News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Timnas AMIN Bandingkan Pemilu 2024 dengan Pemilu 1971, Apa Maksudnya?

Sudirman Said selaku Co-captain Timnas AMIN membandingkan Pemilu Presiden 2024 dengan Pemilu 1971. Ia juga membandingkan kondisi perekonomian Indonesia saat itu.
Rabu, 3 April 2024 - 09:31 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Co Captain Timnas AMIN Sudirman Said dalam acara bedah buku ‘NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971’ di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Co-captain Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), Sudirman Said, membandingkan cara-cara yang dilakukan pada Pemilu 2024 dengan Pemilu 1971.

Hal itu disampaikan Sudirman Said dalam acara bedah buku berjudul ‘NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971’. Dalam diskusi itu, hadir juga Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, Sudirman Said menceritakan pengalamannya soal kekerasan hingga intimidasi yang dilakukan rezim Orde Baru kala Pemilu 1971. Ia lantas menyampaikan beberapa perbandingan mengenai perbedaan kondisi perekonomian Indonesia saat itu.

"Angka buta huruf masih sangat tinggi. Jadi waktu itu kira-kira pemerintah yang baru selesai mengambil alih dari Orde Lama yang memang mewarisi situasi ekonomi yang sangat berat kira-kira sedang berbenah,” jelas Sudirman Said saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

“Karena itu memang melakukan konsolidasi besar-besaran, gila-gilaan yang tadi dikatakan impact-nya ternyata sama pada 20 tahun ke depan 1998 bisa urai kemudian terjadi perubahan mendasar," tambah dia.

tvonenews

Dia lantas menyebut cara berpikir dan bertindak yang dilakukan rezim Orde Baru saat itu ternyata sama dengan pemerintahan saat ini. Sudirman menyebut cara yang dilakukan saat ini lebih kuno.

"Yang saya mau sampaikan di sini adalah ada satu pondasi berpikir dan bertindak berbeda tapi melakukan hal-hal yang sama bahkan lebih primitif dari pada yang dikerjakan pada tahun 70an," jelas Sudirman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, dia menyinggung agar semua pihak kembali kepada aspek moralitas dan berjalan normal.

"Seluruh perubahan besar pemerintahan pak Jokowi adalah sejarah dari 1908, 1928, 1945, 1965 sampai dengan reformasi 1998 seluruh kejadian desakannya adalah desakan karena kita ingin kembali kepada kenormalan kita ingin kembali kepada moral," pungkasnya. (saa/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mahasiswa Ramai-ramai Teriak saat Ayah Pelaku Ciuman Sesama Jenis di PNJ Sujud Minta Maaf: Gak Usah Pak!

Mahasiswa Ramai-ramai Teriak saat Ayah Pelaku Ciuman Sesama Jenis di PNJ Sujud Minta Maaf: Gak Usah Pak!

Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) ramai-ramai berteriak menggemuruhkan lokasi saat ayah ARM, mahasiswa pelaku ciuman sesama jenis sujud minta maaf.
Erick Thohir Bocorkan Strategi Besar Timnas Indonesia, John Herdman Berani Andalkan Wonderkid demi Dongkrak Ranking FIFA

Erick Thohir Bocorkan Strategi Besar Timnas Indonesia, John Herdman Berani Andalkan Wonderkid demi Dongkrak Ranking FIFA

Menjelang dua laga FIFA Matchday melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Erick menegaskan pentingnya proses regenerasi pemain muda demi meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional.
Piala Dunia 2026 Jadi yang Terakhir: Lionel Messi Dapat Fasilitas Khusus, Terungkap Alasan Haru di Baliknya

Piala Dunia 2026 Jadi yang Terakhir: Lionel Messi Dapat Fasilitas Khusus, Terungkap Alasan Haru di Baliknya

Lionel Messi menerima fasilitas khusus di pusat pelatihan Piala Dunia 2026 yang tidak dimiliki pemain lain. Tahun ini adalah tahun terakhirnya bersama Argentina untuk keikutsertaannya di Piala Dunia keenam.
Disingkirkan Ganda China di Babak Pertama Indonesia Open 2026, Fajar Alfian: Ini Penampilan Paling Buruk

Disingkirkan Ganda China di Babak Pertama Indonesia Open 2026, Fajar Alfian: Ini Penampilan Paling Buruk

Fajar Alfian akui penampilannya bersama M. Shohibul Fikri saat hadapi pasangan China Chen Bo Yang/Liu Yi di Indonesia Open 2026 sebagai salah satu yang terburuk
Tak Hanya Jual Beli SPPG, Terungkap Siasat Dadan CS Mark Up Pengadaan MBG dari Motor Listrik Hingga Sepatu

Tak Hanya Jual Beli SPPG, Terungkap Siasat Dadan CS Mark Up Pengadaan MBG dari Motor Listrik Hingga Sepatu

Tak hanya melakukan afiliasi terhadap yayasan SPPG, trio tersangka Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dan Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya serta Lodewyk Pusung tetapi juga melakukan mark up terhadap pengadaan barang operasional pelaksanaan MBG.
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Tito Karnavian Beberkan Strategi Khusus agar BUMD Lebih Sehat dan Produktif

Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Tito Karnavian Beberkan Strategi Khusus agar BUMD Lebih Sehat dan Produktif

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu berkontribusi lebih maksimal. 

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar kabar mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya dijemput. 
Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Penangkapan Kapal Tongkang Capicorn milik PT Putera Mineral Mandiri (PPM) yang mengangkut 25 kontainer muatan bahan mineral tambang timah dan ilminite yang akan diekspor ke Singapura menuai berbuntut panjang.
Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Tangan Diborgol dan Muka Tertunduk Lesu

Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Tangan Diborgol dan Muka Tertunduk Lesu

Dadan Hidayana yang diringkus Kejagagung terlihat keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan mengenakan rompi tahanan dan memasang muka lesu.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Selengkapnya

Viral