LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Eks Komisioner KPK Surati Kapolri untuk Tahan Firli Bahuri
Sumber :
  • istimewa - Antara

Eks Komisioner KPK Surati Kapolri untuk Tahan Firli Bahuri

Sejumlah eks Komisioner KPK tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyurati Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk lakukan penahan ke Firli Bahuri

Jumat, 1 Maret 2024 - 20:35 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah mantan Komisioner KPK yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyurati Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan penahan terhadap Firli Bahuri, tersangka kasus dugaan tindak pidana pemerasan terhadap Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Desakan ini disampaikan oleh sejumlah mantan Komisioner KPK, seperti Abraham Samad, Muhamamd Jasin dan Saut Sitomorang yang datang ke Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/3/2024), untuk melayangkan surat permintaan permohonan untuk dilakukan penahanan terhadap Firli Bahuri.

“Kalau enggak salah, hari ini memasuki hari ke-100 pascaditetapkannya Firli jadi tersangka,” kata Abraham Samad.

Samad mengatakan pihaknya mengamati penanganan perkara Firli Bahuri terkesan jalan di tempat karena tidak ada progres yang menunjukkan kemajuan yang siginifikan salah satunya penahanan terhadap tersangka.

Baca Juga :

Menurut dia, sudah seharusnya Firli Bahuri ditahan dikarenakan tindak pidana yang dilakukan memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan, termasuk ancaman hukumannya yang lebih di atas lima tahun.

“Pasal-pasal yang dilakukan Firli itu sudah memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, lanjud Samad, pihaknya mengkhawatirkan perkara ini menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Tanah Air. 

Oleh karena itu, dalam banyak kasus hukum melibatkan masyarakat sipil yang disidik kepolisian terkesan cepat-cepat untuk ditahan. Namun, di kasus Firli Bahuri tidak ditahan.

“Kalau kita berkaca dari azas hukum equality before the law maka menjadi keharusan Firli ditahan. Kenapa? agar masyarakat melihat bahwa equality before the law itu memang diterapkan. Semua orang sama kedudukannya di depan hukum,” beber Samad.

Selain itu, kata Samad, kejahatan yang dilakukan oleh Firli di dalam Undang-Undang KPK masuk kategori kejahatan korupsi level tinggi, yakni pasal pemerasan. Sehingga, bila tersangka tidak ditahan bisa menimbulkan dampak sosial.

Samad juga mengatakan bahwa kasus yang sudah berjalan lama maka setidaknya penyidik melakukan penahanan agar mencegah tersangka bisa melakukan hambatan-hambatan atau bisa seketika mempengaruhi proses jalannya persidangan.

“Itulah kekahawatiran kami,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammadi Jasin menambahkan, dirinya sebagai saksi ahli yang dimintai keterangan bersama Saud Sitomorang sudah menyampaikan kepada penyidik bahwa Firli Bahuri layak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Selain itu, kata dia, berdasarkan pasal yang disangkakan kepada Firli, yakni Pasal 12 e dengan ancaman hukuman lima tahun digandengkan dengan Pasal 12B yakni gratifikasi dengan ancaman hukum bisa 20 tahun. 

Maka sudah selayaknya dilakukan penahan untuk menjaga keamanan agar tidak mengulangi perbuatan atau menghilangkan barang bukti yang penting, atau melarikan diri.

“Ini yang menjadikan triger kami bersama-sama dengan yang hadir di sini semuanya untuk segera mendorong Kapolri melakukan penahanan terhadap Filri Bahuri,” kata Jasin.

Saut Situmorang mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Firli Bahuri selama bekerja di KPK mulai dari deputi hingga menjadi pimpinan, semua bermasalah. 

Bila dilihat dari hukum yang harus adil, bermanfaat dan pasti. Maka, apa yang berlaku terhadap Firli saat ini, kata dia, tidak adil.

“Oleh sebab itu, kami datang ke sini untuk kepastian hukum, untuk kebermanfaatan hukum dan keadilannya, kepastiannya,” ujar Saut.

