News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Daerah di Papua ini Dilarang Lakukan Salat Idul Fitri di Lapangan, Imbas Serangan KKB?

Imbas dari rawannya serangan KKB, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakiri imbau agar 6 wilayah Pegunungan Papua tidak melakukan salat Idul Fitri di lapangan
Selasa, 18 April 2023 - 05:25 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Imbas dari rawannya serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakiri mengimbau agar 6 wilayah Pegunungan Papua tidak melakukan salat Idul Fitri di lapangan.

Ia mewanti-wanti 6 wilayah yang menurutnya rawan dari serangan KKB yang kerap melakukan kekeasan kepada masyarakat dan apara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip dari VIVA, Kapolda Papua membeberkan 6 wilayah tersebut yaitu Kabupaten Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Ia juga menambahkan, Dogiyai dan Lany Jaya juga termasuk daerah yang rawan dari gangguan anggota KKB.

"Kalau cukup rawan keamanan di daerah itu, kita tidak akan ijinkan laksanakan salat Idul Fitri di lapangan. Kita imbau masyarakat lakukan salat di tempat-tempat yang bisa diawasi aparat TNI-Polri,” ujar Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakiri usia memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Cartenz 2023 di Mako Brimob Polda Papua, Senin (17/4/2023).

Irjen Mathius juga membeberkan mengenai pengamanan yang disiapkan saat Salah Idul Fitri nanti.

Dalam melakukan pengamanan, aparat dari undur TNI, Polri dan unsur lainnya akan turun langsung.

Hal itu dilakukan demi menjaga keamanan bagi masyarakat yang melakukan Salah Idul Fitri.

"Jadi di enam daerah rawan kita lakukan pengamanannya berbeda dengan daerah lain. Kita sudah ingatkan anggota kami agar waspada pada moment Hari Raya Idul Fitri ini tidak dikotori oleh gangguan-gangguan," lanjutnya.

Ia mengimbau kepada msyarakat Papua untuk menjaga toleransi selama menjalani warisa leluhur masing-masing.

Kapolda juga mengatakan dalam upaya pengamanan Operasi Ketupat Damai Cartenz 2023 ini, pihaknha bersama TNI menurunkan 1.400 lebih personel.

Pratu Miftahul Arifin Gugur

Suasana duka menyelimuti kediaman orangtua seorang prajurit TNI asal Pacitan, yang  gugur dalam tugas di Papua. 

Berbagai persiapan bahkan dilakukan sambil menunggu kepulangan jenazah. Salah satu prajurit TNI Satgas Yonif R 321/13/1 Galuh Taruna tersebut gugur setelah terlibat kontak tembak dengan Kelompok Sparatis Teroris (KST) di wilayah Nduga, Papua pada, Sabtu (15/04). 

Terlihat, sejumlah warga dan TNI dari Kodim 0801 Pacitan berdatangan di rumah duka yang terletak di Dusun Krajan Kidul RT 04 RW 04 Desa Nanggungan Kecamatan/ Kabupaten Pacitan, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa. 

Berbagai persiapan bahkan terus dilakukan keluarga. Hanya saja pihak keluarga masih menunggu kepastian kepulangan jenazah. 

"Belum tahu. Kami belum menerima keterangan resmi. Jadi belum tahu jenazah datang kapan," kata Wakhidia Nur Azizah, istri Pratu Miftahul Arifin. 

Nur Azizah menambahkan selain kepulangan jenazah, hal yang menjadi pemikiran keluarga saat ini adalah mewujudkan harapan masa depan untuk menjadikan putranya yang kini masih kecil menjadi penerus generasi TNI.

"Bagaimana kemudian hari saya dan anak tanpa almarhum. Saya masih belum tahu, sedangkan jenazah suami saya informasinya belum bisa dievakuasi karena faktor cuaca," imbuhnya.

Komandan Distrik Militer 0801 Pacitan, Letkol Inf Roliyanto bersama istri dan sejumlah anggota TNI Kodim saat melaksanakan takziah memberikan motivasi buat keluarga.

Harus sabar dan tabah menghadapi ujian ini semua. Sebagai keluarga TNI harus siap menghadapi apapun nantinya. Isak tangispun mendadak pecah sesaat perwira ini menyampaikan duka yang mendalam dari segenap keluarga besar TNI.

"Kami berbela sungkawa atas meninggalnya Pratu Miftahul Arifin. Saya sangat sedih melihat anaknya yang masih berusia 18 bulan itu. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat sabar, tawakal menghadapi semua cobaan itu," jelasnya sambil menteskan air mata. 

Perlu diketahui, bahwa Pratu Miftahul Arifin merupakan salah satu prajurit TNI yang tergabung dalam Tim 3 badak 3 Satgas Yonif R 321/ CT/13/1 Kostrad. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pratu Miftahul Atrifin dikabarkan gugur saat terjadi kontak tembak dengan gerombolan KST saat melaksanakan patroli pembersihan di dekat Pos Militer Mugi, Kabupaten Nduga Papua Pegunungan. 

Jenazah Pratu Miftahul Arifin saat ini belum dapat dievakuasi karena faktor cuaca. (asw/hen/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cak Imin: PKB Anak NU Wajib Pikirkan NU, Bukan Campur Tangan

Cak Imin: PKB Anak NU Wajib Pikirkan NU, Bukan Campur Tangan

Ketua Umum Partai Kebangsaan Indonesia (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin jelaskan, bahwa PKB mempunyai tanggungjawab terhadap masa
BPD Didorong Jadi Garda Terdepan Pengawasan MBG dan Tata Kelola Pemerintahan Desa

BPD Didorong Jadi Garda Terdepan Pengawasan MBG dan Tata Kelola Pemerintahan Desa

Jamintel Kejaksaan Agung (Kejagung), Reda Manthovani mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) jadi garda terdepan pengawasan tata kelola pemerintahan desa serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kroasia Vs Ghana

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kroasia Vs Ghana

Kroasia kontra Ghana pada matchday 3 Grup L Piala Dunia 2026 digelar Minggu pagi (28/6/2026) pukul 04.00 WiB diprediksi akan berjalana ketat.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama Vs Inggris

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama Vs Inggris

Inggris sudah memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, The Three Lions masih memburu kemenangan untuk menjaga peluang finis sebagai juara grup.
PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Juru bicaranya, Seno Bagaskoro, mempertanyakan solusi yang akan dilakukan oleh mantan Presiden ke-7, Jokowi
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 29 Juni 2026: Libra Panen Uang Kaget

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 29 Juni 2026: Libra Panen Uang Kaget

Memasuki 29 Juni 2026, energi positif diperkirakan mengiringi perjalanan finansial beberapa zodiak. Berikut enam zodiak yang paling bercuan deras di hari itu.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama Vs Inggris

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama Vs Inggris

Inggris sudah memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, The Three Lions masih memburu kemenangan untuk menjaga peluang finis sebagai juara grup.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Juru bicaranya, Seno Bagaskoro, mempertanyakan solusi yang akan dilakukan oleh mantan Presiden ke-7, Jokowi
Selengkapnya

Viral