News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Istri Pelaku Pembunuhan Wanita Dalam Koper di Bekasi, Ternyata Pelaku Lakukan Ini

Pengakuan istri Ahmad Arif Ridwan Nuwloh pelaku pembunuhan 'wanita dalam koper' di Kabupaten Bekasi setelah mengetahui suaminya telah melakukan pembunuhan.
Senin, 6 Mei 2024 - 17:50 WIB
Polisi menghadirkan pelaku pembunuhan mayat wanita dalam koper di Bekasi saat Konferensi Pers di Mapolda Metro Jaya
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Istri Ahmad Arif Ridwan Nuwloh pelaku pembunuhan 'wanita dalam koper' di Kabupaten Bekasi, mengalami syok berat saat mengetahui suaminya telah melakukan pembunuhan. 

"Jujur saya sempat kaget pak, waktu suami saya ditangkap," ungkap LS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

LS mengaku, tidak tahu bahwa pelaku pembunuhan korban Rini merupakan suaminya.

"Suami saya pulang pada Sabtu, 27 April 2024. Keadaannya saat pulang seperti bisa dan mengaku tidak ada masalah," kata LS. 

Menurut LS, dirinya syok dan tidak pernah dengan polisi saat petugas kepolisian gabungan mendatangi rumahnya yang terletak di jalan Jaya Lorong Rukun 2 Kelurahan  RT 21/006 Kelurahan 14 Ulu Kecamatan SU II, Palembang. 

"Kaget pak, dan syok saat petugas kepolisian mengetuk pintu rumah dan menanyakan nama suami saya," ujarnya.

tvonenews

Apalagi, saat dirinya mengetahui pelaku pembunuhan perempuan dalam koper di Kabupaten Bekasi itu adalah suaminya.

"Saya tanya ada apa pak, namun dijawab suami saya tidak ada apa-apa. Lalu petugas kepolisian bilang bahwa suami merupakan pelaku pembunuhan di Cikarang. Saat itu saya langsung syok dan di tenangngi keluarga," tuturnya

LS juga mengatakan, setelah mendengar keterangan petugas kepolisian bahwa Arif pelaku utama.

 "Saya bilang tidak mungkin dan tidak percaya bahwa pelakunya suami saya," tandas dia sambil mengatakan dirinya pasrah setelah sang suami di bawa petugas.

Penemuan mayat itu menggegerkan warga setempat. 

Adapun koper hitam itu pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan yang hendak membersihkan sampah.

Petugas kebersihan itu curiga dengan keberadaan koper hitam besar di pinggir jalan. 

Dia kemudian melaporkan penemuan koper itu kepada pihak kepolisian. 

Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung membuka koper itu. Mayat wanita penuh luka pun ditemukan dalam koper.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, mayat korban dalam kondisi utuh saat tersimpan dalam koper.

"Ditemukan luka remuk di bagian kepala sebelah kiri, hidungnya mengeluarkan darah, bibir pecah," kata Ade kepada awak media, Kamis (25/4).

Identitas Korban

Kombes Ade menjelaskan bahwa polisi kemudian berhasil mengidentifikasi identitas korban. 

Korban dipastikan berjenis kelamin perempuan, berusia 50 tahun.

"Korban sudah teridentifikasi saudari RM, perempuan, usianya 50 tahun," ujar Ade Ary.

Polisi Tangkap Pelaku

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut. 

Pelaku merupakan pria bernama Ahmad Arif Ridwan (19). Pelaku ditangkap di rumah keluarga istrinya, wilayah Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (1/5).

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Penangkapan pelaku itu pun viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak polisi merangkul pelaku yang mengenakan kemeja biru. 

Tangan pelaku pun terlihat diborgol dan raut wajahnya terlihat pasrah.

Pelaku Baru Menikah dan Istrinya syok

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Gurnald mengatakan, pelaku baru saja menikah pada Maret 2024 lalu. Rencananya pelaku dan istrinya bakal menyelenggarakan resepsi pernikahan pada 5 Mei 2024.

"Dia (pelaku) sudah nikah, dia sudah akad nikah bulan Maret, tinggal resepsi," kata Gurnald saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/5).

Peristiwa itu pun membuat istri pelaku syok. Dia tak menyangka suaminya ternyata pelaku pembunuhan. 

"Pas ditangkap, ada istrinya, ya pasti kaget lah (istri pelaku)," ujar Gurnald.

Kronologi Pembunuhan

Pelaku dan korban awalnya masuk ke sebuah kamar hotel di wilayah Bandung pada Rabu (24/4) sore.

Kamar hotel itu memang sengaja disewa pelaku untuk bertemu korban. Detik-detik pelaku dan korban masuk ke kamar hotel pun terekam CCTV dan viral di media sosial.

Dalam kamar, pelaku dan korban diduga sempat bersetubuh. Lalu, keduanya cekcok hingga terjadi pembunuhan.

"Korban diduga terjadi perbuatan atau disetubuhi di hotel," kata Kombes Ade Ary, Kamis (2/5).

Pelaku Curi Uang Perusahaan Tempat Korban Bekerja

Usai membunuh korban, pelaku lalu mengambil uang milik perusahaan tempat korban bekerja yang dipegang korban. Uang jtu senilai Rp 43 juta.

Bahkan, uang itu juga digunakan pelaku untuk membeli koper hitam tersebut.

"Dia sempat ninggilin mayat dalam kamar beberapa jam. Dia cari koper," ujar Gurnald.

Pelaku lalu memasukkan korban ke dalam koper dan membuat koper itu ke daerah Bekasi.

