GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Angka Stunting di Indonesia Kian Menurun, Penyediaan Nutrisi Spesifik Terus Dilakukan untuk Kesehatan Masyarakat

Data terbaru menunjukkan bahwa tunting pada balita di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan. Namun masih dalam kategori tinggi menurut standar WHO
Selasa, 5 Desember 2023 - 12:09 WIB
Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Sumber :
  • DPR RI

Jakarta, tvOnenews.com – Data terbaru menunjukkan bahwa stunting, masalah gizi utama pada balita di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan. Namun masih dalam kategori tinggi menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka stunting nasional telah berkurang dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 21,6 persen pada tahun 2022. Meskipun ada penurunan yang signifikan, angka tersebut masih berada di atas ambang batas WHO yang ditetapkan (>20 persen).
 
Stunting sendiri merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor, termasuk asupan gizi yang kurang dan/atau kebutuhan gizi yang meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan asupan gizi yang kurang meliputi kemiskinan, rendahnya pendidikan, pengetahuan yang kurang tentang praktik pemberian makan untuk bayi dan batita, pengaruh budaya, dan ketersediaan makanan setempat. 

Selain itu, faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan gizi termasuk penyakit kronis yang memerlukan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). PKMK dapat digunakan sebagai tata laksana nutrisi untuk mencegah atau mengatasi stunting, terutama pada anak-anak dengan risiko stunting.
 
Strategi pencapaian tujuan ini adalah dengan memberikan tata laksana nutrisi yang sesuai dengan langkah-langkah asuhan nutrisi pediatrik. 

Ini mencakup penilaian, penentuan kebutuhan nutrisi, penentuan cara/rute pemberian, pemilihan jenis makanan, dan pemantauan. Tata laksana stunting juga melibatkan tata laksana medis, non-nutrisi, perbaikan kualitas tidur, dan aktivitas fisik. 

Pemberian makanan untuk stunting harus memperhatikan komposisi yang seimbang, dengan penekanan pada sumber protein hewani.
 
Pada dasarnya, penurunan angka prevalensi stunting ini mencerminkan kesuksesan pendekatan holistik yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam penanganan stunting. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini mencakup pemberian PKMK di rumah sakit, yang menjamin nutrisi berkualitas tinggi dengan kontrol kualitas yang ketat, serta pemantauan kesehatan yang lebih intensif. 

Namun, saat perhatian intensif pemerintah berfokus pada upaya pencegahan stunting, peran PKMK dalam pemulihan anak-anak yang telah mencapai tahap gizi buruk bahkan stunting masih belum mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.
 
Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan tata laksana stunting dilakukan dalam rangka edukasi dan penimbangan berkala setiap bulan, yang melibatkan gradasi hasil penimbangan dari yang tidak naik berat badannya hingga mencapai tingkat gizi buruk. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapolda Jabar Ajak Bobotoh Dukung Persib Secara Kondusif Jelang Penentuan Juara

Kapolda Jabar Ajak Bobotoh Dukung Persib Secara Kondusif Jelang Penentuan Juara

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan mengajak seluruh pendukung Persib, Bobotoh untuk memberikan dukungan positif dan menjaga kondusivitas wilayah menjelang laga penentuan juara.
PSSI Angkat Bicara Soal Kericuhan Pasca Persipura Vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Singgung Soal FIFA

PSSI Angkat Bicara Soal Kericuhan Pasca Persipura Vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Singgung Soal FIFA

Kerusuhan pecah di Stadion Lukas Enembe usai Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC. Mobil dan ambulans dibakar. Sekjen PSSI Yunus Nusi angkat bicara dan singgung FIFA.
Ammar Zoni Kembali ke Lapas Nusakambangan Usai Vonis 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Narkoba

Ammar Zoni Kembali ke Lapas Nusakambangan Usai Vonis 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Narkoba

Terpidana Ammar Zoni kembali jalani hukuman ke Lapas Nusakambangan, setelah dijatuhi vonis hukuman 7 tahun penjara oleh PN Jakarta Pusat, dalam kasus narkoba.
Dikemudikan WNA Tiongkok, Mini Bus di Tanjung Pinang Tabrak Prajurit TNI AL hingga Tewas

Dikemudikan WNA Tiongkok, Mini Bus di Tanjung Pinang Tabrak Prajurit TNI AL hingga Tewas

Kecelakaan maut menewaskan seorang prajurit TNI AL di Jalan Nusantara Kilometer 12, Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026). Insiden ini melibatkan mobil Toyota Fortune
Sial! Jambret Ponsel Ditangkap Usai Terlibat Kecelakaan di Menteng, Beraksi Saat Korban Lari Pagi

Sial! Jambret Ponsel Ditangkap Usai Terlibat Kecelakaan di Menteng, Beraksi Saat Korban Lari Pagi

Ditlantas Polda Metro Jaya, meringkus pelaku jambret ponsel milik seseorang yang tengah lari pagi di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (9/5/2026).
Sudewo Soal Kiai Cabul di Pati: Prihatin dan Sangat Menyayangkan

Sudewo Soal Kiai Cabul di Pati: Prihatin dan Sangat Menyayangkan

Bupati Pati nonaktif Sudewo komentari soal aksi pencabulan terhadap puluhan santriwati yang dilakukan Kiai Ashari, pendiri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung tersipu malu ketika tante Megawati Hangestri memberi tahu kalau dirinya mulai populer di kalangan volimania Indonesia.
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Nova Arianto, Jangan-jangan Pemain Ini akan Dipanggil ke Timnas Indonesia U19

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Nova Arianto, Jangan-jangan Pemain Ini akan Dipanggil ke Timnas Indonesia U19

Bung Ropan mulai curiga dengan calon pemain yang akan dipanggil Nova Arianto untuk Timnas Indonesia U19 menjelang Piala AFF U19 2026. Kira-kira siapa saja?
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Selengkapnya

Viral