Bandara Riyadh Diserang Houthi, 12 Orang Dilaporkan Tewas
- Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters
tvOnenews.com — Sedikitnya 12 orang tewas dan 309 lainnya mengalami luka-luka setelah Bandara Riyadh mendapat serangan ketiga dalam sepekan dari kelompok militan Houthi.
Dalam video yang beredar, terlihat para calon penumpang di Bandara Internasional Riyadh awalnya tidak menyadari serangan ini sebelum terjadi ledakan.
Sebuah serangan yang dilancarkan milisi Houthi menyerang objek vital milik Arab Saudi yakni Bandara Internasional King Khalid, Riyadh yang terletak di ibu kota negara.
Aksi ini merupakan tindakan balasan atas serangan yang dilakukan Arab Saudi sebagai pendukung pemerintah Yaman terhadap Houthi yang didukung Iran.
Ketegangan mulai meningkat setelah gencatan senjata antara Arab Saudi dan Houthi yang disepakati pada 2022 mulai runtuh. Kedua pihak akhirnya saling serang.
- ANTARA/Xinhua/aa
Terlihat dalam video yang beredar, Bandara Riyadh dipenuhi oleh calon penumpang yang hendak terbang. Sebagian lainnya bahkan mengenakan kain ihram.
Hingga kemudian ledakan menghantam area bandara. Tampak api menerjang bagian atap hingga menimbulkan kepanikan dari para calon penumpang.
Menurut otoritas penerbangan setempat, ada 12 orang dari sejumlah negara yang dilaporkan tewas, terdiri dari 4 warga Arab Saudi, dua Bangladesh, serta masing-masing satu WN Mesir, Sudan, Suriah, Yordania, Palestina dan Amerika Serikat.
Sementara itu, sejumlah korban luka-luka hingga kritis dibawa ke rumah sakir Riyadh. Terpantau ambulans sampai helikopter lalu-lalang dari area bandara.
Serangan ini dirasa cukup mengejutkan bagi otoritas terkait. Ini karena sistem peringatan ancaman yang biasa dimanfaatkan Arab Saudi tidak mengeluarkan tanda-tanda.
- Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters
Lebih jauh, serangan ini merupakan yang ketiga dilancarkan Houthi ke Arab Saudi. Dua serangan sebelumnya juga menghantam bandara yang sama dengan 4 korban tewas dan merusak pesawat komersial.
Buntut dari serangan Houthi, otoritas penerbangan sipil Saudi mengalihkan seluruh penerbangan dari Riyadh dan operasional bandara untuk sementara dihentikan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi tegas terkait serangan Houthi ke objek vital Arab Saudi. Menurutnya, AS akan merespons dengan cepat.
“Kami mungkin melakukannya, kami akan melihatnya. Kami baru mengetahui serangan terbaru ini, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,“ tegas Trump.
(ant/han)
Load more