News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kelelahan akibat Misi Iran Berujung Bentrokan, 7 Prajurit AS Dilaporkan Tewas

Tujuh personel AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Awak kapal menghadapi tekanan mental setelah misi Iran diperpanjang.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:19 WIB
Kapal selam nuklir USS Florida milik Angkatan Laut Amerika Serikat
Sumber :
  • Antara

Amerika Serikat, tvOnenews.com - Sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat bentrokan antarawak di atas kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah beroperasi di Samudra Hindia.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan internal di kapal perang AS itu. Kondisi awak disebut semakin tertekan akibat kelelahan fisik dan mental setelah pengerahan untuk misi perang melawan Iran terus diperpanjang tanpa kepastian jadwal kepulangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan mengenai bentrokan tersebut disampaikan kantor berita Iran, Tasnim News Agency. Berdasarkan laporan itu, keributan bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke kapal untuk merespons gelombang protes dari para prajurit.

Kedatangan penasihat tersebut disebut mendapat respons keras dari awak kapal. Para prajurit dilaporkan mencemooh hingga melemparkan botol air. Situasi kemudian memanas dan berkembang menjadi perkelahian fisik yang melibatkan senjata tajam dan pisau.

USS Abraham Lincoln Berlayar Ratusan Hari

USS Abraham Lincoln membawa sekitar 5.000 pelaut dan Marinir. Kapal induk tersebut tercatat telah berlayar selama 263 hari sejak November, dengan 208 hari di antaranya dihabiskan secara beruntun di laut tanpa pemberhentian pelabuhan secara berkala.

Durasi pengerahan yang panjang tersebut disebut berdampak terhadap kondisi fisik dan mental para personel. Sejumlah laporan menyebut kondisi ekstrem di atas kapal telah memicu persoalan moral, depresi berat, hingga beberapa percobaan bunuh diri di kalangan prajurit.

Keluhan mengenai tekanan psikologis tersebut juga disampaikan keluarga personel dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao di San Diego.

Keluarga mengungkapkan bahwa awak kapal tidak hanya menghadapi kelelahan akibat jam kerja panjang yang dapat mencapai 16 jam sehari, tetapi juga persoalan pasokan makanan segar, air bersih, serta kebutuhan sanitasi dasar.

"Dia takut," kata Annabelle Loma, istri salah satu pelaut USS Abraham Lincoln.

Annabelle mengatakan suaminya pernah mencoba melompat ke laut karena mengalami kelelahan ekstrem. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan setelah rekan-rekannya menyelamatkannya.

"Dia pikir akan mendapat diskualifikasi tidak terhormat, dan hanya karena dia kelelahan, karir 13 tahunnya hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Itu bukan yang harus dia pikirkan sekarang," ujar Annabelle Loma.

Tekanan Mental Awak Kapal Jadi Sorotan

Kasus serupa juga disebut dialami prajurit lain yang mengalami depresi ketika bertugas di dek penerbangan USS Abraham Lincoln.

"Dia bilang dia belum pernah merasakan adrenalin seperti itu sebelumnya dan sangat bersyukur bisa menghentikan teman itu tepat waktu," kata Maria Rodriguez.

Pernyataan tersebut merujuk pada tindakan suaminya yang menggagalkan aksi bunuh diri seorang rekannya di kapal.

Kondisi medis dan psikologis para personel bahkan dinilai telah mencapai titik kritis oleh tim medis internal kapal.

"Dokter atau terapis kapal mengatakan mereka harus segera berlabuh atau orang-orang akan mulai kehilangan akal sehat," ucap Bonnie York, ibu seorang prajurit yang bertugas di kapal tersebut.

York juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengerahan militer AS dalam konflik di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut telah membuat keselamatan prajurit ikut dipertaruhkan.

"Saya sangat berharap bahwa perang ini sepadan. Karena saya merasa sebaliknya ... kita berkorban untuk sesuatu yang pada dasarnya tidak ingin kita ikuti," kata Bonnie York.

Kekhawatiran serupa disampaikan keluarga personel lainnya. Mereka menilai lingkungan kapal perang yang padat, ditambah beban kerja panjang tanpa istirahat yang memadai, dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

"Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat. Ini adalah lingkungan rawan kecelakaan," kata Brett Snow, veteran Angkatan Laut AS.

Angkatan Laut AS Bantah Persediaan Tidak Memadai

Di tengah berbagai keluhan tersebut, pihak komando militer AS mengakui tingginya beban kerja yang harus dijalani para prajurit. Namun, mereka membantah sejumlah keluhan mengenai kelayakan fisik dan ketersediaan kebutuhan di atas USS Abraham Lincoln.

Komandan Joseph Hontz, juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS, mengatakan kapal tersebut masih memiliki persediaan yang cukup untuk mendukung operasi.

"Mereka kadang-kadang kekurangan persediaan tertentu untuk jangka waktu singkat, tetapi Abraham Lincoln dan semua kapal di medan operasi saat ini memiliki persediaan makanan dan perlengkapan yang cukup untuk mendukung operasi," kata Hontz.

Sementara itu, pemerintah AS berencana menyiagakan kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan posisi USS Abraham Lincoln.

Namun, jadwal pasti rotasi pasukan tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Departemen Pertahanan AS. Informasi mengenai waktu pergantian masih dirahasiakan dengan alasan keamanan operasional.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kelompok Masyarakat Minta Kekerasan Papua Dihentikan

Kelompok Masyarakat Minta Kekerasan Papua Dihentikan

Papua Muda Progresif mendesak pemerintah dan seluruh pihak terkait mengambil langkah konkret untuk mengakhiri kekerasan dan memperkuat perlindungan masyarakat sipil di Papua Pegunungan.
Rekam Jejak "Ratu Narkoba" Mary Jane: Divonis Mati di Indonesia, Nyaris Dieksekusi Mati, Kini Bebas di Filipina

Rekam Jejak "Ratu Narkoba" Mary Jane: Divonis Mati di Indonesia, Nyaris Dieksekusi Mati, Kini Bebas di Filipina

Rekam jejak Mary Jane Veloso, dari ditangkap membawa 2,6 kg heroin, divonis mati di Indonesia, nyaris dieksekusi pada 2015, hingga mendapat pengampunan mutlak
15 Daftar Pemain Drama Korea Flex x Cop 2, Ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho

15 Daftar Pemain Drama Korea Flex x Cop 2, Ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho

Berikut 15 daftar pemain drama Korea Flex x Cop 2, ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic mulai menatap tantangan baru bersama Juventus. Pemain muda Bosnia itu membawa ambisi besar setelah menerima tawaran dari Bianconeri.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral