Seusai Viral, Imam Jemaah Aolia Klarifikasi soal Telepon Allah
- IST
Jakarta, tvonenews.com - Seusai viral di media sosial instagram karena pernyataannya bisa telepon Allah. Kini Imam Jemaah Masjid Aolia KH Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau Mbah Benu mengklarifikasi soal pernyataan itu.
Mbah Benu katakan, Jamaah Masjid Aolia di Gunungkidul memang sudah melaksanakan salat Idul Fitri 1445 Hijriah pada Jumat (5/4), lima hari lebih cepat daripada mayoritas umat Islam.
"Terkait pernyataan saya tentang istilah 'menelepon Gusti Allah SWT' itu sebenarnya hanya istilah. Dan yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya kontak batin dengan Allah SWT," kata Mbah Benu dalam video klarifikasinya.
Dalam kesempatan ini, Mbah Benu juga menyampaikan permohonan maaf apabila pernyataan menyinggung.
"Apabila pernyataan saya yang menyinggung atau (membuat) tidak berkenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan umat muslim Jemaah Masjid Aolia di Dusun Panggang III, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul melaksanakan Salat Idul Fitri 1445 Hijriah pada hari ini, Jumat (5/4/2024).
Salat Id ini digelar di beberapa tempat di antaranya di Masjid Aolia dan kediaman imam Jemaah Masjid Aolia KH Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau Mbah Benu di Dusun Panggang III.
Salad Id Jemaah Masjid Aolia berlangsung seperti salat Id pada umumnya meski, pelaksanaannya lebih awal dari Lebaran versi pemerintah yang diperkirakan jatuh 10 April nanti.
Awal bulan Ramadan Jemaah Masjid Aolia juga lebih awal, yakni pada 7 Maret lalu.
"Iya sudah (salat Id). Seperti Mas (para wartawan) lihat. Tidak hanya ini (jemaah Masjid Aolia di sini), di mana-mana, terutama masjid-masjid Aolia," kata Mbah Benu usai salat Id.
Pesan Mbah Benu kepada para jemaah agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.
Hal itu pula yang Mbah Benu sampaikan saat khotbah salat Id.
"Saling rukun, jaga kesatuan dan persatuan dengan siapa saja," katanya
Lebih luas, Mbah Benu mengajak setiap orang untuk saling menghormati dan tak saling membenci. Menurutnya sikap saling bermusuhan juga merusak bangsa Indonesia.
"Baiknya manusia itu saling menghormati, jangan saling membenci," katanya.
Load more