News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pukat UGM Nilai Kinerja Penindakan Korupsi KPK Lebih Buruk Dibanding Kejaksaan

Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM menilai kinerja penindakan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat buruk dibanding institusi Kejaksaan
Jumat, 10 Desember 2021 - 11:32 WIB
Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetyo


Sleman, DIY - Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM menilai kinerja penindakan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat buruk. Tidak ada kasus strategis dalam satu tahun terakhir yang berhasil ditindak lembaga anti rasuah tersebut.

"Kalau kita lihat penindakan oleh KPK itu tidak ada kasus strategis di satu tahun terakhir ini. Bahkan KPK mengeluarkan SP 3 untuk BLBI. KPK tidak ada satu pun kasus strategis yang merugikan keuangan negara besar atau pelaku dengan jabatan sangat tinggi atau yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak," kata peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menyikapi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (09/12/2021) kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zen, panggilan akrabnya, menyebut, kinerja KPK bahkan kalah dibanding lembaga penegak hukum lain seperti Kejaksaan. Korps Adhyaksa disebut punya prestasi lebih baik dibanding KPK karena berhasil memproses kasus Asabri dan Jiwasraya.

"Tapi saya harus fair, KPK memang sangat buruk prestasi penindakannya dalam satu tahun terakhir tetapi koleganya Kejaksaan itu justru menunjukkan prestasi yang lebih baik, karena Kejaksaan memproses kasus Asabri dan Jiwasraya yang nilainya sangat besar puluhan triliun rupiah. Jadi saya harus tetap memberikan kredit poin kepada Kejaksaan karena sudah memproses dua kasus tersebut," ungkapnya.

KPK, lanjut Zen, juga seolah tidak serius melanjutkan tunggakan kasus lama seperti E-KTP dan Bank Century. Tidak ada progres sama sekali dalam satu terakhir untuk melanjutkan dua kasus yang merugikan keuangan negara cukup besar tersebut.

"Selama satu tahun terakhir juga tidak ada kemajuan penindakan untuk kasus-kasus tunggakan kasus lama, kasus E-KTP, Century, itu tidak ada kemajuan sama sekali. Itu juga merupakan satu kekecewaan," tegas Zen.

"Penindakan kalau yang paling signifikan menurut saya yang dipegang Kejaksaan,  Asabri dan Jiwasraya itu. Tetapi kemudian kan sebenarnya masih banyak kasus-kasus lain yang itu justru tidak diselesaikan termasuk oleh KPK, E-KTP, Century, BLBI itu kasus pidananya juga mandeknya menurut saya satu kekalahan besar dalam perang melawan korupsi. Di luar bahwa pemerintah sedang mengejar dari aspek perdata soal BLBI itu," imbuhnya.

Menurut Zen, penyebab utama prestasi pemberantasan korupsi oleh KPK sangat buruk adalah faktor pimpinannya dan Undang-Undangnya. Zen bahkan sudah tidak memiliki harapan kepada pimpinan KPK sekarang.

"KPK inikan tidak dipercaya masyarakat lagi ya nomer 4 menurut surveinya indikator, bagaimana cara memulihkan kepercayaan publik. Ya menurut saya kalau pimpinan KPK saya sudah tidak punya harapan lagi, saya berharap kepada dewas, dewas harus menegakkan kode etik secara profesional terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh insan KPK. Jadi saya berharap kepada KPK itu kepada dewasnya. Harus menegakkan kode etik, apalagi dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh misalnya Lili itu ya," ungkapnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain minim prestasi, Zen juga menyayangkan penindakan korupsi oleh penegak hukum terhadap orang dalam sendiri. Penanganan kasus yang melibatkan aparat penegak hukum sendiri disebut tidak pernah tuntas.

"Ada kasus Robin penyidik KPK yang menerima puluhan miliar diduga, terus kemudian ada Jaksa Pinangki, ada Jenderal Napoleon di kepolisian, jadi tiga-tiganya ini saling berlomba-lomba, ketiganya tidak lepas dari korupsi dan itu menunjukkan bahwa satu tahun terakhir ini pemberantasan korupsi suram dan justru institusi pemberantasan korupsinya tidak lepas dari korupsi dan sayangnya penyelesaian kasus-kasus itu penuh dengan masalah," pungkasnya. (Andri Prasetiyo/Buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Bilal Hasan Raih Kontrak UFC di Dana White's Contender Series, Siap Ikuti Jejak Jeka Saragih

Resmi! Bilal Hasan Raih Kontrak UFC di Dana White's Contender Series, Siap Ikuti Jejak Jeka Saragih

Dana White resmi mengumumkan ada empat nama petarung MMA yang mendapatkan kontrak UFC melalui jalur Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Salah satunya ada nama Bilal Hasan, yang siap mengikuti jejak Jeka Saragih mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Dari Dongeng hingga Cita-Cita, Kapolri Beri Ruang Anak untuk Berkarya

Dari Dongeng hingga Cita-Cita, Kapolri Beri Ruang Anak untuk Berkarya

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan ruang kepada tiga anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyampaikan cita-cita mereka.
Kena Sanksi Beruntun, Begini Nasib Tio Ferdian Rahmana usai Terseret Dugaan Skandal Minta Pacar Aborsi

Kena Sanksi Beruntun, Begini Nasib Tio Ferdian Rahmana usai Terseret Dugaan Skandal Minta Pacar Aborsi

Begini nasib Tio Ferdian Rahmana yang tengah menjadi sorotan usai terseret dugaan kasus kekerasan seksual dan pemaksaan aborsi ke Singapura terhadap kekasihnya.
Harga Pangan Hari Ini 12 Agustus 2026: Bawang Merah Rp39.400 per Kilogram hingga Bawang Putih Rp40.650 per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 12 Agustus 2026: Bawang Merah Rp39.400 per Kilogram hingga Bawang Putih Rp40.650 per Kilogram

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) mencatat harga pangan hari ini 12 Agustus 2026. 
Arsenal Butuh Dana usai Rekrut Bruno Guimaraes, Myles Lewis-Skelly Ditawarkan kepada Manchester United

Arsenal Butuh Dana usai Rekrut Bruno Guimaraes, Myles Lewis-Skelly Ditawarkan kepada Manchester United

Myles Lewis-Skelly kabarnya telah ditawarkan kepada Manchester United sebagai opsi bek kiri di bursa transfer musim panas ini. Arsenal membutuhkan pemasukan usai merekrut Bruno Guimaraes.
Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Hal itu terungkap saat Jaksa membacakan dakwaan untuk Yaqut terkait korupsi kuota haji 2023-2024 yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Selengkapnya

Viral