News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemeran Vina, Nayla Purnama Ungkap Pengalaman Mistis saat Syuting: Merasa Dijaga

Artis Nayla Purnama yang didapuk menjadi pemeran karakter Vina di Film Vina: Sebelum 7 Hari menceritakan pengalamannya saat syuting.
Sabtu, 18 Mei 2024 - 06:00 WIB
Nayla Purnama, Pemeran Karakter Vina
Sumber :
  • Instagram @nayladpurnama

Jakarta, tvOnenews.com - Artis Nayla Purnama yang didapuk menjadi pemeran karakter Vina di Film Vina: Sebelum 7 Hari menceritakan pengalamannya saat syuting.

Diketahui kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis 16 tahun bernama Vina di Cirebon pada 2016 itu mendapat perhatian setelah difilmkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi terkuak fakta bahwa masih ada tiga pelaku pembunuhan Vina dan kekasihnya bernama Eky yang belum ditangkap.

Nayla Punama yang memerankan karakter Vina dalam film tersebut mengaku mengalami hal mistis.

“Selama syuting aku merasa aman, merasa dijaga, nggak tahu kenapa, nggak semenakutkan yang aku kira,” ujar Nayla Purnama kepada awak media kawasan Kuningan beberapa waktu lalu.

Tak hanya Nayla yang merasakan hal tersebut, sang ibunda juga mengakui perubahan putrinya saat syuting Film Vina: Sebelum 7 Hari.

“Mama aku bilang aku aneh kayak bukan aku,” ungkapnya.

“Aku jujur rasain biasa saja. Ini mungkin jadi keberuntungan aku bisa menyampaikan apa perasaan almarhumah, kesedihannya,” sambung Nayla.

Nayla sendiri mengaku sudah mendatangi makam Vina sebelum memulai syuting.

“Sebelum syuting kita ziarah dulu ke makam almarhumah. Aku sempat ngobrol dan menceritakan perasaan aku. Aku merasa dari situ selama proses syuting dibantu jadi dijaga aja,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan momen pertemuannya dengan keluarga Vina sebelum memulai syuting.

Ia bahkan menyebut nenek Vina sempat menangis dan memeluknya saat pertama bertemu.

Diketahui seluruh cast Film Vina: Sebelum 7 Hari menemui keluarga Vina hingga berziarah ke makam Vina.

"Neneknya almarhumah natap aku tuh kayak sambil diginiin mirip banget sama cucu nenek gitu," kata Nayla.

Dalam sebuah wawancara, Nayla disebut sangat menyayangi Vina. Hal itu dibuktikan dengan gelang yang dipakai oleh Nayla.

"Iya betul," ungkapnya.

Sebelumnya, pemeran karakter Egi di Film Vina: Sebelum 7 Hari, Fahad Haydra mengungkapkan kekesalannya terhadap Egi yang sampai saat ini belum juga ditangkap pihak kepolisian.

"Buat Egi, lo cemen bro. Kalau misalkan lo emang laki, setelah film ini tayang kalo berani lo muncul," ujar Fahad Haydra.

Didapuk menjadi pemeran pelaku, Fahad sendiri mengaku sudah mendengar cerita tentang Vina sejak lama.

"Aku sudah tahu cerita dari jaman aku SMA dan sempat ramai di sekolah. Tiba-tiba beberapa tahun setelahnya ini dibuat film dan aku yg memerankan Egi, ini orang yang buat aku kesel waktu SMA," ceritanya.

Fahad sendiri meminta agar penonton membenci dirinya. Hal itu lantaran perannya yang sebagai seorang pelaku pembunuhan.

"Sebenarnya kalau misalkan berhasil, orang akan benci aku. Jadi itu aku berhasil memerankan karakter Egi sendiri," ungkapnya.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina 2016 silam di Cirebon, Jawa Barat kembali mencuat dan ramai di media sosial setelah diangkat ke layar lebar berjudul Vina: Sebelum 7 Hari.

Dari total 11 tersangka, 8 tersangka sudah ditangkap hingga vonis dan ditahan. Sementara itu masih ada 3 tersangka lainnya yang hingga saat ini masih berstatus buron.

Keluarga Vina berharap akan keadilan berpihak kepada mereka. Pasalnya mereka mengaku sedikit tak percaya akan hukum yang ada di indonesia.

Keluarga dari Vina merasa ada hal yang janggal atas apa yang dialami oleh mereka dari kasus Vina yang hingga kini belum juga rampung menangkap tersangka lain.

