Bekas Pengawal Panji Gumilang Ungkap Hal Nyeleneh Si Dedengkot Al-Zaytun: Dijanjikan Masuk Surga
- Kolase tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Panji Gumilang selaku pimpinan Ponpes Al-Zaytun masih jadi sorotan publik. Terbaru, eks pengawal NII ungkap hal mengejutkan tentang Panji Gumilang.
Proses hukum Panji Gumilang masih berjalan, seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Mabes Polri pada Senin (03/07/2023).
Pemeriksaan yang dilakukan selama sekitar 8 jam tersebut membahas mengenai dugaan kasus penistaan agama, status Panji Gumilang kini naik ke penyelidikan dari penyidikan.
![]()
Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang saat memberikan ceramah di Ma'had Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.
Bareskrim Polri belum melakukan gelar perkara soal kasus penistaan agama Panji Gumilang, hingga saat ini polisi masih berfokus terkait pemeriksaan saksi ahli dan barang bukti.
Mantan Aparat NII ungkap fakta doktrin selama mengawal Panji Gumilang
Satu persatu borok dari Panji Gumilang dan Al-Zaytun terungkap ke publik, hal itu melalui para mantan anggota NII KW 9 (Negara Islam Indonesia).
Pengakuan dari salah satu anggota NII yang bertugas sebagai pengawal Panji Gumilang ini sampai menganggap seluruh keluarganya kafir lantaran tak ingin menjadi anggota NII. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Dalam sebuah forum di Catatan Demokrasi tvOne, Lasmin yang merupakan aparat NII yang bertugas mengawal Panji Gumilang menceritakan pengalaman pedih saat masih menjadi anggota NII.
Hal itu berawal ketika dirinya mendengar cerita dari anggota NII lainnya yang juga hadir di forum Catatan Demokrasi yang bernama Ahmad Sudimin, seorang mantan penggalang dana NII.
Lasmin saat itu langsung meneteskan air matanya, lantaran mengingat pengalaman pahit semenjak bergabung di NII.
“Begitu mendengar penjelasan dari pak Sudimin, apa yang dilakukan oleh pak Sudimin tidak beda jauh dengan saya. Begitu juga saya mengalami hal yang sama,” ungkap Lasmin dalam program acara Catatan Demokrasi, tvOne.
“Bahkan orang tua sendiri, keluarga saya sendiri, adik-adik dan saudara-saudara saya, semua saya katakan kafir karena tidak mau ikut (jadi anggota NII),” sambungnya.

Lasmin, eks Aparat NII menangis saat menceritakan pengalaman pahitnya saat menjadi anggota NII KW 9.
Lasmin mencerita pada waktu itu, adiknya yang sedang menghadapi ujian akhir STM, sampai harus ia culik dari Kebumen untuk dibawa ke Jakarta dengan maksud untuk dihijrahkan.
Load more