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Julius Ibrani menyampaikan, ada keharusan dalam penanganan kasus Firli Bahuri untuk segera disidangkan guna menentukan siapa yang bersalah. Karena, kasus tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi ada juga kasus korupsi yang melibatkan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Sebagai pejabat KPK, ketua KPK pada saat diduga melakukan pemerasan itu, dibalik pemerasan ada juga Pasal 12B gratifikasi nya. Jadi ini kasus yang sistematik dan struktural dan Pasal 36 jadi ini bukan satu pasal saja bukan satu dugaan tindak pidana, dia struktural sistemik penting,” kata Julius.

Menurut Julius, ketika terjadi perlambatan proses penanganan perkara, maka yang dilanggar oleh penyidik adalah profesionalitasnya dalam memeriksa perkara. Selain itu, perlambatan penanganan kasus berpotensi kepolisian menghadapi gugatan praperadilan.

Oleh karena itu, kata dia, Koalisi Masyarakat Sipil juga meminta Kapolri untuk memonitor langsung, mendorong prioritas penanganan agar perkara dimaksud dipercepat segala pengambilan kewenangan termasuk penahanan.

“Karena satu-satunya kewenangan untuk memastikan durasi pemeriksaan adalah penahanan, dalam konteks upaya paksa penahanan penyidik dibatasi waktu dan tidak boleh melampaui batas waktu itu,” katanya.

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan juga menyampaikan bahwa langkah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap KPK. Sehingga penuntasan perkara Firli Bahuri bisa jadi perkara lainnya yang terkait bisa diusut juga.

“Terkait perkara Firli Bahuri ini saya yakin perbuatannya banyak. Dan kalau yang satu ini belum dituntaskan bagaimana bisa mengungkapkan perkara-perkara yang lain, dan tentu dengan dituntaskan jadi bisa menjadi detterent effect terhadap siapapun yang bertugas memberantas korupsi jangan sampai terus berbuat korupsi. Apalagi posisinya di KPK,” kata Novel. (ant/aag)

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Begini Kondisi Psikologis Saka Tatal Jelang Sidang PK, Mantan Terpidana Kasus Vina itu Sering Emosi Jika Disinggung Soal Masa Lalu: Seperti Menyimpan...

Begini Kondisi Psikologis Saka Tatal Jelang Sidang PK, Mantan Terpidana Kasus Vina itu Sering Emosi Jika Disinggung Soal Masa Lalu: Seperti Menyimpan...

Begini kondisi psikologis dari Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon diungkapkan oleh kuasa hukumnya menjelang sidang Peninjauan Kembali.
Sejumlah Daerah Masih Pemungutan Suara Ulang, KPU Ungkap Jadwal Rekapitulasi Suara Pileg 2024

Sejumlah Daerah Masih Pemungutan Suara Ulang, KPU Ungkap Jadwal Rekapitulasi Suara Pileg 2024

Plt Ketua KPU RI Mochamad Afifuddin mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu beberapa daerah yang sedang melakukan pemungutan suara ulang (PSU) Pileg 2024.
Muak dengan Pungli Pembuatan Sertfikat Tanah, Puluhan Warga Berunjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Sumbawa

Muak dengan Pungli Pembuatan Sertfikat Tanah, Puluhan Warga Berunjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Sumbawa

Massa menuntut agar oknum perangkat desa yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terkait pembuatan sertifikat tanah segera diproses secara hukum.
Berkat ini, Kemenag Sebut Penurunan Angka Perceraian pada 2023 sampai Puluhan Persen

Berkat ini, Kemenag Sebut Penurunan Angka Perceraian pada 2023 sampai Puluhan Persen

Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan peran fasilitator bimbingan perkawinan (Bimwin) menjadi faktor penurunan angka perceraian pada 2023 sampai 10,2 persen.
Puluhan Pemuda Berunjuk Rasa Buntut Polemik Hilangnya Kunci Brankas Benda Pusaka dan Mahkota Kerajaan Gowa

Puluhan Pemuda Berunjuk Rasa Buntut Polemik Hilangnya Kunci Brankas Benda Pusaka dan Mahkota Kerajaan Gowa

Puluhan mahasiswa dan pemuda yang mengatakan dirinya pemerhati budaya, menggelar aksi unjuk rasa terkait polemik Pengelolaan Museum dan istana kerajaan Balla Lompoa di Gowa, Sulawesi Selatan.
Jens Raven Gacor Bersama Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong Tendang Pemain Keturunan dari Liga Belanda Ini ke Bangku Cadangan?

