News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kritik untuk Pemerintahan Jokowi Terus Berlanjut, IPB Serukan Demokrasi Bermartabat dalam 5 Poin Penting Ini

Menyusul kampus-kampus lain di Indonesia, Forum Keluarga Besar Institut Teknologi Bogor (IPB) sampaikan 5 poin Seruan dari Bogor, pada Sabtu (3/2/2024) malam.
Minggu, 4 Februari 2024 - 07:51 WIB
Forum Keluarga Besar IPB memberikan pernyataan sikap terhadap politik yang bermartabat dan persoalan-persoalan ysng terjadi di Indonesia belakangan ini dalam domain pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan.
Sumber :
  • Eko Hadi Lasmono/tvOne

Bogor, tvOnenews.com - Menyusul kampus-kampus lain di Indonesia, Institut Teknologi Bogor (IPB) sampaikan 5 poin Seruan dari Bogor pada Sabtu (3/2/2024) malam.

Forum Keluarga IPB mengeluarkan seruan tersebut untuk praktik demokrasi yang lebih bermartabat di tengah tantangan yang mengancam kesatuan dan persatuan bangsa, serta keberlanjutan pembangunan dalam mewujudkan kemakmuran dan keadilan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seruan ini disampaikan oleh Hariadi Kartodihardjo selaku perwakilan forum dalam konferensi persnya di IPB International Convention Center (IICC), Sabtu (3/2/2024) malam.

“Adanya indikasi kuat bahwa tata kelola pemerintahan tidak berjalan dengan baik yang ditunjukkan oleh praktik penyimpangan sistem demokrasi,” kata Hariadi. 

Forum turut menegaskan komitmen dan perjuangan IPB sebagai Kampus Rakyat yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip kejujuran, objektivitas, pemeliharaan keserasian, dan keberlanjutan kehidupan di muka bumi; keberpihakan terhadap kepentingan bangsa, dan senantiasa berorientasi ke arah masa depan yang lebih maju dan lebih berkeadilan.

“Forum juga mengingatkan bahwa IPB adalah oase peradaban tempat pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dalam arti luas, dan penguatan etika dan penegakkan kebenaran,” katanya. 

IPB berpedoman pada Sila keempat Pancasila "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan".

Seruan forum berisi lima poin penting, yaitu:

1. Kepemimpinan dan pemerintahan Indonesia harus dikembalikan pada semangat sila keempat Pancasila. Sistem demokrasi harus dijalankan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan individu, kelompok dan penguasa;

2. Kepemimpinan nasional wajib dipilih melalui proses demokrasi yang bebas, jujur, dan adil untuk memperoleh legitimasi kuat dari rakyat, serta dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan check and balance antara pemerintah, DPR dan DPD yang baik;

3. Pemimpin nasional harus menjunjung tinggi etika dan moral yang sejalan dengan sumpah jabatan sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan menjadi teladan bagi rakyat;

4. Peraturan perundang-undangan dan pelaksanaannya harus dikembalikan pada amanat rakyat dan akal sehat. Untuk itu, pejabat pemerintah dan aparatur negara, terutama penegak hukum, harus menjaga profesionalitas dan netralitas antara lain dalam penyelenggaraan pemilu;

5. Sikap dan suara kritis sivitas akademika dan setiap warga negara harus dilindungi dan dapat diekspresikan tanpa rasa takut untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

Forum menutup pernyataannya dengan menyampaikan "Seruan dari Bogor" ini kepada semua pihak demi keutuhan dan keadaban bangsa. 

Forum juga mengharapkan dan mendorong proses suksesi kepemimpinan nasional melalui pemilu yang berlangsung tertib, aman dan damai.

“Keluarga besar IPB akan terus semangat mengabdi dan bekerja keras untuk kejayaan negeri ini agar upaya kita mendapat rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa,” harapnya.

Sesuatu yang terkait dengan situasi politik di Indonesia dan lebih spesifik IPB ingin menanggapi juga beberapa hal yang terkait dengan perkembangan di lapangan.

