tak akan pernah bisa disederhanakan menjadi satu kategori.

Inilah yang menjadi titik berangkat KAPPI (Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia), keyakinan bahwa kopi Indonesia bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sebuah ekosistem hidup yang tumbuh dari pengetahuan, kerja keras, dan kebanggaan jutaan orang di seluruh Nusantara. Dan untuk memperkenalkan ekosistem itu kepada dunia, dibutuhkan lebih dari sekadar produk yang bagus — dibutuhkan cerita yang kuat, orang-orang yang mampu menyampaikannya, dan panggung yang tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Panggung Internasional, Pesan yang Sama

Sepanjang 2026, KAPPI mengambil langkah-langkah konkret untuk hadir di panggung-panggung tersebut. Di World of Coffee (WOC) Bangkok 2026 — salah satu festival kopi profesional paling bergengsi di dunia yang digelar 7–9 Mei 2026 di BITEC Thailand — KAPPI tampil sebagai bagian dari Indonesian Coffee Pavilion. Lebih dari sepuluh origin kopi Indonesia diperkenalkan kepada para pelaku industri dari berbagai negara: Gayo Arabica, Mandheling, Java Arabica, Bali Arabica, Flores Arabica, Kalosi, Flores Robusta, Java Robusta, Rimba Excelsa, hingga Luwak Coffee. Bukan sekadar deretan nama — melainkan representasi dari beragam karakter terroir yang selama ini belum sepenuhnya terbaca oleh pasar dunia.

Di sana pula, KAPPI menyampaikan presentasi bertajuk "Reviving the Glory of Indonesian Coffee" — sebuah undangan untuk merefleksikan di mana posisi kopi Indonesia hari ini dan ke mana seharusnya ia melangkah. Pesan yang disampaikan tidak hanya tentang angka ekspor atau potensi pasar, tetapi tentang perlunya membangun ekosistem yang lebih kuat: kolaborasi antarpelaku industri, investasi pada kualitas, dan komitmen panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam satu musim panen.

Beberapa minggu kemudian, di SIAL Shanghai 2026 (18–20 Mei 2026, SNIEC China) — pameran makanan dan minuman terbesar di Asia — KAPPI kembali hadir, kali ini melalui Paviliun Indonesia bersama Bank Indonesia dan sejumlah pelaku usaha nasional. Format kolaboratif ini bukan kebetulan. Ia mencerminkan pendekatan KAPPI yang percaya bahwa promosi kopi Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri: harus ada sinergi antara lembaga pendidikan, pelaku industri, pemerintah, dan petani itu sendiri.

"Sering kali dunia hanya mengenal Indonesia sebagai satu negara penghasil kopi. Padahal Indonesia memiliki kekayaan kopi yang luar biasa beragam. Karena itu kami berupaya memperkenalkan semacam peta kopi Indonesia agar pasar internasional dapat memahami bahwa setiap daerah memiliki karakter, cerita, dan keunggulan yang berbeda." — Roby Wibisono, Perwakilan KAPPI

Ketika Kemasan Menjadi Peta

Di Shanghai, KAPPI tidak hanya membawa produk — mereka membawa konteks. Single origin coffee Indonesia ditampilkan dalam beragam bentuk: green bean, roasted bean, hingga ground coffee, dengan pilihan yang mencakup Arabica Full-Wash Sombra Coffee, Arabica Semi-Wash Qahwa Coffee, dan Robusta Natural Batulawang Coffee. Masing-masing dipilih bukan semata karena kualitasnya, tetapi karena masing-masing membawa cerita tersendiri tentang wilayah, proses, dan komunitas yang ada di baliknya.

Salah satu inovasi yang dibawa KAPPI adalah gift set kopi Indonesia yang dirancang sebagai media edukasi sekaligus pengenalan. Kemasan yang dilengkapi peta dan deskripsi daerah-daerah penghasil kopi Nusantara ini memungkinkan importir, roaster, atau bahkan konsumen awam untuk langsung memahami bahwa "kopi Indonesia" bukan satu entitas tunggal — melainkan sebuah arsipelago rasa yang luar biasa. Ini adalah cara KAPPI menerjemahkan misi edukasi ke dalam bahasa yang bisa dipahami oleh siapa pun, di mana pun.

Di sela-sela kegiatan, KAPPI juga berkesempatan berdiskusi dengan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun — sebuah pertemuan yang menegaskan bahwa isu identitas dan daya saing kopi single origin Indonesia kini mendapat perhatian serius di tingkat kebijakan.

Traceability, Sustainability, dan Satu Kebenaran yang Sering Terlupakan

Ada satu pergeseran besar yang sedang terjadi di pasar kopi global: konsumen dan pembeli tidak lagi puas hanya dengan rasa yang enak. Mereka ingin tahu dari mana kopi itu berasal. Siapa yang menanamnya. Bagaimana ia diperlakukan — dari pohon hingga cangkir. Tren ini, yang dikenal dengan istilah traceability dan value chain transparency, bukan sekadar tren pemasaran. Ia adalah cerminan dari kesadaran baru bahwa di balik setiap produk, ada manusia yang hidupnya bergantung pada pilihan kita sebagai konsumen.

