News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memanas Gus Fuad Plered dengan Tegas Minta Kapolri Tangkap Habib Rizieq Shihab, Ini Penyebabnya

Gus Fuad Plered minta Kapolri tangkap Habib Rizieq Shihab karena sudah memprovokasi masyarakat untuk memberontak kepada negara, terkait dengan hasil Pemilu 2024
Kamis, 21 Maret 2024 - 06:55 WIB
Kolase Gus Fuad Plered (kiri) dan Habib Rizieq Shihab
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube

Jakarta, tvOnenews.com - Gus Fuad Plered meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menangkap Habib Rizieq Shihab.

Gus Fuad Plered menilai Habib Rizieq Shihab sudah memprovokasi masyarakat untuk memberontak kepada negara, terkait dengan hasil Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu berdasarkan potongan video ceramah Habib Rizieq Shihab yang ditunjukkannya dalam channel YouTube resmi Gus Fuad Plered yakni Gus Fuad Channel beberapa waktu lalu.

"Kenapa kita pakai judul 'Pak Kapolri Tolong Tangkap Habib Rizieq Shihab!!' karena ini nanti videonya saya putarkan, di video ini nyata-nyata Habib Rizieq Shihab itu memprovokasi masyarakat untuk memberontak kepada negara," tuturnya dalam channel YouTube resminya yang dikutip tvOnenews, Kamis (21/3/2024).

Dalam video tersebut tampak Habib Rizieq Shihab tengah berceramah di hadapan para jamaah. Rizieq Shihab tampak memprovokasi jemaahnya untuk memberontak.

"MK (Mahkamah Konstitusi) bilang 'Oh enggak bisa ini tidak akurat, ini buktinya enggak kuat, enggak boleh dibawa ke MPR selesai!' jasa paman. Udah repot, udah pake jasa paman, Bu, anak kecil aja boleh jadi cawapres, emang jasa siapa? jasa paman," kata Habib Rizieq menyindir MK.

"Kira-kira jelas enggak bu? jelas gak? Nah itu sebetulnya cara menyelesaikan, gak perlu ribut, yang penting DPR-nya adil, MK-nya juga adil, nah saya berharap begitu, jadi enggak usah ribut," tambah Habib Rizieq Shihab dalam video tersebut.

"Tapi kalau MK-nya tidak jujur, tidak adil, DPR-nya enggak dipercaya lagi oleh rakyat, ada jalan ketiga, apa jalan ketiga? ekstra parlementer. Bu ekstra pararlementer maksudnya perjuangan di luar parlemen, apa tuh? rapat jalanan, apa tuh? sidang rakyat, apa tuh? people power, apa tuh? revolusi, apa sih tuh? berontak! puyeng-punyeng amat!" tuturnya.

Selanjutnya, Habib Rizieq Shihab menegaskan jika maksudnya adalah memberontak. 

"Ngomong begini enggak paham, begitu enggak paham, ya udah ngomong berontak! paham kan?" tegasnya dalam video singkat tersebut.

Menanggapi potongan video tersebut, Gus Fuad Plered menyebut jika Habib Rizieq Shihab tengah membahas soal Pilpres 2024 dalam ceramahnya. 

Namun Gus Fuad menilai Rizieq Shihab telah memprovokasi masyarakat.

"Itu provokator. Itu namanya Habib Rizieq memanfaatkan, dalam tanda petik ketidaktahuan masyarakat untuk kepentingan-kepentingan politik, yang jelas-jelas ini merusak tatanan, merusak bangsa dan negara," ungkapnya.

Menurutnya, orang yang mengajak memberontak dari segi hukum negara maupun hukum agama merupakan penghkhianat. Oleh karena itu Gus Fuad dengan tegas meminta Kapolri untuk bertindak.

"Sudah wajib nih Pak Kapolri menangkap Habib Rizieq Shihab. Kalau dibiarkan nanti kasihan orang-orang yang tidak paham, orang-orang yang anggota masyarakat yang literaturnya terbatas, terprovokasi, terhasut ya bisa rusak nanti. Bisa muncul akibat-akibat yang tidak terduga," tuturnya. 

