News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sadis Ibu Kandung di Bekasi Bantai Anak Usia 5 Tahun, Polisi : Gunakan Sebilah Pisau

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap detik-detik ibu kandung di Kota Bekasi tega membantai anaknya berusia 5 tahun.
Kamis, 7 Maret 2024 - 20:37 WIB
Tewasnya Bocah 5 Tahun di Bekasi
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap detik-detik ibu kandung di Kota Bekasi tega membantai anaknya berusia 5 tahun.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan sang ibu kandung tega menghabisi nyawa putranya itu menggunakan sebilah pisau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, pihak kepolisian mendapati sebilah pisau yang penuh dengan ceceran darah di lokasi tewasnya bocah usai 5 tahun itu.

"Barbuk yang ditemukan berupa sebilah pisau. sedangkan untuk hasil pemeriksaan visum sementara bahwa terdapat sekitar 20 luka tusukan di tubuhnya," kata Wira kepada awak media, Jakarta, Kamis (7/3/2023).

Di sisi lain, Wira mengungkap detik-detik kronologi ibu kandung diduga membunuh bocah berusia 5 tahun di Kota Bekasi.

(Alat bukti yang diduga digunakan oleh pelaku untuk membunuh anak kandungnya ditemukan di TKP, di bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/3/2024). Sumber: istimewa)

Sadisnya, aksi pembunuhan oleh ibu kandung itu dilakukan dengan cara menusukkan sebilah pisau secara berulang kali hingga bocah tersebut tak lagi bernyawa.

"Dari hasil olah TKP ditemukan bahwa korban ditusuk berkali-kali dan yang mana diduga pelaku nya merupakan ibu kandung dari pada korban," kata Wira kepada awak media, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Wira menuturkan aksi kejih sang ibu kandung itu dilakukan dengan sebilah pisau dapur yang berada di kediamannya. 

Menurutnya saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ibu kandung bocah tersebut yang masih berstatus terduga pelaku.

"Saat ini masih kita belum lakukan gelar perkara. Kita masih lakukan pendalaman. jadi masih terduga sebagai pelaku," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, entah apa yang merasuki sang ibu kandung di Kota Bekasi yang diduga tega membantai anak kandungnya berinisial A.

Pasalnya, A didapati tewas bersimbah dari di kediamannya kawasan Kelurahan Harapan Baru, Kota Bekasi pada Kamis (7/3/2024) usai nyawanya diduga dihabisi sang ibu kandung.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan korban didapati tewas bersimbah darah dengan puluhan luka tusuk pada tubuh mungilya itu.

"Luka tusuk sebanyak 20 kali," kata Firdaus saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Firdaus menuturkan saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ibu kandungnya itu.

Tak hanya itu, kepolisian turut serta melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi lain yang diduga terlibat dalam dugaan kasus pembunuhan itu.

"1 pelaku dan 2 saksi. Saksi lagi diperiksa," katanya. 

Sadis Ibu di Bekasi Diduga Bantai Anak Kandungnya Usia 5 Tahun Hingga Tewas 

Sadis bocah berusia 5 tahun inisial A ditemukan tewas bersimbah darah dengan penuh luka tusukan di kediamannya Kelurahan Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan bocah tersebut didapati merupakan korban aksi pembunuhan.

"Korban 5 tahun 7 bulan," kata Firdaus saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Firdaus menjelaskan terduga pelaku pembunuhan terhadap bocah 5 tahun itu merupakan ibu kandungnya sendiri.

Menurutnya saat ini kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap ibu dari bocah tersebut.

"Ibu korban terduga pelaku," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Yuliati mengungkap saat ini jasad korban tengah dibawa ke RS Polri untuk dilakukan visum.

Pihaknya pun mengaku telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara temuan jasad bocah berusia 5 tahun bersimbah darah tersebut.

"Sudah monitor tadi Dirkrimum sudah cek TKP. Penanganan penyelidikan, Dilanjut Polres Metro Bekasi Kota," katanya saat dihubungi terpisah. (raa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Elecrtic PLN Dikalahkan Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026, Kara Bajema Dkk Dinilai Tak Maksimal

Jakarta Electric PLN kalah dengan skor 1-3 (21-25, 22-25, 25-17, 19-25) dari Popsivo Polwan pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sritex Arena Solo, Jumat 19 April 2026 kemarin.
Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Rhoma Irama hingga Ikke Nurjanah Ikut Terdampak, Belasan LMK Pertanyakan Kinerja LMKN Terkait Distribusi Royalti

Sejumlah lembaga secara kolektif mempertanyakan transparansi distribusi royalti yang dinilai tidak sesuai dengan amanat UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Hari Pertama WFH ASN, LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna hingga 10 Persen

Jumlah pengguna LRT Jabodebek alami penurunan 10 persen hari pertama kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat Soroti Potensi Intervensi Opini Publik dalam Kasus Chromebook Nadiem, Narasi Pembelaan di Medsos Dinilai Tak Etis

Pengamat hukum Fajar Trio menilai maraknya konten yang seolah mengambil peran sebagai hakim di luar persidangan kasus Nadiem menjadi fenomena yang perlu diwaspadai.
Link Live Streaming Final Four Proliga 2026, 10 April: Ada Big Match! Gresik Phonska Plus Tantang Popsivo Polwan

Link Live Streaming Final Four Proliga 2026, 10 April: Ada Big Match! Gresik Phonska Plus Tantang Popsivo Polwan

Link Live Streaming Final Four Proliga 2026 Sabtu 11 April menjadi laga perdana putaran kedua Proliga 2026 dimulai dengan dua laga di sektor putri dan putra.
Prabowo Mundur Jadi Ketum PB IPSI, Mau Fokus Jadi Presiden: Emban Tugas Kebangsaan Menyita Banyak Waktu

Prabowo Mundur Jadi Ketum PB IPSI, Mau Fokus Jadi Presiden: Emban Tugas Kebangsaan Menyita Banyak Waktu

Presiden Prabowo Subianto resmi menyatakan tidak akan melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) karena ingin fokus.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Selengkapnya

Viral