Ini Alasan Sorotan Tajam Publik Terkait Kejanggalan Kematian Brigadir RAT
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com -Â Kasus kematian anggota Polresta Manado yakni Brigadir RAT terus menyorot perhatian publik dengan sejumlah kejanggalannya.
Pasalnya, Brigadir RAT ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala saat tengah berada di dalam mobil mewah yang terparkir di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Polres Metro Jakarta Selatan pun menyimpulkan jika Brigadir RAT tewas akibat bunuh diri.
"Kami sudah simpulkan bahwa kejadian ini adalah peristiwa bunuh diri, sehingga kami anggap perkara ini sudah selesai dan kami tutup," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro kepada awak media, Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Lantas, sejumlah sorotan tajam publik pun datang terkait kasus kematian Brigadir RAT di Jakarta Selatan.
Ditambah, Anggota Sat Lantas Polresta Manado itu turut dinyatakan tengah mengajukan cuti dan mengawal seorang pengusaha asal Jakarta saat ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri.
Penuh Kejanggalan, Kompolnas Sorot Keberadaan Benda Ini Saat Brigadir RAT Ditemukan TewasÂ
​​​​​​Kasus kematian anggota Polresta Manado yakni Brigadir RAT terus menyorot perhatian publik, tak terkecuali Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Pasalnya, kejanggalan terjadi terkait pernyataan dari pihak Polresta Manado dengan sang istri dari Brigadir RAT.
Sebab, sang istri menyebut Brigdari RAT tengah tak berdinas alias cuti hingga pernyataan tersebut dibantah pihak Polresta Manado.
Anggota Kompolnas, Poengky Indarto menilai tak wajar dari pernyataan status cuti yang disampaikan oleh Polresta Manado terkait kedinasan Brigadir RAT.
"Kami melihat ada kesimpang-siuran antara keterangan istri almarhum dan keterangan kepolisian. Istri mengatakan BKO, kepolisian mengatakan cuti sejak 10 Maret. Nah, kalau cuti kan harus sesuai aturan. Tidak bisa melebihi batas waktu. Masa cuti sejak 10 Maret sampai meninggalnya almarhum," kata Poengky kepada awak media saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Tak hanya itu, Poengky turut serta mengkritisi status senjata api (senpi) yang dibawa Brigadir RAT.
Sebab, kata Poengky, tak semestinya anggota yang tengah cuti menentang senpi yang diberikan dari kesatuan.
"Cuti kok bawa senpi. Seharusnya kan senpi dititipkan ke gudang penyimpanan senpi di tempat asal," kata Poengky.
Load more