GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebut KPK Pernah Tangkap Ketum Demokrat, Adian Napitulu sentil Surat SBY

Pada saat di acara Catatan Demokrasi, yang ditayang pada hari Selasa (21/2/2023) malam, Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitulu sentil surat Ketua Majelis Tingg
Rabu, 22 Februari 2023 - 06:50 WIB
Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitulu
Sumber :
  • tim tvone

Jakarta, tvOnenews.com - Pada saat di acara Catatan Demokrasi, yang ditayang pada hari Selasa (21/2/2023) malam, Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitulu sentil surat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di mana surat itu berisi tentang mempertanyakan urgensi pegantian sistem proporsional terbuka menjadi tertutup di pemilu 2024. 

Adian Napitulu menjelaskan, bahwa SBY mengirim surat karena minimnya liputan media massa soal proses perkara sistem proporsional terbuka dan tertutup di Mahkama Konstitusi. Hal ini Adian Napitulu ungkapkan berdasakan perkataan Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon di acara Catatan Demokrasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya kalau misalnya kronologi yang disampaikan Jansen tadi, pertama bahwa sudah ada gugutan di Mahkama Konstitusi (MK), tetapi minim liputan. Karena minim liputan dari media massa, SBY bicara. Jadi Persoalannya di mana ini?" tanya Adian Napitulu di Catatan Demokrasi, Selasa (21/2/2023) malam.

"Kalau banyak liputan media massa di MK, SBY tidak bicara. Kan kira-kira begitu. Kan kalau melihat arah berpikirnya (Jansen) mengapa SBY menulis surat dari Jogja berbicara seperti ini, dan lalu Jansen menjelaskan seperti itu," sambungnya mengatakan.

tvonenews

Maka dari itu, ia menarik kesimpulan, bahwa mengapa SBY tulis surat soal proporsional terbuka menjadi tertutup, karena media massa tidak meliput tidak maksimal persidangan di MK.

"Kira-kira seperti itu lah yang disampaikan Jansen, dan itu bukan tafsir tetapi aku mengikuti alur logika kronologi Jansen," katanya.

Bahkan, Adian Napitulu sebutkan, artinya mdia massa harus meliput proses perkara sistem proporsional terbuka dan tertutup di Mahkama Konstitusi sebanyak-banyaknya. Hal ini ia katakan, agar SBY tak menulis surat kembali. 

"Yang repotkan kemudian, media massa tidak meliput soal itu, kami (PDIP) tertudu. Lalu bila media massa tidak meliput soal itu, kemudian SBY tulis surat, nanti kita (PDIP) dianggap apa. Itu yang pertama," jelasnya.

"Nah yang kedua, kalau dia sedang berpekara, ya biarkan saja berpekara di MK. Ngapain si lo, dan diskusi ini tidak perlu masuk pada pokok materi perkaranya, mengapa? Jangan sampai kita berdiskusi dia (SBY) mempengaruhi keputusan. Biarkan saja dengan kemurnian dan pertimbangan Hakim MK ini untuk memutuskan, dan kita percaya MK," sambungnya Adian menuturkan.

Sehingga, ia sebutkan, tak perlu surat-suratan dan menuduh macam-macam, karena itu ia nilai tidak perlu. 

Di samping itu, Adian Napitulu katakan, bila ingin memaparkan tentang Partai Demokrat juga bisa. 

Bahkan, ia juga menyayangkan soal isu perkara sistem proporsional terbuka dan tertutup di Mahkama Konstitusi bisa berkembang ke Harun Masiku. 

"Harun Masiku itu siapa? jadi ke mana-mana isunya. Lalu kalau kita bilang satu-satunya ketua partai yang ditangkap KPK, eh salah satu maksudnya. Salah satu Ketua Umum Partai yang ditangkap KPK, ya Demokrat," kata Adian Napitulu di tvOne.

"Ketua partainya ditangkap, level Harun Masiku dan level Ketua Partai Demokrat pada saat itu, beda level, gitu loh. Jadi ada tidak Ketua Partai yang ditangkap KPK karena korupsi? Ada, partai apa namanya? ya Demokrat. Sebentar lagi keluar penjara dan sudah pasang baliho dia," sambung Adian Napitulu menuturkan.

Makanya, ia katakan, jangan cerita yang lain-lain dan jika ingin bersurat, bersuratlah diam-diam. Bahkan, ia katakan, jika ingin dipublikasi bersurat lah ke media massa.

"Jang bersurat ke PDI Perjuangan, jangan bersurat ke publik. Kirim aja surat ke media massa. Bilang gini, 'eh kita minta liputan dong, biar kita nggak bicara, kalau tidak diliput kita bicara ini' kira-kira seperti itu," ujar Adian Napitulu. 

