Serangan Houthi Hantam 5 Bandara Arab Saudi, 19 Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
- ANTARA/Xinhua/aa
tvOnenews.com – Gelombang eskalasi militer di kawasan Timur Tengah kembali mendidih. Serangan gempuran kelompok Houthi asal Yaman yang menyasar sejumlah bandara vital di Kerajaan Arab Saudi mengakibatkan 19 orang tewas dan 364 lainnya mengalami luka-luka.
Eskalasi serangan udara tersebut meningkat drastis sejak awal Oktober 2026, menargetkan sedikitnya lima fasilitas penerbangan utama, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Ibu Kota Riyadh dan Bandara Internasional Abha.
Juru Bicara Koalisi Arab Saudi, Turki al-Maliki, menegaskan bahwa intentisitas gempuran kelompok pro-Iran ini mengalami puncaknya pasca-ketegangan yang terus memanas sejak Juli lalu.
- Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters
"Serangan Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi semakin meningkat sejak awal Oktober, setelah eskalasi oleh kelompok pro-Iran terhadap Arab Saudi sejak Juli," tegas Turki al-Maliki dalam siaran pers di Saudi Alekhbariya News TV, Kamis (15/10/2026).
Al-Maliki mengungkapkan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi target utama dengan intensitas gelombang serangan sebanyak 20 kali sejak awal Oktober.
Gempuran paling mematikan terjadi pada rentang waktu 7 hingga 11 Oktober 2026, yang merenggut nyawa 17 orang dan melukai 333 korban di kawasan bandara utama ibu kota tersebut.
Tak hanya di Riyadh, wilayah barat daya Arab Saudi turut menjadi sasaran. Di Bandara Internasional Abha (wilayah Asir), serangan Houthi menyebabkan dua orang tewas dan 28 luka-luka.
Sementara itu, tiga orang dilaporkan terluka dalam serangan terpisah di Bandara Internasional King Abdullah, Jazan.
Otoritas penerbangan Kerajaan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa rentetan serangan Houthi sejak 5 Oktober telah menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur terminal, fasilitas pendukung bandara, serta memicu gangguan berat pada jadwal penerbangan domestik dan internasional.
Koalisi Arab Saudi kini menyiagakan sistem pertahanan udara di seluruh kawasan strategis guna mengantisipasi gelombang serangan susulan di tengah situasi keamanan kawasan yang kian memuncak.t
Load more