Setelah difilmkan, Marliyana mengaku tak menyangka kisah Vina akan seviral sekarang dan mendapatkan dukungan dari banyak orang.

Meskipun demikian, ia mengaku bersyukur berkat film tersebut viral membuat kasus Vina kembali diusut.

"Polda bergerak, dulukan hanya keluarga yang tanya, sendiri," katanya ke tim tvOnenews.

Di tengah viralnya film Vina, pihak keluarga mengaku mengalami kejadian yang tak terduga.

"Dulu engga ada ancaman, kemarin pas suting ada orang datang peringatan. 'Kenapa dibikin film, gpp kan keluarga saya punya hak'. Gpp saya terima risikonya kan keluarga setuju," ungkap Marliyana.

Marliyana juga meyinggung soal pelaku utama pembunuhan dan pemerkosaan Vina yang belum ditangkap.

"Engga ada info muka pelaku kaya gimana, cuma nama dan umur. Engga tau kemana. Saya tanya gimana perkembangan, belum ada, sabar. Kalo curiga ada, cuma saya percaya sama hukum walaupun ngejanggal," jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga berharap Polda Jawa barat dapat segera menangkap tiga pelaku utama yang membunuh Vina.

"Penjahat kelas kakap aja ada beritanya, ini sih enggak ada. Harapannya cepet ketangkap. Saya minta kepada polisi jangan sampai film, nanti film redup engga lagi. Masih percaya hukum? Sedikit. Ada keraguan. Cukup panjang perjuangan keadilan," jelasnya.

Diketahui, saat meninggal Vina masik duduk di kelas 2 SMK. Vina ditemukan tewas bersama kekasihnya, Eky. 

Vina dan Eky awalnya dilaporkan kecelakaan tunggal, namun setelah penyelidikan lebih lanjut ternyata korban pembunuhan oleh geng motor. Kasus ini pun kemudian dilimpahkan Polda Jawa Barat dari Polres Cirebon Kota.

Diberitakan sebelumnya, Film Vina: Sebelum 7 Hari sudah tayang di bioskop sejak 8 Mei 2024. Film ini menceritakan sosok Vina. 

Vina merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor pada tahun 2016 silam.  

Film yang diangkat dari kisah nyata itu sekitar 85 persennya terdapat kesamaan dengan apa yang terjadi sesungguhnya.  

Vina dan kekasihnya Muhammad Rizky Rudiana atau Eky menjadi korban kesadisan geng motor yang terjadi di Kabupaten Cirebon tahun 2016 silam.

Kasus yang dialami mereka Vina dan Eky awalnya dikira tewas karena kecelakaan lalu lintas. 

Namun, ternyata mereka tewas akibat dianiaya dan dikeroyok segerombolan remaja atau geng motor di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Polresta Cirebon pun melakukan penyelidikan dan korban dinyatakan sebagai korban pembunuhan.

 Kasus yang dialami Vina dan Eky ini pun kini diangkat menjadi film bergenre horor yang tayang bioskop. 

Marliyana (33), kakak kandung Vina, mengatakan dengan adanya Film Vina: Sebelum 7 Hari pihak keluarga berharap kasus tersebut kembali dibuka dan tiga orang yang masih buron tertangkap.

"Ya kami (keluarga) berharap dapat menggugah pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus yang dialami adik saya ini,” ungkapnya.

Marliyana menyebutkan isi cerita film tersebut 85 persen sesuai dengan peristiwa yang dialami Vina dan Eky.

“Dari sebelum ada film ini keluarga juga mempertanyakan soal ketiga pelaku yang masih buron. Dan kami juga berharap Egy (pelaku utama) dan dua pelaku lainnya ditangkap,” harapnya.

"Yang saya ingat pelakunya cuma si Egy. Kalau dua orang lainnya itu saya lupa namanya. Jadi Eky ini pacarnya Vina dan Egy suka sama Vina. Kemungkinan Egy cemburu lalu merencanakan membunuh Vina dan Eky. Ya si Egy dalam semua kejadian itu," sebutnya. 

Marliayana mengaku keluarganya didatangi seorang pria yang meminta agar tidak membuka kembali kasus tersebut.

"Sebelum ada film ini situasinya biasa saja. Tapi begitu kisah tragis adik saya ini difilmkan, ada seorang pria mendatangi keluarga kami minta agar kasusnya jangan kembali dibuka," akunya. 