KAPPI memahami ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang. Karena justru di sinilah kopi Indonesia memiliki kekuatan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan: kedalaman cerita. Tidak banyak negara penghasil kopi di dunia yang memiliki keragaman geografi, budaya, dan tradisi seperti Indonesia. Setiap daerah — dari Aceh hingga Papua — menyimpan kisah yang, jika disampaikan dengan tepat, bisa menjadi pembeda nyata di pasar yang semakin ramai.

"Kopi Indonesia memiliki cerita yang sama kayanya dengan rasa yang dimilikinya. Tantangan kita adalah memastikan cerita itu sampai kepada dunia." — Roby Wibisono

Perjalanan yang Masih Panjang

Bangkok dan Shanghai bukanlah titik akhir. Keduanya adalah bagian dari perjalanan panjang yang telah dan akan terus dilakukan KAPPI — merentang dari forum-forum sebelumnya di berbagai kota Asia hingga agenda-agenda mendatang yang sedang disiapkan. Setiap kehadiran di forum internasional bukan sekadar misi dagang, melainkan investasi reputasi: membangun kesadaran global tentang siapa sebenarnya Indonesia di peta kopi dunia.

Yang membedakan pendekatan KAPPI dari promosi kopi konvensional adalah keyakinan bahwa perubahan sejati hanya bisa datang jika ekosistemnya ikut berubah. Bukan hanya produknya yang harus lebih baik, tetapi petaninya harus lebih berdaya, para profesionalnya harus lebih berpengetahuan, dan narasi yang dibawa ke dunia harus lebih jujur dan lebih dalam. Inilah inti dari semua yang dilakukan KAPPI: membangun manusia kopi yang lebih baik.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Setelah dibekuk Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya bocorkan fakta
Kabar Gembira Buat Warga DKI Jakarta, Pemprov Buka Loker dengan Gaji Rp5,72 Juta per Bulan

Kabar Gembira Buat Warga DKI Jakarta, Pemprov Buka Loker dengan Gaji Rp5,72 Juta per Bulan

Kabar gembira buat warga DKI Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap membuka 2.843 lowongan kerja (loker). Adapun besaran upah yang
Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama, Kenny Austin Umumkan Nama Sang Putra

Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama, Kenny Austin Umumkan Nama Sang Putra

Kabar bahagia datang dari pasangan selebritas Amanda Manopo dan Kenny Austin. Pasangan yang menikah pada Oktober 2025 itu akhirnya resmi menyandang status sebagai orang tua.
Bertemu dengan Ustaz Abdul Somad, Buya Yahya Getarkan Pesan Menyentuh: Kita Jadi Kaya Raya di Akhirat

Bertemu dengan Ustaz Abdul Somad, Buya Yahya Getarkan Pesan Menyentuh: Kita Jadi Kaya Raya di Akhirat

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya berbagi pesan menyentuh tentang cinta karena Allah saat bertemu Ustaz Abdul Somad (UAS) di Ponpes Mahad Az-Zahra Riau.
Siap-siap, Persib Bandung Bakal Borong Pemain Baru Berlabel Internasional

Siap-siap, Persib Bandung Bakal Borong Pemain Baru Berlabel Internasional

Persib ingin melaju jauh dalam keikutsertaannya di panggung internasional. Rencana matang dipersiapkan oleh manajemen supaya mimpi tersebut bisa diwujudkan.
DLH Bogor dan PPLI Tanam 500 Bibit Pohon di Hulu Ciliwung Telaga Saat Peringati Hari Lingkungan Hidup

DLH Bogor dan PPLI Tanam 500 Bibit Pohon di Hulu Ciliwung Telaga Saat Peringati Hari Lingkungan Hidup

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Kilometer Nol Telaga Saat, Puncak, Bogor, menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak

Trending

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya melalui pengacaranya Elza Syarief, bocorkan data puluhan orang yang terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.
Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Sebelum pertandingan digelar, media Timur Tengah sudah lebih dulu memberikan peringatan kepada tim nasional mereka soal kekuatan Timnas Indonesia melawan Oman.
Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman soroti debut buruk Tarik Sektioui setelah timnya dihancurkan Timnas Indonesia 0-3 di FIFA Matchday. Bahkan media setempat mengakui kualitas Garuda.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Timnas Indonesia menang telak 3-0 atas Oman di FIFA Matchday Juni 2026. Media Vietnam mengaku terkejut dan menilai level Garuda mulai meningkat pesat.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Bungkam Oman 3-0

Media Vietnam Mulai Curiga dengan Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Bungkam Oman 3-0

Media Vietnam soroti kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman dengan skor akhir 3-0. Media Vietnam curiga Skuad John Herdman akan jadi lawan kuat di AFF 2026
Selengkapnya

Viral