Di Hadapan Deddy Corbuzier, dr Sumy Hastry Keceplosan Kasih ‘Petunjuk’ Identitas Pelaku Kasus Subang, DNA Sudah Terungkap tapi…
- Kolase tvonenews
“Tapi gak ada yang cocok, oke. Kalau gak ada yang cocok kita cari dari DNA yang saksi-saksi itu. Ternyata dari saksi itu juga gak ada yang cocok,” ungkap dr Sumy Hastry.
d
dr Sumy Hastry (sumber: kanal Youtube Deddy Corbuzier)
Ia pun menyarankan untuk menarik DNA dari garis keturunan ibu, tapi hal ini justru tidak dilakukan. Padahal proses ini akan memudahkan terungkapnya pelaku kasus Subang.
Dr Hastry juga menambahkan bahwa dirinya juga memiliki jam kematian yang merupakan bukti krusial.
“Kita tariklah dari garis keturunan ibu, siapa tau ada yang cocok ga? Ternyata belum dikerjakan terus saya bilang saya punya jam kematian loh,” lanjutnya.
Berdasarkan keterangannya, korban kasus Subang Tuti dan Amel meninggal pada jam berbeda. Hal ini menjadi petunjuk penting dengan siapa para korban berkomunikasi terakhir kalinya pada jam tersebut.
“Jam kematian dia dibunuh karena saya kan autopsi, olah TKP. Ibu Tuti meninggal mungkin ini bukan sesuai visum yang saya tulis ya, pokoknya jam kematian. Ibu Tuti dibunuh jam 2 sampai jam 4. Amel jam 4 sampai jam 6. Saya bermain dong di jam itu, handphone siapa yang online. Ambilah DNA nya,” jelas dr Sumy Hastry.
2 DNA dari terduga pelaku padahal sudah terungkap dan tinggal dicocokkan.
“Kita di TKP nih udah ada 2 DNA terduga pelaku yang asing. Mohon maaf ya Pak Kabareskrim,” tandas dr Sumy Hastry.
“Berarti lamban dong?” pinta Deddy Corbuzier.
“Gak ngomong ya, gak apa apa lah aku dipindah ke kamar mayat lagi,” balas dr Hastry sambil tertawa.
Sketsa pelaku kasus Subang (sumber: tvOnenews)
Ia mengaku tersiksa akibat belum terungkapnya kasus Subang, korbannya bahkan mendatanginya dalam mimpi.
“Saya tersiksa kalau Subang itu. Datang ke dalam mimpiku,” lanjutnya.
Dilansir dari kanal Youtube Anjas Asmara, dr Sumy Hastry mengungkapkan bahwa ia melakukan autopsi kedua korban kasus Subang langsung di makam, tepat 40 hari setelah kejadian pembunuhan.
“September, memang kita mencocokkan juga dari cara kematian dan mekanisme kematian murni karena kekerasan benda tajam,” kata dr Sumy Hastry.
Load more