Dampak Perdamaian Amerika Serikat dan Iran, Haruskah Israel Tarik Pasukan dari Lebanon?
- Reuters/Zohra Bensemra
Apakah Perang di Timur Tengah tetap Berlanjut?
Ia menilai penolakan dari Israel tidak menyurutkan ketegangan perang di Timur Tengah. Terlebih lagi, pasukan diperintahkan Netanyahu telah menguasai secara langsung sekitar 6-10 persen wilayah Lebanon.
"Dan itu kan pembongkaran juga memerlukan banyak waktu, kemudian negosiasi juga dengan pihak Hizbullah dan sebagainya. Jadi, ini masih ada abu-abu ruang multitafsir antara Teheran dan Tel Aviv. Bukan tidak mungkin penafsiran itu berbeda dari kesepakatan ini," katanya.
Kemudian, Pizaro melihat situasi dialami Trump terhadap Israel. Menurutnya, Presiden AS telah menyadari bahwa Netanyahu dan jajarannya tidak terlalu tunduk dengan kepentingan Amerika.
"Trump bisa mendesak, bisa mengkritik, tapi apakah kemudian memaksa Israel untuk tanda tangan? Kalau tidak ada keuntungan bagi Israel, maka Israel itu tidak dilibatkan karena hanya AS dan Iran. Kalau mengajak Israel lagi, itu juga butuh waktu panjang," bebernya.
Kondisi Terkini Lebanon
Melalui saluran program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Jumat, 19 Juni 2026, Warga Negara Indonesia (WNI) di Lebanon, Tya Gustiasih mengungkap kondisi terkini di Lebanon setelah penandatanganan MoU dilakukan Trump dan Pezeshkian.
"Alhamdulillah, untuk di wilayah Beirut dan di Dahiya itu sudah tidak ada penyerangan bom itu tidak ada," ungkap Tya.
Namun, kata Tya, keberadaan pesawat militer dari Israel semakin intens berada di wilayah Lebanon. Bahkan, di Lebanon bagian utara, pesawat milik Israel terus bertambah.
"Untuk di wilayah Israel, Israel masih ada di sana karena belum keluar. Walaupun ada pengupayaan untuk keluar, namun Israel masih tetap ada di sana," ucapnya.
Tya menyampaikan bahwa, Israel dan Hizbullah tidak menggunakan bom. Namun, peperangan masih terjadi dengan cara saling menembak.
"Pemerintah Lebanon sedang mengupayakan militer Lebanon pun untuk mengamankan wilayah Selatan karena banyak sekali warga-warga Lebanon yang ingin kembali ke rumahnya, tapi pemerintah memperintahkan warga untuk diam di tempat sekarang," tukasnya.
(hap)
Load more