‘Saya Sudah Kasih Clue’ dr Sumy Hastry Ungkap Sudah Tahu Pelaku Kasus Subang Pembunuh Ibu dan Anak, Gampang Diungkap tapi...
- Kolase tvonenews
tvOnenews.com – Dr Sumy Hastry blak-blakan menyampaikan identitas pelaku pembunuhan kasus Subang ibu dan anak bisa terungkap dengan mudah, dia sudah tahu pelakunya itu...
Pada 18 Agustus 2021 silam, terjadi kasus pembunuhan di Subang yang menewaskan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), yang menghebohkan publik. Korban ditemukan tak bernyawa di bagasi mobil Alphard.
1,5 tahun berlalu, hingga kini pelaku pembunuhan kasus Subang belum juga terungkap. Akhirnya, Ahli Forensik dr Sumy Hastry blak-blakan menyinggung soal identitas sang pelaku.
dr Sumy Hastry/kasus Subang (sumber: dok ist)
Dilansir dari tayangan video dalam kanal Youtube Deddy Corbuzier, dr Sumy Hastry mengatakan bahwa dirinya adalah tim dokter yang menangani kasus Subang pembunuhan ibu dan anak.
Di hadapan Deddy Corbuzier, ia begitu geram karena pelaku belum juga terungkap padahal sudah dilakukan dua kali autopsy.
“Ya, belum ditangkap pelakunya. Belum ada padahal saya sudah autopsi kedua,” kata dr Hastry.
Wanita kelahiran 1970 itu juga mengungkapkan bahwa semua petunjuk-petunjuk pelaku telah diberikan.
“Dan saya sudah jelaskan, sudah paparkan kasih clue-cluenya gitu kan tapi ya belum ada tersangka sampai sekarang,” tutur dr Sumy Hastry.
Tugasnya sendiri hanya sebatas menyajikan data dan bukti korban untuk diproses lebih lanjut lagi.
“Kalau dipekerjaan saya menyajikan data dan alat bukti, sudah selesai,” sambungnya.
Bahkan, dr Hastry blak-blakan dirinya telah mengantongi DNA pelaku kasus Subang yang berjumlah dua orang.
“Tinggal kepolisian?” tanya Deddy Corbuzier.
“Iya tapi saya gemas. Padahal menurut saya itu bisa, kan nonton (serial) CSI? Kita bermain DNA. Saya ngomong di sini aja ya biar didengar, DNAnya sudah mas Deddy,” jawab dr Sumy Hastry.
Tetapi, setelah dicocokkan dengan sejumlah saksi, tak ada satu pun yang cocok.
“Tapi gak ada yang cocok, oke. Kalau gak ada yang cocok kita cari dari DNA yang saksi-saksi itu. Ternyata dari saksi itu juga gak ada yang cocok,” tutur dr Sumy Hastry.
Selanjutnya, ia menyarankan kepolisian untuk menarik dari DNA garis keturunan ibu, sayangnya hal ini tak kunjung dilakukan.
“Kita tariklah dari garis keturunan ibu, siapa tau ada yang cocok ga? Ternyata belum dikerjakan terus saya bilang saya punya jam kematian loh,” ungkap dr Sumy Hastry.
Ahli forensik berusia 52 itu juga membeberkan bahwa kronologi kematian korban kasus Subang terjadi di jam berbeda.
Hal yang harus dilakukan adalah mengecek di handphone korban dengan siapa komunikasi terakhirnya sebelum pembunuhan terjadi.
“Jam kematian dia dibunuh karena saya kan autopsi, olah TKP. Ibu Tuti meninggal mungkin ini bukan sesuai visum yang saya tulis ya, pokoknya jam kematian. Ibu Tuti dibunuh jam 2 sampai jam 4. Amel jam 4 sampai jam 6. Saya bermain dong di jam itu, handphone siapa yang online. Ambilah DNA nya,” ungkap dr Sumy Hastry.
Ia sangat menyayangkan padahal semua petunjuk untuk mengungkap pelaku sudah banyak.
“Kita di TKP nih udah ada 2 DNA terduga pelaku yang asing. Mohon maaf ya Pak Kabareskrim,” pungkas dr Hastry.
“Berarti lamban dong?” tanya Deddy Corbuzier.
“Gak ngomong ya, gak apa apa lah aku dipindah ke kamar mayat lagi,” kata dr Sumy Hastry.
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, klik di sini.
(rka)
Load more