Ditambahkan dia, Vina merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan dari Sukaesih dan Wasnadi Otong.

"Sebenarnya nama aslinya sih Vina. Tapi adik saya minta namanya ditambahin jadi Vina Dewi Arsita. Saat peristiwa terjadi ibu Vina bekerja di Malaysia," ucapnya.

Perlu diketahui, Polresta Cirebon menangkap 8 orang pelaku kasus pemerkosaan sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan karena teman-teman korban yang merupakan mantan kelompok XTC melaporkan kepada pihak kepolisian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi pun bergerak untuk mengusut kasus tersebut. Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan dari bukti dan saksi teman-teman korban, kecurigaan polisi pun terbukti.

Kedua korban tewas akibat dibunuh oleh sekelompok geng motor Moonraker. Para tersangka tertangkap di Jalan Perjuangan (Majasem), Kampung Situgangga, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. (esn/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Beri Kabar Buruk Jelang Piala AFF 2026, Satu Pemain Abroad Kemungkinan Besar Batal Bela Timnas Indonesia

John Herdman Beri Kabar Buruk Jelang Piala AFF 2026, Satu Pemain Abroad Kemungkinan Besar Batal Bela Timnas Indonesia

John Herdman menilai Piala AFF 2026 tetap menjadi ajang penting bagi skuad Garuda.
Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pendampingan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Cristiano Ronaldo Bisa Jadi Cadangan saat Portugal Hadapi Kongo, Pelatih Portugal Buka Suara

Cristiano Ronaldo Bisa Jadi Cadangan saat Portugal Hadapi Kongo, Pelatih Portugal Buka Suara

Cristiano Ronaldo belum mendapat jaminan tampil sebagai starter di Piala Dunia 2026. Pelatih Portugal Roberto Martinez bilang begini.
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang

Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang

Talenta-talenta muda bulu tangkis Indonesia kembali mendapat kesempatan menunjukkan kapasitasnya di panggung internasional.
Iran Desak AS Penuhi Komitmen dalam Perundingan Tanpa Syarat

Iran Desak AS Penuhi Komitmen dalam Perundingan Tanpa Syarat

Amerika Serikat didesak untuk memenuhi tanpa syarat komitmen yang telah disampaikan dalam perundingan. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut jug Presiden AS Donald Trump mengatakan ketentuan kesepakatan yang tidak mencerminkan isi sebenarnya dari kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak.
Sabtu Pagi Harga Emas UBS, Antam dan Galeri24 Kompak Naik

Sabtu Pagi Harga Emas UBS, Antam dan Galeri24 Kompak Naik

Mengutip laman Sahabat Pegadaian dikutip dari Jakarta, Sabtu, pukul 06.54 WIB, harga emas menunjukkan kenaikkan harga untuk UBS, Antam dan Galeri24 serentak, masing-masing menjadi Rp2.709.000, Rp2.818.000 dan Rp2.696.000 per gram.

Trending

Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Sassuolo resmi menunjuk Alberto Aquilani sebagai pelatih kepala baru musim 2026/2027. Mantan gelandang AC Milan, dan Liverpool itu dipercaya memimpin Neroverdi.
Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kerugian negara dalam jumlah fantastis ditemukan dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2022–2025. 
Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Kondisi kesehatan komedian senior Haji Bolot masih menjadi perhatian setelah kabar dirinya menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung.
Mantan Baby Sitter Hingga ART Bermunculan Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Beda Banget dengan di Kamera!

Mantan Baby Sitter Hingga ART Bermunculan Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Beda Banget dengan di Kamera!

Nama Sarwendah kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, bukan terkait kehidupan pribadinya maupun hubungan dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. 
Piala Dunia 2026: Ditahan Bosnia 1-1, Jesse Marsch Tetap Apresiasi Perjuangan Timnas Kanada di Laga Pembuka

Piala Dunia 2026: Ditahan Bosnia 1-1, Jesse Marsch Tetap Apresiasi Perjuangan Timnas Kanada di Laga Pembuka

Timnas Kanada gagal meraih hasil maksimal pada laga perdana Grup B Piala Dunia 2026. Meski begitu, pelatih Jesse Marsch tetap apresiasi perjuangan pemainnya.
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak ada angin tak ada hujan, media Vietnam kembali membahas Timnas Indonesia. Mereka menyoroti senjata andalan yang telah lama menjadi ciri khas skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral