GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Update! Kasus Dugaan Penganiayaan Bocah SD hingga Tewas Lamban, Masih Tahap Penyelidikan

Kasus penyelidikan tewasnya Ibrahim Hamdani alias Baim (8), bocah Sekolah Dasar kelas 1 yang diduga tewas pascadianiaya dan kerap dibully sejumlah kakak kelasny
Jumat, 30 Juni 2023 - 18:58 WIB
Makam Ibrahim alias Baim, bocah SD korban penganiayaan kakak kelas.
Sumber :
  • Tim tvOne/Yoga Syahputera

Medan, tvOnenews.com - Kasus penyelidikan tewasnya Ibrahim Hamdani alias Baim (8), bocah Sekolah Dasar kelas 1 yang diduga tewas pascadianiaya dan kerap dibully sejumlah kakak kelasnya, belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Padahal terduga pelaku adalah orang dekat korban yang berdomisili satu kampung (bertetangga).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasusnya pun kemudian menghebohkan hingga diusut pihak Polsek Medan Kota dan kini ditangani di unit PPA Polrestabes Medan. Namun disayangkan proses penyelidikannya pun terkesan lamban.

Sampai saat ini, Unit PPA Polrestabes Medan mengatakan saat ini penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk pihak sekolah. "Sudah ada yang diperiksa dan masih dalam penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, Jumat (30/6/2023).

Ia menyebut, pihaknya masih bekerja dan nantinya setelah hasil penyelidikan rampung pihaknya akan membeberkan fakta kasus tersebut. "Nanti akan kita sampaikan, setelah semuanya rampung," lanjut mantan Kapolsek Medan Baru itu. 

Sementara itu, terkait hasil visum korban yang sudah dibuat di RSU Bhayangkara Tingkat 2 Medan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu masih bungkam.

 

Kronologis

Sebelumnya, seorang anak bernama Ibrahim Hamdi alias Baim (8), meninggal dunia diduga menjadi korban bullying dan penganiayaan oleh sejumlah kakak kelasnya. 

Menurut ibu korban, Yusraini Nasution alias Butet, putra sulungnya tersebut baru naik kelas dan masih duduk bangku kelas II SD. Postur tubuh anaknya yang gemuk kerap menjadi ejekan kakak kelasnya yang juga tetangganya. Butet sempat bercerita, sebelum meninggal dunia Baim sempat mengadu kepadanya.

Ketika itu, seusai pulang sekolah, korban datang ke lapak jualannya di depan Masjid Raya Al-Mashun, Kota Medan, Kamis (22/6/2023). 

Saat itu, anak pertamanya ini mengeluh kesakitan setelah dianiaya oleh kakak kelasnya sepulang dari sekolah. Bahkan Baim menyebut kerap dipukul. 

"Dia kemarin dipukuli sama abang - abang kelasnya, kelas lima kelas enam, sementara anak saya kelas dua SD. Pulang-pulang dia sudah nangis, ngadu dipukuli," kata Butet saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (28/6/2023).

Ia menyampaikan, ketika itu dirinya sempat menenangkan anaknya dan mengatakan akan mendatangi rumah abang kelasnya itu untuk mengadukan hal tersebut kepada orangtuanya.

"Waktu dia datang ke jualan saya itu, katanya yang mukul dia satu orang. Saya datangi rumahnya, tapi katanya nggak ada mukul si Baim,” sebutnya.

Dikatakannya, malam harinya korban tiba-tiba mengalami demam tinggi hingga dua hari lamanya. Lalu, setelah demamnya tinggi anaknya masih mengeluh badannya terasa sakit. Kemudian, dirinya pun memanggil tukang kusuk.

"Dia demam malamnya, selama dua hari, sudah turun panasnya. Dia bilang sakit badannya, saya bawa kusuk, nggak sakit lagi. Dan aku tak melihat ada memar di badan Baim, jadi sempat berpikir Baim tak kenapa-kenapa tapi kerap mengeluh sakit badannya. Baim pun tak mau makan dan cuma mau minum. Tapi asal malam tidur, sebelum meninggal Baim sering berteriak tiba-tiba ketakutan. Itu pascakejadian dia bercerita dianiaya,” sebut ibu tiga anak itu. 