Untuk diketahui, bila ingin melihat video Catatan Demokrasi tentang 'Saling Tuding PDI-P & Demokrat Kembali Memanas' dapat mengunjungi kanal YouTube tvOneNews. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dari Sekian Banyak Kuliner Khas NTB, Gubernur Sherly Tjoanda Langsung Jatuh Hati dengan Makanan Ini: Enak, Pas

Dari Sekian Banyak Kuliner Khas NTB, Gubernur Sherly Tjoanda Langsung Jatuh Hati dengan Makanan Ini: Enak, Pas

Sherly Tjoanda langsung jatuh hati dengan masakan NTB. Dari sekian banyak hidangan kuliner khas NTB, ternyata ada satu makanan yang jadi favorit Gubernur Malut.
Kabar Buruk Argentina, Lionel Messi Cedera Kurang dari 3 Pekan Jelang Piala Dunia 2026

Kabar Buruk Argentina, Lionel Messi Cedera Kurang dari 3 Pekan Jelang Piala Dunia 2026

Lionel Messi mengalami cedera yang membuat cemas Timnas Argentina jelang Piala Dunia 2026.
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Dmitry Bivol Vs Michael Eifert di Kelas Berat Ringan

Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Dmitry Bivol Vs Michael Eifert di Kelas Berat Ringan

Jadwal tinju dunia pekan ini, yang akan diramaikan dengan sejumlah laga seru salah satunya ialah perebutan gelar juara antara Dmitry Bivol vs Michael Eifert.
Dedi Mulyadi Bonceng “Gebetan” saat Konvoi Persib Bandung, Bobotoh Auto Iri

Dedi Mulyadi Bonceng “Gebetan” saat Konvoi Persib Bandung, Bobotoh Auto Iri

Dedi Mulyadi mencuri perhatian saat ikut konvoi juara Persib Bandung dengan membonceng seorang nenek yang langsung membuat Bobotoh heboh dan iri di media sosial
5 Cara Menggunakan Kartu Kredit Secara Bijak, Tagihan Jadi Lebih Bersahabat

5 Cara Menggunakan Kartu Kredit Secara Bijak, Tagihan Jadi Lebih Bersahabat

Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang memungkinkan transaksi dilakukan terlebih dahulu lalu dibayar di kemudian hari sesuai tagihan.
Dedi Mulyadi: Selamat untuk Persib dan Bobotoh atas Prestasi yang "Semriwing" di Sepak Bola Indonesia dan Asia

Dedi Mulyadi: Selamat untuk Persib dan Bobotoh atas Prestasi yang "Semriwing" di Sepak Bola Indonesia dan Asia

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucapkan selamat untuk Persib yang berhasil mengunci gelar juara secara beruntun.

Trending

Belum Selesai Euforia Hattrick Juara Super League, Persib Bandung Langsung Diterpa Kabar Buruk dari Media Prancis

Belum Selesai Euforia Hattrick Juara Super League, Persib Bandung Langsung Diterpa Kabar Buruk dari Media Prancis

Singgung Layvin Kurzawa, media Prancis tiba-tiba membuka diskusi terkat status eks PSG tersebut bersama Persib Bandung yang akan berakhir pada akhir musim.
News Terpopuler: Detik-detik Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, hingga Gaya Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara

News Terpopuler: Detik-detik Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, hingga Gaya Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara

Pengejaran polisi terhadap pelaku pembunuhan wanita di Bogor. Gaya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merayakan kemenangan Persib Bandung jadi sorotan publik.
Trend Terpopuler: Sherly Tjoanda dan AHY Bikin Netizen Heboh, hingga Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang

Trend Terpopuler: Sherly Tjoanda dan AHY Bikin Netizen Heboh, hingga Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda dan Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat netizen heboh. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Tegur Kepala Sekolah SMKN 2 Subang
5 Fakta Kasus Pembunuhan di Simpang Yasmin Bogor, Hubungan Korban dan Pelaku hingga Curhatan Korban Sebelum Tewas

5 Fakta Kasus Pembunuhan di Simpang Yasmin Bogor, Hubungan Korban dan Pelaku hingga Curhatan Korban Sebelum Tewas

Publik dikejutkan dengan sebuah penemuan jasad wanita yang terjatuh dari Tol BORR, Simpang Yasmin, Bogor pada Sabtu (23/5/2026). Berikut 5 fakta selengkapnya
Warga Kediri Heboh, Sosok 'Pocong' di Pinggir Jalan Akhirnya Terciduk, Terungkap Motif Pelaku

Warga Kediri Heboh, Sosok 'Pocong' di Pinggir Jalan Akhirnya Terciduk, Terungkap Motif Pelaku

Warga di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, baru-baru ini dikejutkan oleh sosok menyerupai pocong yang berdiri di pinggir jalan. 
Demi Kekhusyukan Puncak Ibadah Haji, Timwas DPR Ingatkan Negara Tak Boleh Lalai Layani Jemaah

Demi Kekhusyukan Puncak Ibadah Haji, Timwas DPR Ingatkan Negara Tak Boleh Lalai Layani Jemaah

Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, perhatian terhadap kualitas pelayanan jamaah kembali menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026.
Sinyal Bonus Besar dari Dedi Mulyadi Usai Persib Bandung Juara 3 Kali Berturut-turut, Apa Itu?

Sinyal Bonus Besar dari Dedi Mulyadi Usai Persib Bandung Juara 3 Kali Berturut-turut, Apa Itu?

Dominasi Persib Bandung di kancah sepak bola tanah air kian tak terbendung setelah berhasil mengamankan gelar juara Super League musim 2025/2026. 
Selengkapnya

Viral