GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo: Dikasih Nilai Rendah, Difitnah, Diolok-olok, Dijelek-jelekan, Saya Tidak Gentar!

Calom presiden (Capres) nomor urur 2, Prabowo Subianto menyinggung soal dirinya yang sering mendapatkan olok-olohan dari pihak lain.
Minggu, 21 Januari 2024 - 07:55 WIB
Prabowo dan Gibran dalam acara Paku Integritas
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Muhammad Bagas

Jakarta, tvOnenews.com - Calon presiden (Capres) nomor urur 2, Prabowo Subianto menyinggung soal dirinya yang sering mendapatkan olok-olohan dari pihak lain.

Meskipun banyak mendapatkan serangan, Prabiwo mengatakan hak tersebut tak mempengaruhi semangatnya sama sekali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam acara Konsolidasi Silaturahmi Relawan Kalimantan Maju untuk Ibu Kota Nusantara di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/1/2024), Prabowo mengaku tak gentar akan hal itu.

"Saya tidak gentar. Saya difitnah, dihujat, diolok-olok, dijelek-jelekkin, saya tidak gentar," tegas Prabowo.

Ia juga menyinggung soal diberi nilai rendah oleh lawannya Anies Baswedan, capres nomor urut 1.

Ketua Umun Partai Gerindra itu mengaku tak gentar meskipun mendapatkan nilai rendah dari orang lain.

"Dikasih nilai rendah, saya tidak gentar. Yang saya takut, hanya Tuhan yang Maha Kuasa," tegas Prabowo. 

Dalam acara konsolidasi tersebut, Prabowo mengatakan akan berbakti dan membantu rakyat di sisa hidupnya.

"Saya hanya minta satu dari Yang Maha Kuasa, Ya Allah sebelum kau panggil aku, berilah saya kesempatan untuk berbakti, untuk rakyat saya. Berilah saya kesempatan untuk membantu rakyat saya, menghilangkan kemiskinan, karena itu sisa hidup saya, itu tujuan saya. Terserah orang mau kasih saya nilai berapa, terserah," tutupnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menilai kinerja Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan “11 dari 100” pada Debat Capres III, Minggu (1/7/2024). 

Pernyataan tersebut mengundang berbagai opini.

Perwira TNI Ngamuk Kemenhan Dinilai Rendah 

Pengamat Militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting menanggapi soal penilaian Capres 1, Anies Baswedan dan Capres 3, Ganjar Pranowo terhadap kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dipimpin Prabowo Subianto.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh Anies dan Ganjar di debat Capres ketiga beberapa waktu lalubmerupakan hal yang blunder.

Menurutnya nilai jeblok yang diberikan Anies dan Ganjar tersebut menyebabkan sejumlah petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) marah hingga merasa tidak dihargai.

“Beberapa petinggi perwira TNI itu sampai kemudian mengirim WA (WhatsApp) ke saya, dia bilang ‘ini sama saja tidak menghargai apa yang dilakukan Mabes TNI, Mabes Angkatan Darat, Mabes Angkatan Laut dan Mabes Angkatan Udara’,” kata Selamat Ginting dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dikutip Rabu (17/1/2024).

Ia menyebut dalam pesan tersebut sejumlah petinggi TNI mengadu bahwa nilai merah yang diberikan kepada Kemenhan sama dengan menjatuhkan moral prajurit.

“Karena Kementerian Pertahanan itu membangun kekuatan, Mabes TNI adalah pengguna kekuatan dan Mabes angkatan adalah Pembina kekuatan, mereka merasa pemberian nilai 5 dan pemberian nilai 11 adalah menjatuhkan nilai moral mereka,” jelasnya.

“Ini akan terpengaruh dalam keluarga-keluarga tentara dalam artian ‘kerja kami tidak dinilai secara baik oleh orang yang punya ambisi menjadi presiden’, itu pesan yang saya dapat di WA kemarin," sambungnya.

Sebelumnya, capres nomor 1, Anies Baswedan memberikan raport merah terkait kinerja Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

 Awalnya, Anies bertanya terkait kinerja Menhan Prabowo.

Lalu Ganjar memberi nilai 5. Anies juga ikut memberikan penilaian namun lebih rendah lagi dari penilaian yang diberikan Ganjar.

"Menurut saya skornya justru di bawah 5, kalau 5 terlalu ketinggian Pak Ganjar," kata Anies.

Setelah itu, Ganjar merespons jawaban Anies dengan meminta penilaian yang jelas soal kinerja Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mas Anies, jangan takut. Disebutkan aja angkanya berapa. Jangan, di bawah 5," sahut Ganjar.

"11 mas, dari 100," jawab Anies.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Mantan juara dua divisi UFC, Conor McGregor, memberikan prediksinya jelang duel Max Holloway melawan Charles Oliveira di UFC 326. Menurut petarung Irlandia.
Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah buka suara soal surat telegram yang diterbitkan oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus terkait pertimbangan Bangsit
Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengadakan pertemuan luar biasa pada 5 Maret 2026.
Jadwal One Way Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2026, Catat Tanggalnya​​​​​​​

Jadwal One Way Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2026, Catat Tanggalnya​​​​​​​

Musim mudik Lebaran 2026 akan segera tiba. Bagi masyarakat yang berencana pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, penting untuk memperhatikan -
Pertama di Indonesia, STIKES Bethesda Yakkum Luncurkan Sekolah Stroke Berbasis Kolaborasi Multidisipliner

Pertama di Indonesia, STIKES Bethesda Yakkum Luncurkan Sekolah Stroke Berbasis Kolaborasi Multidisipliner

Sebuah langkah revolusioner dalam penanganan pasca-stroke lahir di jantung Kota Pelajar. Empat orang penyintas stroke di Yogyakarta bekerja sama dengan STIKES Bethesda Yakkum resmi meluncurkan program "Sekolah Stroke".
Makna Wafat di Bulan Suci Ramadhan dalam Islam, Menjadi Pertanda Husnul Khatimah

Makna Wafat di Bulan Suci Ramadhan dalam Islam, Menjadi Pertanda Husnul Khatimah

Makna wafat di bulan Ramadhan menurut Islam. Apakah meninggal di bulan suci menjadi tanda husnul khatimah? Simak penjelasan ustaz berikut ini.

Trending

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengadakan pertemuan luar biasa pada 5 Maret 2026.
Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah buka suara soal surat telegram yang diterbitkan oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus terkait pertimbangan Bangsit
Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Mantan juara dua divisi UFC, Conor McGregor, memberikan prediksinya jelang duel Max Holloway melawan Charles Oliveira di UFC 326. Menurut petarung Irlandia.
Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Kabar duka yang mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu (7/3).
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026.
Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Performa gemilang Jay Idzes di Serie A Italia mulai memancing perhatian banyak pihak, termasuk di Eropa. Media Belanda tak habis pikir lihat nilai transfernya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT