GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai 6 Jam Diperiksa AG Resmi Ditahan, Yoan Sang Kakak Beberkan Kronologi Penganiayaan David Ozora Versi Adiknya

Yoan kakak anak AG yang bermasalah dihadapan hukum dan disebut-sebut sebagai dalang penganiayaan David Ozora, yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, buka suara
Kamis, 9 Maret 2023 - 05:00 WIB
Tangkapan layar - Yoan Kakak AGH
Sumber :
  • Youtube: Mata Najwa

Jakarta, tvOnenews.com - Keluarga AG atau AGH, Yoan kakak anak yang bermasalah dihadapan hukum dan disebut-sebut sebagai dalang penganiayaan David Ozora, yang dilakukan sang kekasih Mario Dandy Satriyo (MDS), akhirnya muncul dihadapan publik.

Melansir tayangan youtube channel Mata Najwa, kemunculan sang kakak, Yoan, dihadapan publik karena sang adik, AG atau AGH, sudah sangat dipojoknya atas kasus penganiayaan yang dilakukan MDS. Bahkan, berbagai asumsi yang beredar telah membuat psikisnya adiknya AG terguncang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alasan aku akhirnya mau speak up disini adalah karena guncangan publik diluar sana sangat luar biasa bagi mental adikku AG atau AGH dan dan keluarga," ungkap Yoan di kanal youtube Mata Najwa, yang ditayangkan pada Minggu (5/3/2023).

Selain ingin menepis semua tuduhan yang diberikan kepada adiknya, AGH, Yoan sebagai perwakilan keluarga juga ingin memberikan kronologi kejadian versi AGH.

"Aku mau meluruskan dan memberikan pandangan dari sisi AGH yang munkin selama ini belum mendapat perhatian dan belum mendapat tempat untuk bicara di tengah isu yang menyudutkan AGH," ungkapnya.

Menurut Yoan, MDS mengetahui tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan D kepada AGH, justru bukan dari AGH, tapi dari saksi APA. 

"Jadi sebenarnya bukan AGH yang memberitahukan MDS soal prilaku tidak menyenangkan D tersebut," jelas yoan.

                                                             AGH (Kanan)

 

Menurut Yoan, setelah MDS mengetahui prilaku tidak mnenyenangkan tersebut dari APA, barulah MSD mengkonfirmasi ke AGH.

"Setelah mengetahui perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan D terhadap AGH, MDS setiap bertemu AGH selalu menanyakan kapan nih bisa ketemu dengan D," lanjutnya.

Yoan menceritakan, jika penganiayaan yang dilakukan MDS terhadap David tidaklah direncankan, karena pada hari itu, AGH dan MDS hanya bertemu seperti biasa saja.

"Saat itu mereka hanya ingin ketemu dan pergi bareng aja," lanjutnya.

Kemudian, tiba-tiba MDS meminta AGH untuk mengirim pesan kepada David untuk menanyakan keberadaanya, dan apakah memungkinkan bertemu untuk mengembalikan kartu pelajar milik David.

"MDS meminta AGH untuk mengirimkan pesan chat kepada David, untuk menanyakan posisinya dimana dan apakah memungkinkan ketemu untuk mengembalikan kartu pelajar tersebut," Jelas Yoan.

Bahkan, menurut kakak AGH, Yoan, MDS justru menyuruh AGH untuk berbohong.

"MDS menyuruh AGH untuk berbohong, bahwa AGH tengah bersama kakaknya. dan D sempat balik bertanya, bukankah Kakak lo ga ada disini," jelasnya, menirukan gaya David.

Mendengar pertanyaan David perihal bersama siapa AGH pada saat itu, MDS justru menyuruh AGH beralasan.

"MDS meminta AGH untuk menjawab Kakak sepupu," terangnya.

 

                                Lukas (Kiri) dan Mario Dandy Satriyo dan AGH (Kanan)

 

Padahal, lanjut Yoan, pada hari itu AGH merasa tidak menyetujui niat MDS untuk bertemu David. lalu AGH pun sempat mengulur waktu agar pertemuan itu tidak terjadi dan AGH pulang ke rumah.

Kemudian, setelah berganti pakaian AGH pun langsung pergi ke salah satu Mal untuk melakukan treatment. Pada saat itu, MDS ikut menemani AGH dan menunggu diluar ruangan treatment.

Usai treatment, MDS terus mendesak AGH untuk mengembalikan kartu pelajar David. namun karena AGH berganti tas maka kartu pelajar milik David pun tak terbawa, dan akhirnya diputuskan diambil dengan gosen. 

"Kartu pelajar David itu ada ditasnya yang ketinggalan di rumah sehingga minta tolong kepada MDS untuk memesan Gossen untuk mengambil kartu pelajar," lanjut Yoan.

Kemudian, selama menunggu AGH treatment ternyata MDS menjemput temannya yang berinisial SL. Lebih lanjut Yoan menceritakan jika sebelum bertemu AGH, ada pembicaraan antara MDS dan SL. Ternyata sebelum sampai ke Mal ini, ternyata MDS dan SL ini mempunyai pembicaraan sendiri.