Motif Pembunuhan

Gurnald menjelaskan bahwa ada beberapa dugaan motif sehingga pelaku tega menghabisi nyawa korban.

Yang pertama, motif ekonomi, sebab, pelaku membutuhkan uang untuk membiayai pesta resepsi pernikahn dengan istrinya.

Kedua, motif asmara. Diduga pelaku dan korban memiliki hubungah lebih dari sekadar rekan kerja.

"Dari pengakuan, dia berhubungan ya artinya berarti dia sudah ada relasi dulu gitu dengan si korban," ujar Gurnald.

"Jadi, di sini ada beberapa motif, motif ekonomi, masalah keuangan, kemudian motif asmara dan juga di situ ada motif sakit hati," sambung Gurnald.

Anak Korban Sempat Bertemu Pelaku Usai Pembunuhan

Sebelum pelaku ditangkap polisi, Alya (22), anak dari korban menceritakan pernah bertemu dengan pelaku ketika dirinya mencoba mencari ibunya yang hilang tanpa kabar. 

Alya sempat mencari ibunya di perusahaan tempat ibunya bekerja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun saat itu, kata Alya, pelaku seolah-olah menasehati dan mencegah untuk tidak langsung melaporkan mamah yang sempat hilang tersebut.

"Saya sempat sebelumnya itu ketemu dengan pelaku makanya ga nyangka gitu kenapa dia. Pelaku pas ketemu dengan saya cerita kronologinya bahwa mamah ada di kantor, tetapi izin untuk setor ke bank, terus saya sempat lapor ke polisi karena udah 24 jam, tapi pelaku sempat nahan saya untuk lapor," ujar Alya kepada tvonenews. Kamis (2/5/2024).(peb/dpi/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Banten Resmi Buka Kongres IX SEMMI, Tekankan Konsolidasi Pemikiran Pemuda

Gubernur Banten Resmi Buka Kongres IX SEMMI, Tekankan Konsolidasi Pemikiran Pemuda

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) secara resmi membuka Kongres IX di Ballroom Pusdiklat Lantas Polri, Banten.
Riau Bhayangkara Run 2026: Suntik Ekonomi Daerah Hingga Rp58,9 Miliar

Riau Bhayangkara Run 2026: Suntik Ekonomi Daerah Hingga Rp58,9 Miliar

Perhelatan Riau Bhayangkara Run 2026 sukses mencatatkan dampak positif bagi perekonomian Provinsi Riau. 
BREAKING
NEWS
Profil Sudaryono: Anak Petani yang Kini Nahkodai Badan Gizi Nasional

Profil Sudaryono: Anak Petani yang Kini Nahkodai Badan Gizi Nasional

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7).
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII Berasal dari Beragam Latar Belakang

Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII Berasal dari Beragam Latar Belakang

Mendagri Tito mengapresiasi sepuluh calon wisudawan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII yang berasal dari beragam latar belakang.
Kasus Teror Karangan Bunga ke Dokter Oky Pratama Naik ke Penyidikan, Polisi Sudah Periksa 25 Saksi

Kasus Teror Karangan Bunga ke Dokter Oky Pratama Naik ke Penyidikan, Polisi Sudah Periksa 25 Saksi

Polda Metro Jaya meningkatkan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Dokter Oky Pratama dari penyelidikan ke penyidikan.
Momentum Hari Bakti Adhyaksa ke-66, Barisan Advokasi Rakyat Gelar Aksi di Kejagung

Momentum Hari Bakti Adhyaksa ke-66, Barisan Advokasi Rakyat Gelar Aksi di Kejagung

Barisan Advokasi Rakyat (BARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Adhyaksa pada Rabu (22/7).

Trending

Ramalan Zodiak 23 Juli 2026: Leo Paling Cuan, Virgo Evaluasi Dompet

Ramalan Zodiak 23 Juli 2026: Leo Paling Cuan, Virgo Evaluasi Dompet

Ramalan zodiak keuangan 23 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Leo paling cuan hari ini sementara Virgo disarankan evaluasi dompet dulu.
Meski Sudah Nyatakan Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Bakal Tetap Kawal MBG

Meski Sudah Nyatakan Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Bakal Tetap Kawal MBG

Meski sudah menyatakan mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik S. Deyang berkomitmen tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 23 Juli 2026, Anjing di Luar Dugaan

3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 23 Juli 2026, Anjing di Luar Dugaan

3 shio yang mendadak dapat rezeki nomplok pada 23 Juli 2026 sudah terungkap! Anjing paling di luar dugaan, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio!
Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan tata ruang ikonik gagasan Sri Sultan Hamengkubuwana I di abad ke-18 menjadi inspirasi bagi 34 desainer muda Yogyakarta
Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49 Tahun Terungkap, Ritual Sebelum Naik Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49 Tahun Terungkap, Ritual Sebelum Naik Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Di usia 49 tahun, Shakira tetap tampil glowing dan penuh energi di Piala Dunia 2026. Ini rahasia kecantikan, skincare, olahraga, dan pola makannya.
Bantah Terkait Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Hengkangnya Nanik dari BGN Murni karena Sakit

Bantah Terkait Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Hengkangnya Nanik dari BGN Murni karena Sakit

Juru Bicara Partai Gerindra memastikan Nanik S Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan sakit.
Bikin Tepok Jidat, Seorang Pria Dipecat di KRL saat Perjalanan ke Kantor, Videonya Viral di Medsos

Bikin Tepok Jidat, Seorang Pria Dipecat di KRL saat Perjalanan ke Kantor, Videonya Viral di Medsos

Viral seorang pria mengabadikan dirinya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja naik Commuter Line atau biasa disebut KRL.
Selengkapnya

Viral