News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Minyak Dunia Diproyeksi Tembus US$105 per Barel Imbas Konflik Timur Tengah Kembali Panas

Pengamat Mata Uang dan Komoditas memproyeksikan, harga minyak mentah Brent pada perdagangan pekan depan berpeluang bergerak di kisaran US$95 hingga US$105 per barel
Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:05 WIB
IRGC Ungkap Jalur Selatan Selat Hormuz Sudah Dipasangi Ranjau
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Eskalasi geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan kembali menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak dunia pada pekan depan.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, harga minyak mentah Brent pada perdagangan pekan depan berpeluang bergerak di kisaran US$95 hingga US$105 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan bergerak dalam rentang US$99,20 hingga US$102,20 per barel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk indeks dolar sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan minggu depan itu range-nya itu adalah di US$99.20 sampai di US$102.20. Itu untuk WTI Crude Oil. Kalau untuk Brent Crude Oil sendiri, ya kemungkinan besar di US$95 per barel sampai di US$105 per barel. Itu untuk Brent Crude Oil,” ujar Ibrahim saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (2/8/2026).

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah masalah geopolitik, perpolitikan di Amerika, kemudian kebijakan Bank Sentral Amerika, kemudian yang terakhir adalah supply dan demand,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah sejumlah media Amerika melaporkan bahwa Washington dan Tel Aviv tengah mempersiapkan operasi militer besar terhadap infrastruktur energi Iran.

“Nah, kita melihat bahwa permasalahan geopolitik di Timur Tengah ini masih terus dijadikan sebagai acuan terhadap memanasnya harga minyak. Di mana bahwa beberapa media Amerika melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang mempersiapkan kampanye pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran di minggu depan,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, ancaman tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas mengingat Iran telah menyatakan tidak akan tinggal diam apabila wilayahnya diserang.

“Artinya apa? Bahwa Amerika dan Iran, Amerika dan Israel itu serius untuk melakukan penyerangan secara besar-besaran untuk menghentikan Iran yang sedang membuat, memperkaya uranium. Dan Iran pun juga sudah memperingatkan terhadap Amerika dan Iran apabila melakukan penyerangan, ya, terhadap Iran, Iran tak tinggal diam, Iran akan melakukan serangan balik,” katanya.

Selain potensi konflik langsung, Ibrahim menilai situasi semakin kompleks dengan langkah Arab Saudi yang mulai membangun konsolidasi negara-negara Arab untuk menghadapi blokade yang dilakukan Houthi Yaman dan Iran di jalur pelayaran strategis.

“Nah, di sisi lain pun juga Arab Saudi melakukan pertemuan untuk pembentukan apa? Persatuan negara Arab, ya, untuk melawan blokade yang dilakukan oleh Houthi Yaman dan Iran. Kita tahu bahwa sampai saat ini Laut Merah diblokade oleh Houthi Yaman, ya kita lihat bahwa Laut Merah ini adalah salah satu transportasi untuk minyak mentah terutama adalah di Arab Saudi,” jelasnya.

Menurut Ibrahim, terbatasnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi faktor yang memperbesar risiko gangguan distribusi energi dunia.

“Kemudian yang kedua adalah blokade tentang Selat Hormuz. Ini pun juga yang kita lihat sampai saat ini pun juga transportasi di Selat Hormuz itu terbatas. Artinya apa? Ini pun juga akan membuat ketegangan tersendiri, ya, terhadap kondisi di Timur Tengah apabila Amerika-Israel melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Iran,” ujarnya.

Tidak hanya di Timur Tengah, ketegangan juga meningkat di Eropa Timur. Ibrahim menyebut serangan Ukraina terhadap kapal yang membawa persenjataan Rusia menuju Iran memicu respons militer dari Teheran.

“Nah, di Eropa Timur sendiri, ya kita lihat pasca Ukraina melakukan penyerangan terhadap kapal yang berisi persenjataan dari Rusia ke Iran dibombardir oleh Ukraina. Iran melakukan serangan balik terhadap ibu kota Kiev, ya, secara besar-besaran. Ini membuat ketegangan tersendiri di Eropa Timur pun juga semakin meningkat. Itu dari segi geopolitik,” katanya. (agr/muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ucapan Tantang Fight sampai Mati Berujung Diserbu Sekelompok Pria, Ini Pesan Hanny Kristianto untuk Herri Pras

Ucapan Tantang Fight sampai Mati Berujung Diserbu Sekelompok Pria, Ini Pesan Hanny Kristianto untuk Herri Pras

YouTuber Herri Pras menjadi sorotan setelah kediamannya didatangi sekelompok pria yang diduga berasal dari komunitas bela diri. Ini pesan Hanny Kristianto.
Tak Lagi Jadi Pelengkap, Presiden Prabowo Dinilai Mulai Jadikan Sektor Kelautan Pilar Ekonomi RI

Tak Lagi Jadi Pelengkap, Presiden Prabowo Dinilai Mulai Jadikan Sektor Kelautan Pilar Ekonomi RI

Arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai tengah mengalami pergeseran paradigma. 
Peredaran Kratom dan Vape akan Diperketat? Polri dan BPOM Siapkan Regulasinya

Peredaran Kratom dan Vape akan Diperketat? Polri dan BPOM Siapkan Regulasinya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan menyiapkan regulasi terkait peredaran kratom dan rokok elektrik atau vape guna mencegah penyalahgunaan yang dapat membahayakan masyarakat.
Tak Perlu Dinaturalisasi, Eks Andalan Shin Tae-yong Ini Layak Dilirik John Herdman untuk Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Tak Perlu Dinaturalisasi, Eks Andalan Shin Tae-yong Ini Layak Dilirik John Herdman untuk Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Timnas Indonesia hadapi persoalan di lini depan jelang FIFA Matchday November 2026. Di tengah kondisi tersebut, nama Irfan Jaya layak masuk radar John Herdman.
Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Tim Spesialis Forensik Rumah Sakit Kramat Jati mengungkap hasil pemeriksaan anak (20 bulan) yang dibunuh ayah tiri, AR (22) dan ibu kandungnya, JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10).
Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Video yang memperlihatkan YouTuber Herri Pras didatangi sekelompok pria hingga mendapat tindakan fisik mendadak viral di media sosial. Ini dugaan motifnya.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Selengkapnya

Viral