"Wah parah sih, kalo gue jadi lo gue nggak terima, pukulin aja, parah tuh," ungkap Yoan seolah menirukan apa yang dikatan SL kepada MDS sebelum keduanya bertemu AGH.

Menurut Yoan, apa yang dikatan SL kepada MDS juga telah dikonfirmasi melalui berita acara pemeriksaan. Bahkan, AGH sendiri baru mengenal SL di tempat Treatment itu.

"Ketika bertemu untuk pertama kalinya dalam pertemuan ini tidak ada pembahasan terkait semua ini jadi pada saat itu mereka hanya berkenalan biasa, kemudian biasa jadi tidak ada membahas terkait apapun yang berurusan dengan David," jelas Yoan,

 

                                                        MDS dan AGH

Kemudian, ketika selesai dari mall itu mereka berangkat ke daerah Lebak bulus, tempat dimana rumah David. Namun karena David tidak di rumah maka mereka pun putar arah.

"Pada saat itu karena David mengabarkan tidak ada di kediamannya dan sedang bermain ke rumah temanya di daerah Pesanggrahan," jelas Yoan.

Yoan juga menceritakan, jika pada akhirnya AGH menyetujui adanya pertemuan MDS dan AGH karena MDS menyetujui akan bicara baik-baikdan hanya mengembalikan kartu pelajar saja.

"Apapun terkait rencana penganiayaan atau apapun itu, AGH memang tidak tahu. Bahkan, sebelum turun dari mobil AGH juga sempat mengingatkan bahwa nanti baik baik ya nyelesain nya," ungkap Yoan menirukan ungkapan AGH.

Kemudian orang pertama yang akhirnya memutuskan untuk masuk ke area rumah saksi R adalah MDS yang kemudian diikuti S. Lalu, MDS pun menyampaikan pesan kepada David melalui voice note yang isinya meminta David turun.

"Lo yang turun atau gue yang naik ke atas," ungkap Yoan menirukan perkataan MDS.

Sebelum Mario Dandy Satrio melakukan penganiayaan terhadap David dilakukan, pelaku sempat meminta korban untuk push up. Bahkan, saat korban tengah push up, petugas keamanan sempat melintas di TKP dan sempat menanyakan apa yang tengah terjadi. 

"Ada apa disini," Tanya Satpam seperti dikutip dalam tayangan youtube Mata Najwa. Kemudian dengan tenang Mario Dandy menjawab sedang melakukan COD.

"COD pak," jawab Mario Dandy.

Mendengar jawaban Mario Dandy Kemudian Satpam bertanya lagi.

"Sudah ketemu orangnya?," tanya Satpam

Lalu terkait bahwa AGH ikut merekam saat penganiayaan terjadi 

Lalu, soal tuduhan yang menyatakan bahwa sang adik melakukan perekaman saat penganiayaan berlangsung, Yoan sang kakak pun menyatakan dengan tegas bahwa bukan seperti itu yang terjadi.

"MDS meminta S untuk merekam aksi yang dilakukanya dengan isyarat tubuh untuk merekam menggunakan Hp yang ia punya pada saat itu. Jadi yang merekam kejadian tersebut adalah S dengan menggunakan hp MDS. Kemudian, disaat akhir-akhir video S seperti mengoper hp karena S ingin menghampiri korban. Jadi karena S ingin maju ke depan makanya handphone diberikan kepada AGH, habis itu AGH di sini refleknya menerima saja," Jelas Yoan.

Menurut Yoan, atas kejadian tersebut AGH sempat schok dan tersadar saat ibu saksi R berterika 'Woi' AGH baru tersadar dan langsung mematikan hp.

"Respon pertamanya adalah mematikan handphone tersebut," Jelas Yoan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian terkait isu selvi yang dilakukan AGH, sang kakak pun tegas menyatakan jika itu tidak benar, justru AGH sempat menopang kepala David dipangkuanya.

"Itu tidak benar karena ini pun disaksikan langsung oleh ibu dari saksi R yang pada saat itu melihat AGH menopang kepala David di pangkuan ya dan tangan kirinya itu memegang tangan dek ketika lihat sedang menopang kepala D. dia pun membisikan kepada D untuk tenang dan mengatur nafas gitu. jadi memang isu isu selfie yang beredar itu tidak benar." Pungkasnya. (mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 
Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran di Mal Ciputra Cibubur

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran di Mal Ciputra Cibubur

Pemadam kebakaran mengungkap penyebab terjadinya kebakaran di pusat perbelanjaan, Mal Ciputra Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, Selasa (17/2/2026)
Satu-satunya Pemain Lokal di Jajaran Top Skor Liga 2, Winger Bekasi City Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?

Satu-satunya Pemain Lokal di Jajaran Top Skor Liga 2, Winger Bekasi City Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?

Jadi satu-satunya pemain lokal di deretan top skor Liga 2, winger milik Bekasi City FC ini bisa dipertimbangkan oleh John Herdman untuk skuad Timnas Indonesia.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT