News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituduh Demokrat Jadi Pelaku Adu Domba Anas Urbaningrum, PKN: Jangan Baperan

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKN Bona Simanjuntak menanggapi tuduhan politikus Demokrat Herman Khaeron sebagai pelaku adu domba, begini katanya.
Jumat, 14 April 2023 - 16:18 WIB
Ilustrasi: Partai Demokrat
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKN Bona Simanjuntak menanggapi tuduhan politikus Demokrat Herman Khaeron sebagai pelaku adu domba.

Bona pun meminta Demokrat untuk tidak cepat tersinggung di dunia politik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Politik itu jangan baperan, kalau baperan nanti elektabilitas turun,” kata dia saat dihubungi, Jumat (14/4/2023).

Dia membantah PKN telah mengadu domba Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY dan Anas Urbaningrum.

“Kalau Mas Herman Khaeron menuduh PKN mengadu domba, saya justru jadi ‘kepikiran’ bahwa itu mengarah ke situ. Mas Anas menyampaikan beberapa hal dalam pidatonya dan tentu pasti ada maksudnya. Mereka yang baperan pasti merasa tersinggung,” ujar Bona.

Bona lantas menyinggung berdirinya PKN yang terlahir dari persahabatan Ketua Umum PKN Gede Pasek dan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.

“PKN terlahir dari persahabatan sebagaimana Gede Pasek dan Mas Anas telah mencontohkan dan mungkin ini yang berbeda dengan Partai Demokrat.

Sebelumnya, Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan Partai Kebangkitan Nusantara (PKB) dan kubu Moeldoko telah mengadu domba antara Anas Urbaningrum dengan Demokrat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herman mengaku pihaknya merasa kasihan kepada Anas atas kegaduhan ini. Sebab banyak pihak yang mengungkap kembali masa lalu dan kasus mantan Ketua Umum Demokrat itu. 

“Kasihan, sehingga berhenti kubu Moeldoko dan PKN untuk terus mengadu domba keberadaan Anas terhadap Partai Demokrat tidak ada masalah,” kata dia di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2023). (saa/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan

ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan

Dinkes Pandeglang mencatat 2.107 kasus ISPA setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar. Anak-anak menjadi kelompok paling banyak terdampak.
Kejagung Periksa Pihak Perbankan Hingga Ahli Usut Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kejagung Periksa Pihak Perbankan Hingga Ahli Usut Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kejagung menegaskan proses pemeriksaan saksi dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara yang berlaku dan merupakan bagian dari upaya penyidik untuk memperoleh alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta melakukan penelusuran aset.
Lepas Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Tekankan Prestasi Harus Menjadi Target Utama Para Atlet

Lepas Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Tekankan Prestasi Harus Menjadi Target Utama Para Atlet

Kontingen Indonesia untuk Asian games 2026 Aichi-Nagoya secara resmi dilepas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak di Kawasan Anak Krakatau, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang ke Selat Sunda

Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak di Kawasan Anak Krakatau, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang ke Selat Sunda

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menerjunkan tiga unit kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk menggelar operasi pencarian intensif terhadap lima awak media yang dilaporkan putus kontak saat menjalankan tugas liputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Hari Kedua Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Hari Kedua Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Hari kedua pencarian 5 jurnalis hilang kontak di Selat Sunda, Tim SAR perluas area pencarian dengan tim gabungan usai terkendala abu vulkanik dan gelombang tinggi.
Sebelum Ditemukan Meninggal di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Dicari karena Dikhawatirkan: Polisi Masih Periksa Barang Bukti

Sebelum Ditemukan Meninggal di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Dicari karena Dikhawatirkan: Polisi Masih Periksa Barang Bukti

Fajar Sahrudin ditemukan meninggal di kawasan GBK setelah sempat dicari orang yang mengenalnya karena khawatir. Polisi masih memeriksa barang bukti

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral