Viral di LinkedIn, Kasus Pelecehan terhadap Pencaker Modus Tawarkan Loker Posisi Sekretaris, Bukti Lengkapnya di Sini
- (Freepik/ijeab)
tvOnenews.com - Kedapatan sebuah kasus lamaran kerja yang viral di platform pencari kerja (pencaker) LinkedIn, melihatkan seorang pelamar kerja melihatkan dirinya mendapatkan pelecehan, Senin (22/4/2024).
Berawal dari sebuah akun LinkedIn memperlihatkan seseorang mengaku Human Resources (HR) menawarkan lowongan kerja (loker)Â posisi sekretaris yang didapatkan dari korban inisial DF sebagai pengunggah gambar kasus pelecehan didapatkan dirinya.
"Semoga semua teman-teman LinkedIn dapat berhati-hati dengan jebakan HR seperti ini, padahal profile LinkedIn-nya sudah coach dan review CVÂ kandidat. Sangat disayangkan," tulisnya dalam keterangan di LinkedIn.
Diketahui, lamaran kerja yang didapatkan berasal dari situs platform LinkedIn sebagai tempat penyedia lowongan kerja (loker) terbesar, karena di dalamnya banyak rekruter yang menginformasikan loker terbaru di masing-masing perusahaannya.
Sontak, unggahan yang melihatkan kasus pelecehan dilakukan HR kepada pelamar kerja tersebut langsung dilirik berbagai rekruter, influencer hingga pemilik perusahaan ternama dan terbesar di Indonesia.
![]()
Isi percakapan WhatsApp dan LinkedIn antara pelaku dan korban dari penawaran lamaran kerja posisi sekretaris. (Dok. Aplikasi LinkedIn)
Kronologi Kasus Pelecehan ke Pelamar Kerja di LinkedIn
Dalam gambar di unggahan pertamanya, pelaku yang mengaku menjadi HR atau interviewer berinisial RC menawarkan untuk ikut seleksi kerja pada loker berbasis sekretaris yang dibuka olehnya.
Kemudian, HR tersebut menganggap sang pelamar memiliki wajah yang cantik. Bahkan sampai meminta ukuran dada yang dimilikinya, seperti yang dilakukan sekretaris dia sebelumnya saat melamar kerja.
"Bu kn jg cantik td saya Liat. Klo ukuran d*da bu brp ya? Krn yg sblmnya, kecil2 sih bu," tulis HR tersebut dalam tangkapan layar isi percakapan WhatsApp.
Karena pelamar tersebut yang menjadi korban belum percaya, ia meminta mengirim sosok sekretaris sebelumnya, yang ternyata tidak pernah bekerja di perusahaannya HR itu.
"Ini saya test meminta foto sekretaris yang lama dan dikirim foto ini," kata DF sebagai korban dalam keterangannya.
Pasalnya, mencari sosok sekretaris baru di perusahaannya harus yang Good Looking atau bisa dibilang enak dipandang saat melakukan aktivitas kerja.
Load more