Jens Raven Gacor Bersama Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong Tendang Pemain Keturunan dari Liga Belanda Ini ke Bangku Cadangan?

Posisi pemain keturunan ini terancam di Timnas Indonesia dengan hadirnya Jens Raven yang berhasil mencetak gol di laga Timnas Indonesia U-19 lawan Filipina.
Trending
Gagal Menang dari Myanmar, Suporter Vietnam Malah Menyalahkan Indonesia, Sampai Ungkap Kata-kata Nyelekit

Gagal Menang dari Myanmar, Suporter Vietnam Malah Menyalahkan Indonesia, Sampai Ungkap Kata-kata Nyelekit

Suporter Vietnam meluapkan rasa kesalnya kepada Indonesia setelah gagal raih kemenangan pada pertandingan Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora 10 November.
Misteri CCTV Kasus Vina Dijawab Polda Jabar, Kompolnas Bocorkan Faktanya

Misteri CCTV Kasus Vina Dijawab Polda Jabar, Kompolnas Bocorkan Faktanya

Kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon masih menyita perhatian publik. Apalagi, atas kebebasan Pegi Setiawan di sidang Praperadilan.
Dedi Mulyadi Berani Tantang Bareskrim Polri Bongkar Bukti Kasus Vina Cirebon, Polda Jabar Panik sampai Beberkan Hal ini…

Dedi Mulyadi Berani Tantang Bareskrim Polri Bongkar Bukti Kasus Vina Cirebon, Polda Jabar Panik sampai Beberkan Hal ini…

Dedi Mulyadi tantang Bareskrim Polri usai Iptu Rudiana resmi dilaporkan. tim psikolog yang memeriksa Pegi Setiawan beberkan penyebab penyidik Polda Jabar panik
Ini Alasan Shin Tae-yong Tak Bisa Berbicara Bahasa Indonesia Meski Sudah Gabung Timnas Indonesia Sejak 2019

Ini Alasan Shin Tae-yong Tak Bisa Berbicara Bahasa Indonesia Meski Sudah Gabung Timnas Indonesia Sejak 2019

Shin Tae-yong bergabung dengan Timnas Indonesia pada Desember 2019 silam dan mendapatkan perpanjangan kontrak sampai 2027 mendatang. 
Buntut Laporan Terhadap Iptu Rudiana, Polda Jabar Bocorkan Fakta Mecengangkan

Buntut Laporan Terhadap Iptu Rudiana, Polda Jabar Bocorkan Fakta Mecengangkan

Buntut viralnya laporan terhadap ayah almarhum Eky, Iptu Rudiana atas kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon. Ternyata, menuai perhatian publik hingga menuai
Jens Raven dan Welber Jardim Starter! Ini Prediksi Susunan Pemain Ideal Timnas Indonesia U-19 Vs Kamboja Besok

Jens Raven dan Welber Jardim Starter! Ini Prediksi Susunan Pemain Ideal Timnas Indonesia U-19 Vs Kamboja Besok

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 Vs Kamboja di Piala AFF U-19 2024 pada Sabtu (20/7/2024) pukul 19.30 WIB.
Perjuangan Orang Tua Tunggal Bangun Usaha Usai Terpuruk, Fadly Alberto Mampu Wujudkan Karier Jadi Striker Timnas U-16

Perjuangan Orang Tua Tunggal Bangun Usaha Usai Terpuruk, Fadly Alberto Mampu Wujudkan Karier Jadi Striker Timnas U-16

Perjuangan orang tua tunggal, Piana membesarkan Fadly Alberto Hangga hingga mampu mencapai karier sepak bola bersama Timnas Indonesia U-16.
Selengkapnya