Meski begitu, Gus Fuas optimis kalau provokasi Habib Rizieq Shihab itu tidak akan digubris jemaahnya. 

"Jadi ya prilaku para Habib ini menurut saya memang harus disiplinkan oleh negara, yang satu kasar-kasar gitu kayak Habib Rizieq, kayak Habib Bahar gitu. Berontak terus menghasut masyarakat warga negara untuk membenci pemerintah, yang sedang bertugas," katanya.

Menurutnya pemerintah tidak bisa main-main lagi, sudah saatnya pemerintah bersikap tegas dan keras.

"Jadi tidak ada kompromi bagi para pemberontak. Bagi orang yang terus-menerus memprovokasi rakyat untuk membenci pemerintah," ujarnya.

"Enggak ada ampun lagi dong. Pak Kapolri harus tegas, enggak usah nunggu presiden baru, udah sekarang. Nanti presiden baru juga harus lebih galak lagi jangan malah bermesra-mesra," katanya.

Gus Fuad menegaskan, Indonesia sudah bersepakat, bukan negara agama tetapi negara yang diilhami oleh nilai-nilai luhur semua agama yang terkristalisasi, terumuskan dalam Pancasila.

"Sudah disepakati sejak Tahun 1945 bahwa kita NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar '45 udah titik, yang mau ganggu, yang mau merusak itu minggat dari sini titik," tegasnya. 

"Jangan tanamkan kebencian di hati masyarakat kepada pemerintah yang sedang bertugas, pemerintah yang terpilih secara demokratis," katanya. 

"Memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat bawah untuk kalian jadikan korban, jadikan martil," pungkasnya.

Sampai berita ini dibuat, belum ada konfirmasi resmi dari Gus Fuad Plered soal statmennya di YouTube tersebut, maupun tanggapan dari Kapolri dan Habib Rizieq Shihab. (muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Apresiasi Jawa Tengah Pesan Bus Listrik Produksi PT VKTR Sakti Industries di Magelang

Presiden Prabowo Apresiasi Jawa Tengah Pesan Bus Listrik Produksi PT VKTR Sakti Industries di Magelang

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).
Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Disorot Dedi Mulyadi, Perawat Terancam Sanksi Berat

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Disorot Dedi Mulyadi, Perawat Terancam Sanksi Berat

Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti soal kasus seorang ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Perawat terancam sanksi berat.
Tiba-tiba Ada Bisikan, Suara Hati Seorang Ibu yang Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung kepada Dedi Mulyadi

Tiba-tiba Ada Bisikan, Suara Hati Seorang Ibu yang Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung kepada Dedi Mulyadi

Pengakuan seorang ibu di RSHS Bandung kepada Dedi Mulyadi soal firasat dan 'bisikan' yang menyelamatkan bayinya yang nyaris dibawa orang tak dikenal.
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Jakarta ‘Bernapas’! Efek WFH Disebut Polisi Bikin Jalanan Ibu Kota Mendadak Lengang

Jakarta ‘Bernapas’! Efek WFH Disebut Polisi Bikin Jalanan Ibu Kota Mendadak Lengang

Pemandangan tak biasa terjadi di jalanan Ibu Kota. Di saat hari kerja biasanya identik dengan kemacetan, kali ini arus lalu lintas Jakarta justru terlihat lebih “bernapas”. Sejumlah ruas jalan utama yang biasa padat mendadak lengang.
Kurniawan Dwi Yulianto Terpukau Lihat Progres Timnas Indonesia U-17, Sebut Mental Garuda Kian Matang Jelang Piala AFF 2026

Kurniawan Dwi Yulianto Terpukau Lihat Progres Timnas Indonesia U-17, Sebut Mental Garuda Kian Matang Jelang Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyoroti perkembangan tim asuhannya jelang Piala AFF U-17 2026. Ia menilai ada kemajuan signifikan.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral