News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

RSD Wisma Atlet Kemayoran Mulai Fokus Rawat Pasien Covid-19 Komorbid

Rumah Sakit Darurat Khusus Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, mulai fokus merawat pasien positif bergejala yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).
Jumat, 25 Juni 2021 - 13:26 WIB
Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono
Sumber :
  • Antara

Jakarta, 25/6 - Rumah Sakit Darurat Khusus Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat, mulai fokus merawat pasien positif bergejala yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) sehingga mereka yang tidak punya komorbid akan dirawat di tempat lain.

“Kami melakukan penyesuaian-penyesuaian menghadapi perubahan dinamika kasus Covid-19 yang mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Tujuannya (pemilahan, Red) agar perawatan pasien Covid-19 bisa dilakukan semaksimal mungkin,” kata Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Pasien Covid-19 tanpa komorbid, Tugas Ratmono menerangkan, dirawat di Wisma Atlet Pademangan dan Rumah Susun Nagrak Marunda. Dua tempat itu saat ini berada di bawah kendali manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran, dia menambahkan.

Sementara itu, pasien Covid-19 bergejala ringan, menengah, dan berat yang punya komorbid dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, karena mereka punya risiko sakit lebih besar dibandingkan dengan pasien tanpa komorbid.

Penyakit bawaan yang kerap ditemukan pada pasien Covid-19 antara lain diabetes, gangguan ginjal, gangguan paru, dan hipertensi.

“Perlengkapan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran lebih lengkap dibandingkan dengan di Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Nagrak yang baru dibuka,” sebut Tugas Ratmono, yang juga aktif menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebelum adanya lonjakan kasus positif dalam beberapa hari terakhir, RSDC Wisma Atlet hanya menerima pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang. Namun saat ini, pasien positif Covid-19 bergejala berat juga diterima.

Langkah itu diambil manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran, karena rumah sakit rujukan khusus pasien bergejala berat kewalahan karena menampung pasien di luar kapasitasnya. Alhasil, banyak pasien harus antre menunggu masuk dalam IGD atau ruangan perawatan lain seperti HCU dan ICU.

“RSDC Wisma Atlet Kemayoran sudah melakukan upgrade (peningkatan kualitas, Red) agar bisa merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat, tetapi tentunya mereka diprioritaskan dirawat di rumah sakit rujukan, terang Tugas morning Ratmono.

Dalam keterangan yang sama, dr. Tugas menjelaskan Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Nagrak telah menampung pasien covid-19 gejala ringan dan tanpa komorbid.

“Wisma Atlet Pademangan sudah beberapa kali digunakan sebagai tempat isolasi mandiri jika Wisma Atlet Kemayoran huniannya meningkat,” tambah dokter TNI itu.

Sementara itu, Rusun Nagrak, yang belum lama ini beroperasi, terdiri dari empat tower. Tiga di antaranya disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 gejala ringan.

Namun sementara ini, hanya Tower 3 yang digunakan sebagai tempat isolasi dan perawatan pasien Covid-19 gejala ringan tanpa komorbid.

Dalam keterangan yang sama, dr. Tugas Ratmono meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, antara lain mengenakan masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan.

Menurut dia, penanganan Covid-19 tidak hanya dapat mengandalkan perawatan saja, tetapi juga harus didukung langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat selalu memakai masker. (ade/antara).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satwa Langka Burung Hantu Dibakar Hidup-hidup Viral di Media Sosial, Publik Figur Angkat Bicara

Satwa Langka Burung Hantu Dibakar Hidup-hidup Viral di Media Sosial, Publik Figur Angkat Bicara

Sebuah video viral di media sosial Threads ketika sekelompok orang dengan kejinya membakar hidup-hidup seekor burung hantu setelah disiksa terlebih dahulu.
Untuk Medis Forensik, Rabu Ini Polisi akan Gali Makam Sutrimo untuk Tahu Penyebab Kematian

Untuk Medis Forensik, Rabu Ini Polisi akan Gali Makam Sutrimo untuk Tahu Penyebab Kematian

Pembongkaran makam sebagai bagian dari prosedur penyidikan medis forensik
Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Bukan Sekadar Pembunuhan, Terungkap Fakta Pilu di Balik Tewasnya Wanita Berselimut di Kontrakan Tangerang

Bukan Sekadar Pembunuhan, Terungkap Fakta Pilu di Balik Tewasnya Wanita Berselimut di Kontrakan Tangerang

Seorang wanita berinisial SNA, menggegerkan warga usai ditemukan tewas dalam kondisi penuh luka di rumah kontrakan, wilayah Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, pada Selasa (11/8).
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Cuma Numpang Lewat, Persib Keluar dari Daftar FIFA Ban Registration Setelah Satu Hari Nangkring

Cuma Numpang Lewat, Persib Keluar dari Daftar FIFA Ban Registration Setelah Satu Hari Nangkring

Nama Persib sudah tak bertengger di daftar hitam FIFA pada Selasa (11/8/2026) malam setelah sempat masuk satu hari sebelumnya. 

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Selengkapnya

Viral