Minyak Dunia Diproyeksi Tembus US$105 per Barel Imbas Konflik Timur Tengah Kembali Panas
- Antara
“Nah, di sisi lain pun juga Arab Saudi melakukan pertemuan untuk pembentukan apa? Persatuan negara Arab, ya, untuk melawan blokade yang dilakukan oleh Houthi Yaman dan Iran. Kita tahu bahwa sampai saat ini Laut Merah diblokade oleh Houthi Yaman, ya kita lihat bahwa Laut Merah ini adalah salah satu transportasi untuk minyak mentah terutama adalah di Arab Saudi,” jelasnya.
Menurut Ibrahim, terbatasnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi faktor yang memperbesar risiko gangguan distribusi energi dunia.
“Kemudian yang kedua adalah blokade tentang Selat Hormuz. Ini pun juga yang kita lihat sampai saat ini pun juga transportasi di Selat Hormuz itu terbatas. Artinya apa? Ini pun juga akan membuat ketegangan tersendiri, ya, terhadap kondisi di Timur Tengah apabila Amerika-Israel melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Iran,” ujarnya.
Tidak hanya di Timur Tengah, ketegangan juga meningkat di Eropa Timur. Ibrahim menyebut serangan Ukraina terhadap kapal yang membawa persenjataan Rusia menuju Iran memicu respons militer dari Teheran.
“Nah, di Eropa Timur sendiri, ya kita lihat pasca Ukraina melakukan penyerangan terhadap kapal yang berisi persenjataan dari Rusia ke Iran dibombardir oleh Ukraina. Iran melakukan serangan balik terhadap ibu kota Kiev, ya, secara besar-besaran. Ini membuat ketegangan tersendiri di Eropa Timur pun juga semakin meningkat. Itu dari segi geopolitik,” katanya. (agr/muu)
Load more