News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengapa PM Inggris Boris Johnson Mundur dari Jabatannya? Ini Alasannya

Boris Johnson mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri (PM) Inggris, setelah pergolakan politik terus menerus selama berbulan-bulan. Ada 5 alasan utama
Jumat, 8 Juli 2022 - 09:04 WIB
Boris Johson mundur dari jabatan Perdana Menteri Inggris
Sumber :
  • Antara

Jakarta - Boris Johnson mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris setelah pemerintahannya dilanda gelombang pengunduran diri.

Boris Johnson mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Konservatif, posisi yang membuatnya menjadi PM Inggris, setelah pergolakan politik terus menerus selama berbulan-bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa alasan di balik pengunduran diri Boris Johnson? Dilansir dari laman BBC, ada 5 alasan utama yang menyebabkan Boris Johnson mundur.

1. Perselingkuhan Chris Pincher

Pada hari Rabu 29 Juni, surat kabar The Sun melaporkan bahwa anggota parlemen Chris Pincher - pada saat itu, Wakil Ketua Kaukus Konservatif - pergi ke klub anggota swasta di London. Dalam kata-katanya, dia mengaku "minum terlalu banyak" dan "mempermalukan dirinya sendiri".

Dia dituduh menggerayangi dua pria. Perbuatan Pincher, yang ditunjuk oleh Johnson, memicu serangkaian peristiwa yang berakhir dengan kejatuhan sang perdana menteri.

Pada perombakan kabinet Februari lalu, Chris Pincher memutuskan mundur dari jabatannya.

Awalnya, Downing Street menyebut Johnson tidak mengetahui "kelakuan tak patut" Pincher. Namun pada tanggal 4 Juli, BBC melaporkan bahwa Johnson telah mengetahui adanya keluhan resmi. 

Johnson kemudian mengakui bahwa dia telah diberitahu pada 2019, dan meminta maaf karena menunjuk Pincher sebagai wakil kepala kaukus.

2. Skandal Pesta

Pada April tahun ini, Boris Johnson terkena denda karena melanggar aturan "lockdown" karena menghadiri pertemuan pada hari ulang tahunnya pada Juni 2020.

Dia juga meminta maaf karena hadir di dalam pesta berslogan "bawa mirasmu sendiri". Pesta itu berlangsung di taman Downing Street ketika awal lockdown.

Saat itu Polisi Metropolitan mengeluarkan 126 denda kepada 83 orang karena melanggar aturan "lockdown" di Downing Street dan Whitehall.

3. Krisis Ekonomi dan Kenaikan Pajak

Inflasi di Inggris meningkat tajam pada tahun 2022, ke tingkat saat ini sebesar 9,1%.

Alasan kenaikan inflasi itu sebenarnya berada di luar kendali Boris Johnson. Invasi Rusia ke Ukraina, misalnya, telah menyebabkan kenaikan harga minyak dan biaya makanan.

Pemerintah Inggris juga melanjutkan "penderitaan rakyatnya" dengan kenaikan pajak pada bulan April. Asuransi Nasional juga naik 1,25 pence dalam pound.

Pemerintah mengatakan kenaikan pajak akan membayar untuk perawatan kesehatan dan sosial.

"Di tengah krisis biaya hidup terburuk selama beberapa dekade," kata pemimpin Partai Buruh Sir Keir Starmer pada bulan April, "pemerintah memilih untuk menaikkan pajak pada pekerja".

4. Kasus Owen Paterson

Pada Oktober 2021, komite Dewan Rakyat merekomendasikan penangguhan 30 hari untuk anggota parlemen Konservatif Owen Paterson.

Dewan Rakyat mengatakan Owen Paterson melanggar aturan lobi dengan mencoba menguntungkan perusahaan yang membayarnya.

Tetapi Partai Konservatif yang dipimpin oleh perdana menteri, memilih untuk menghentikan penangguhannya, dan justru membentuk komite baru untuk melihat bagaimana penyelidikan dilakukan.

Setelah protes massa, Paterson akhirnya mengundurkan diri. Johnson kemudian mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan dalam penanganan kasus Paterson.

5. Dianggap Kurang Fokus dan Kurang Ide

Boris Johnson memenangkan mayoritas besar di belakang kebijakan "Brexit".

Tapi sejak itu, kritikus menilai Johnson kurang fokus dan kurang ide selama bekerja di Downing Street.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan penasihatnya yang menjadi kritikus utama, Dominic Cummings, berulang kali mengibaratkannya sebagai troli belanja yang tidak terkendali, berbelok dari satu posisi ke posisi lain.

Pada bulan Juni, anggota parlemen Konservatif dan mantan menteri Jeremy Hunt menuduh Johnson kurang "integritas, kompetensi, dan visi". (act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KAI Daop 6 Yogyakarta: Perjalanan KA Aman Pascagempa

KAI Daop 6 Yogyakarta: Perjalanan KA Aman Pascagempa

Seluruh perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dipastikan dalam keadaan selamat dan aman pascagempa yang mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (27/6), 14.48 WIB.
23 Juta Nasabah Keluarga Prasejahtera Terlayani Akses Pembiayaan

23 Juta Nasabah Keluarga Prasejahtera Terlayani Akses Pembiayaan

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjangkau dan melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia, ini upaya meneguhkan peran sebagai lembaga pemberdayaan yang hadir untuk membuka akses pembiayaan dan pendampingan bagi masyarakat.
Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Dunia, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Program Latsarmil

Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Dunia, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Program Latsarmil

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkap lima orang calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti pelaksanaan pelatihan dasar militer (Latsarmil).
Kenakan Baju Berlogo PSI, Jokowi: Kalau Sudah Memakai, Artinya Tahu Sendiri

Kenakan Baju Berlogo PSI, Jokowi: Kalau Sudah Memakai, Artinya Tahu Sendiri

Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) mengaku berupaya memenuhi seluruh undangan yang diterimanya selama dua hari melakukan perjalanan di Provinsi Lampung.
Iran Tuduh Washington Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tuduh Washington Langgar Kesepakatan Damai

Iran mengecam serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandatangani untuk mengakhiri perang.
Top Skor Pertandingan AVC Men's Cup 2026: Boy Arnez dan Fauzan Nibras Menggila! Bawa Timnas Voli Indonesia ke Final 

Top Skor Pertandingan AVC Men's Cup 2026: Boy Arnez dan Fauzan Nibras Menggila! Bawa Timnas Voli Indonesia ke Final 

Top Skor pertandingan AVC Men's Cup 2026 pertandingan semifinal kedua yang mempertemukan tuan rumah, India, menghadapi Timnas Voli Indonesia, Sabtu 27 Juni.

Trending

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral