Ganjar Kritik Keras Wacana Prabowo Bentuk 40 Kementerian, Gerindra: Nanti Kita Lihat
Buntut Ganjar kritik keras wacana Prabowo bentuk 40 kementerian. langsung ditanggapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman dengan jelaskan hal ini
Ganjar Kritik Keras Wacana Prabowo Bentuk 40 Kementerian, Gerindra: Nanti Kita Lihat
Sumber :
dokumen tim tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini ramai menanggapi soal kritikan keras mantan Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, terhadap wacana Prabowo bentuk 40 kementerian.
Salah satu yang merespons kritikan mantan Gubernur Jawa Tengah itu, yakni Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menuturkan bahwa penambahan pos kementerian tidak melanggar peraturan undang-undang.
Sebab, bisa diubah melalui legislative review atau proses legislasi, maupun lewat judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman
"Saya belum tahu apakah akan ada kementerian untuk kabinet Pak Prabowo, tetapi kalau toh ada usulan untuk penambahan kementerian, tentu di undang-undangnya bisa disesuaikan dengan ketentuan konstitusi," ujarnya
"Tinggal nanti kita lihat situasi seperti apa, kalau diubah bisa lewat legislative review lewat perubahan atau bisa judicial review," sambung Habiburokhman, Rabu (8/5/2024).
Lanjutnya menjelaskan, jadi tidaknya menambah kementerian tergantung kebijakan presiden terpilih.
"Yang paham dan tahu betul kepentingan berubah atau tidaknya adalah presiden," ungkapnya.
Sebelumnya, Eks Capres nomor urut 3, Ganjar dengan lantang mengkritik wacana 40 kementerian presiden terpilih Prabowo Subianto.
Ia ingatkan, soal ketentuan dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
"Setahu saya. Undang-undang itu sudah membatasi jumlahnya, maka kalau lebih dari itu tidak cocok dan tidak sesuai dengan undang-undang," kata Ganjar, Selasa (7/5/2024).
Menurutnya, hal ini bukan langkah yang tepat jika hanya untuk politik akomodasi atau mengakomodir para elite partai pendukung.
Eks Capres nomor urut 3, Ganjar
Karena, Ganjar katakan, politik akomodasi juga tak sesuai dengan semangat perjuangan sebagaimana dituliskan dalam Undang-undang 1945.
"Maka kalau mau akomodasi dari kelompok-kelompok yang sudah mendukung tentu tempatnya tidak di situ. Saya kira pasangan terpilih pasti bisa sangat bijaksana," ujar Ganjar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sambungnya menegaskan, bahwa susunan kabinet pemerintahan paling baik adalah diisi para ahli yang bisa merespons perubahan.
"Makanya kalau dalam konteksnya bagi-bagi kue, politik akomodasi pasti tidak sesuai dengan spirit perjuangan kita yang dituliskan dalam undang-undang, yang paling bagus itu kabinet ahli dan efisien dan bisa merespon perubahan-perubahan," ucapnya. (aag)
Federasi Sepak Bola Australia kecewa setelah Young Socceroos gagal lolos Piala Asia U-20 2027. Australia tersingkir usai kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-20.
Timnas Indonesia U-20 memastikan tiket ke Piala Asia U-20 2027. Pelatih Garuda Muda, Nova Arianto apresiasi kerja keras seluruh pemain sepanjang kualifikasi.
Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung dan Pandeglang di Provinsi Banten merupakan tiga kabupaten paling terdampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kasubsi Penmas Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, terdapat tiga titik demo yang menjadi perhatian aparat keamanan hari ini.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan. Kepala Pos PVMBG Hargo Pancuran melaporkan aktivitas vulkanik mulai mereda.
Fortuna Sittard berhasil mencuri poin penuh dari Ado Den Haag dengan skor 3-2, Minggu (7/9/2026). Dalam laga ini, Justin Hubner bermain penuh sejak menit pertama.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah perlindungan terhadap peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan.
Anggota DPR RI Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas melantik jajaran pengurus Koordinator RT (Korte) dan Koordinator Wilayah (Korwe) PKB 02 Cakung Timur, Jakarta Timur pada Minggu (6/9/2026).
Load more