Respons Menohok Benjamin Netanyahu setelah Israel Dicap Penjajah oleh Obama: Kami Bukan Belanda di Indonesia
- Reuters/Clodagh Kilcoyne
"Itulah penyebab mereka meneriakkan, 'mati untuk Israel', 'mati untuk Amerika'. Kami disebut sebagai 'setan kecil', sementara Anda disebut sebagai 'setan besar'. Kita sedang mempertahankan peradaban kita bersama," ucapnya.
Netanyahu menegaskan bahwa, Israel tidak akan mengorbankan kelangsungan negaranya demi kesepakatan damai yang menurutnya mengabaikan realitas sejarah dan ancaman keamanan.
"Perdamaian yang dibangun di atas ilusi akan hancur membentur karang realitas Timur Tengah. Israel tidak akan mempertaruhkan kelangsungan hidupnya demi mengakomodasi mereka yang menolak menerima fakta sejarah, menolak hak kami untuk ada, atau berkeinginan untuk memenuhi tuntutan teror," ujarnya.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Obama berbicara di Belfast pada Selasa sebelumnya. Di momen itu, Obama mengakui bahwa bangsa Yahudi memiliki sejarah panjang mengalami persekusi sehingga kebutuhan mereka akan perlindungan dapat dipahami.
Namun, ia juga mengkritik tindakan Israel terhadap Palestina. Obama menilai Israel telah "mengambil tanah dari orang lain dan bertindak berlebihan".
Obama memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer dan penguasaan wilayah secara terus-menerus dapat menggerus legitimasi moral Israel.
Menurutnya, kedua pihak baik Israel maupun Palestina, tetap akan hidup berdampingan di kawasan tersebut. Karena itu, ia mendorong perubahan pendekatan dan kesediaan memberikan konsesi agar perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud.
(hap)
Load more