Lantaran masih mengeluh sakit meski sudah dikusuk, pihak keluarga pun akhirnya membawa korban berobat ke Rumah Sakit Madani, pada Selasa (27/6/2023). Namun, pihak rumah sakit menolak biaya perobatan melalui BPJS lantaran Baim merupakan korban penganiayaan.

“Awalnya kami bawa berobat ke Rumah Sakit Madani. Itu sempat ditolak alasannya peralatan rumah sakit kurang memadai dan kami bawa ke Rumah Sakit Dr Pirngadi Medan. Itu kami lakukan karena keterbatasan biaya,” katanya lagi.

Tak lama setelah mendapatkan perawatan di RSU Dr Pirngadi Medan, akhirnya korban pun dinyatakan meninggal dunia. "Tapi waktu kemarin sebelum dia meninggal, sempat bilang ada lima orang yang menganiaya dia, orang dekat-dekat sini juga," bebernya.

Butet mengaku sangat terpukul kehilangan anak pertama dan mengaku tidak membuat laporan pengaduan. "Sakit hati ini, anak saya dipukuli orang. Gara-gara dipukuli orang anak saya meninggal," kata Butet sambil menangis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai meninggal dunia, jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk kebutuhan autopsi. Hal itu dilakukan setelah kejadian ini heboh dan direspon cepat oleh Polsek Medan Kota yang menerima informasinya. 

Hingga saat ini, jenazah telah dimakamkan di TPU Jalan Brigjend Katamso, Kota Medan. (ysa/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Ringkus 13 Perusuh May Day di Bandung, Sita Molotov hingga Atribut Kelompok Tertentu

Polda Jabar Ringkus 13 Perusuh May Day di Bandung, Sita Molotov hingga Atribut Kelompok Tertentu

Sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat terkait aksi anarkis yang mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Tamansari, Bandung, awal Mei 2026. 
Ibu-ibu Pedagang Pasar Teriak Gubernur Malut 2 Periode, Respons Bijak Sherly Tjoanda: Satu Selesai Dulu

Ibu-ibu Pedagang Pasar Teriak Gubernur Malut 2 Periode, Respons Bijak Sherly Tjoanda: Satu Selesai Dulu

Saat kunjungan kerja ke Pasar Galala, Sofifi beberapa waktu lalu, ibu-ibu para pedagang kompak meneriakkan dua periode Gubernur Malut kepada Sherly Tjoanda.
Sport Terpopuler: Omongan Khabib soal Chimaev Terbukti, Reaksi Kapten Red Sparks soal Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Dapat Jackpot

Sport Terpopuler: Omongan Khabib soal Chimaev Terbukti, Reaksi Kapten Red Sparks soal Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Dapat Jackpot

Dunia olahraga kembali dipenuhi kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai soal Khamzat Chimaev hingga Megawati Hangestri. Berikut rangkumannya.
Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menahan euforia kemenangan mereka atas Al Hilal usai Al Nassr dipaksa bermain imbang dalam laga sengit dan penuh drama.
Polrestabes Semarang Minta Mahasiswi Diduga Korban Pelecehan Oknum Dosen UIN Walisongo Segera Melapor

Polrestabes Semarang Minta Mahasiswi Diduga Korban Pelecehan Oknum Dosen UIN Walisongo Segera Melapor

Aparat kepolisian dari Polrestabes Semarang kini tengah menunggu laporan resmi dari mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. 
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta

Trending

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Begini nasib dari ratusan santri dan santriwati Ponpes Ndholo Kusumo yang ditutup Kemenag RI setelah pengasuhnya yaitu Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Puluhan Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, LPSK Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Sanksi Pesantren

Puluhan Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, LPSK Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Sanksi Pesantren

Sebuah pondok pesantren di Tlogowungu, Kabupaten Pati, kini berada di bawah pengawasan ketat setelah munculnya dugaan skandal kekerasan seksual yang melibatkan santriwati. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Selengkapnya

Viral