Menurut Hariadi, inti sebenarnya adalah pelaku-pelaku yang selama ini bekerja di IPB. 

Aspek yang dibahas fokus pada pertanian dalam arti luas tetapi yang dilaksanakan lebih banyak nilai-nilai yang terkait bagaimana sebetulnya pembangunan yang lebih luas dapat dilanjutkan dan ditegaskan di dalam pemerintahan yang segera akan berganti ini.

“IPB melihat seperti itu pertama yang dilihat adalah domain keilmuan dari seluruh fakultas di IPB. Jadi ada kehutanan disana, ada pertanian ada yang lain-lain terkait dengan itu. 

Yang kita tahu, sambung Hariadi semua aspek ini banyak sekali persoalan baik di sektor kehutanan, pertanian dan seterusnya.

Ketika dilanjutkan mengapa itu terjadi maka ini sangat ditentukan bagaimana kepemimpinan sekarang dan yang akan datang dapat menjalankan misi-misi yang sudah tertuang dalam undang-undang maupun undang-undang itu juga masih dianggap bermasalah. 

“Jadi orientasinya IPB ini sebenarnya kita sebut seperti tadi pertanian dalam arti luas juga bukan saja pertanian pangan tetapi juga menyangkut lingkungan hidup seperti yang saya jelaskan,” tandasnya.(ehl/muu)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Catat! Operasi Patuh Jaya 2026 Mulai 8 Juni Lebih Galak, Pelanggaran Kasat Mata Langsung Ditilang

Catat! Operasi Patuh Jaya 2026 Mulai 8 Juni Lebih Galak, Pelanggaran Kasat Mata Langsung Ditilang

Pengendara di Jakarta dan sekitarnya diminta lebih disiplin saat berkendara. Sebab, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bakal menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 selama dua pekan, mulai 8 hingga 21 Juni 2026.
Taspen Cairkan Gaji ke-13, 99% Peserta Pensiun Sudah Terima di Hari Pertama Penyaluran

Taspen Cairkan Gaji ke-13, 99% Peserta Pensiun Sudah Terima di Hari Pertama Penyaluran

Pembayaran Gaji ke-13 tersebut disalurkan melalui 46 mitra bayar TASPEN yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan total penerima sebanyak 3,25 juta peserta.
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya Mulai 8 Juni, Ada 10 Target Sasaran: Kendaraan Tanpa Pelat Nomor-Lawan Arus

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya Mulai 8 Juni, Ada 10 Target Sasaran: Kendaraan Tanpa Pelat Nomor-Lawan Arus

Ditlantas Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2026, yang menyasar kendaraan pelanggar lalu lintas. Operasi ini digelar selama dua minggu, terhitung mulai Senin, 8 Juni 2026.
KPK Jadwalkan Periksa Ketum PP Hingga Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

KPK Jadwalkan Periksa Ketum PP Hingga Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan Ketua Umum (Ketum) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno dan Ketua PP Kalimantan Timur Said Amin, Rabu (3/6/2026)
Debarkasi Surabaya Catat 3.791 Jamaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Indonesia

Debarkasi Surabaya Catat 3.791 Jamaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Indonesia

Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Surabaya terus berjalan lancar.
Polisi Usut Aliran Dana Hingga Dugaan TPPU Bos Travel Hanania Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Umrah

Polisi Usut Aliran Dana Hingga Dugaan TPPU Bos Travel Hanania Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Umrah

Polda Metro Jaya masih mendalami soal kasus Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional berinisial, Ahmad Syah Farhan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan perjalanan umrah Hanania Group

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar kabar mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya dijemput. 
Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Penangkapan Kapal Tongkang Capicorn milik PT Putera Mineral Mandiri (PPM) yang mengangkut 25 kontainer muatan bahan mineral tambang timah dan ilminite yang akan diekspor ke Singapura menuai berbuntut panjang.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia Vs Singapura Malam Ini

Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia Vs Singapura Malam Ini

Timnas Putri Indonesia akan menghadapi Singapura dalam agenda FIFA Women's Matchday melalui ajang Garuda Championship Series 2026. Berikut jadwalnya.
Selengkapnya

Viral