GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sederet Fakta Baru Pembunuhan Vina Cirebon, Terungkap Kesaksian Para Pelaku hingga Kemungkinan Rekayasa Kasus oleh Pihak Tertentu

Terungkap sederet fakta baru mengenai pembunuhan Vina dan Eky, dua remaja Cirebon tahun 2016. Para pelaku ungkap fakta mengejutkan dan kemungkinan rekayasa.
Senin, 20 Mei 2024 - 09:30 WIB
Sederet Fakta Baru Pembunuhan Vina Cirebon, Terungkap Kesaksian Para Pelaku hingga Kemungkinan Rekayasa Kasus oleh Pihak Tertentu
Sumber :
  • Kolase - tvOne/istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Sederet fakta baru kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya Eky di Cirebon perlahan terungkap.

Viralnya kembali kasus pembunuhan yang mengakhiri nyawa dua remaja asal Cirebon, Vina dan Eky membuat beberapa fakta baru bermunculan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi mengungkapkan ada 11 tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Vina dan Eky, namun setelah delapan tahun berlalu hanya delapan yang berhasil ditangkap.

Setelah kasus pembunuhan viral, kini polisi kembali mengungkapkan bahwa masih terus mencari sisa tiga pelaku yang masih buron.

Seiring berjalannya waktu, kini pihak pengacara para terpidana yang sudah tertangkap buka suara, mengungkapkan beberapa kesaksian yang belum pernah diketahui publik.

Apa saja fakta baru dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky, dua remaja 16 tahun asal Cirebon?

1. Lima terpidana ngaku dianiaya polisi

Pengacara lima terpidana, Jogi Nainggolan mengungkapkan kelima kliennya mengalami penganiayaan oleh polisi saat proses penyelidikan.

Jogi mengatakan, kliennya dipaksa mengakui perbuatan pembunuhan Vina dan Eky meski tidak melakukannya.

Ia mengungkapkan diduga ada keterlibatan ayah Eky dalam proses penganiayaan dari polisi tersebut.

"Waktu itu, dia (ayah Eky) bertugas di Satuan Narkoba Polres Kota Cirebon, itu tidak diserahkan ke unit reskrim, tapi dibawa ke kantornya, di ruangannya, maka di sanalah mereka diperlakukan tidak manusiawi," kata Jogi, diwawancari tvOne.

"Karena mereka tidak tahan siksaan yang dilakukan oleh kepolisian resport Cirebon, akhirnya mereka pasrah dengan kondisi apapun asalkan mereka tidak disiksa lagi," kata dia menambahan.

Pada saat itu di Polresta Cirebon, para terpidana kemudian terpaksa meniru kata-kata yang disiapkan polisi.

"Apa yang tertuang dalam BAP itu adalah kehendak dari pada penyidik, sehingga di Polda Jabar, apa yang mereka ceritakan itu semua adalah karena kemauan dari para penyidik," kata Jogi.

2. Adanya dugaan rekayasa kasus pembunuhan

Di dalam Putusan Pengadilan Negeri Cirebon, terdapat beberapa pernyataan yang memunculkan dugaan adanya upaya rekayasa kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Terungkap, di dalam putusan tersebut para pelaku juga diminta oleh salah satu terdakwa untuk mengarang cerita agar meringankan saksi Eko Ramdhani.

Diketahui, Eko Ramdhani adalah salah satu terpidana yang telah divonis hukuman penjara seumur hidup.

Tidak hanya itu, pihak keluarga Eko serta pengacara Jogi Nainggolan sempat mendatangi sejumlah saksi agar hukuman untuk Eko bisa berkurang.

"Waktu itu bapaknya saksi Eko mau memberi amplop yang berisikan uang akan tetapi pada saat itu saksi menolaknya," demikian bunyi putusan. 

"Dan saksi juga didatangi oleh pengacara yang bernama Jogi dan disuruh mengaku bahwa pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 sekitar jam 21.00 WIB sampai jam 23.00 WIB, saksi bersama terdakwa Sudirman, terdakwa Eka Sandy, saksi Eko, terdakwa Hadi, terdakwa Supriyanto sedang berada di rumah Pak RT," lanjut bunyi putusan tersebut.

3. Ayah Eky ringkus delapan tersangka

Eky atau Muhammad Rizky Rudiana adalah salah satu korban dalam kasus pembunuhan di Cirebon tahun 2016 ini.

Diketahui, Eky adalah anak dari seorang polisi bernama Iptu Rudiana.

Salah satu tim kuasa hukum dari Hotman Paris, Putri Maya Rumanti mengungkapkan ayah Eky adalah pihak yang menangkap para pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina.

"Ini saya mendapat cerita dari salah satu teman anggota Polri, justru terungkapnya (kasus Vina) karena bapaknya almarhum ini anggota narkoba (Satresnarkoba)," kata dia.

Ia menjelaskan, Iptu Rudiana melakukan penggerebekan narkoba namun sekaligus menemukan para terduga pelaku.

Para terduga pelaku ditemukan dalam keadaan mabuk dan bercerita soal terjadinya pembunuhan Vina.

"Di situlah terungkap bahwa pelaku-pelaku ini diyakini adalah mereka," kata dia menjelaskan.

4. Keluarga Eky tak izinkan pembuatan film

Kasus pembunuhan Vina dan Eky kembali viral karena kejadian tersebut dijadikan sebuah film horor berjudul Vina: Sebelum 7 Hari.

Meski keluarga Vina memberikan izin, ternyata keluarga Eky berkata sebaliknya.

"Kita coba ke keluarga Eky juga tapi dengan hormat mereka bilang keluarganya nggak mau diangkat jadi film," kata Produser Film, Dheeraj Kalwani.

Keluarga Eky beralasan, tak ingin membuka kembali luka lama kehilangan anak laki-laki tersayang mereka. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fakta Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan: Jalankan Misi BBM Satu Harga, Hanya Diawaki Satu Pilot

Fakta Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan: Jalankan Misi BBM Satu Harga, Hanya Diawaki Satu Pilot

Pihak manajemen Pelita Air akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden jatuhnya pesawat di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026). 
Racik Petasan hingga Meledak, Tujuh Rumah Hancur Satu Tewas dan Lima Orang Luka

Racik Petasan hingga Meledak, Tujuh Rumah Hancur Satu Tewas dan Lima Orang Luka

Ledakan hebat terjadi di salah satu rumah warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Akibatnya, satu warga tewas.
Polres Sumedang Gelar Masak Besar Bersama Bobon Santoso, Raih 3 Rekor MURI dan Bagikan 4.050 Cup Kolak Cilembu

Polres Sumedang Gelar Masak Besar Bersama Bobon Santoso, Raih 3 Rekor MURI dan Bagikan 4.050 Cup Kolak Cilembu

Polres Sumedang menggelar kegiatan Masak Besar Bersama Bobon Santoso di Mapolres Sumedang.
Pengamat Nilai Peluang Sjafrie Sjamsoeddin di Pilpres 2029 Tergantung Dinamika Politik ke Depan

Pengamat Nilai Peluang Sjafrie Sjamsoeddin di Pilpres 2029 Tergantung Dinamika Politik ke Depan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan merespons soal munculnya nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa Pilpres 2029.
Kepala Kuil Berdiri di Samping Presiden Taiwan, Tiba-tiba Muntah sampai Kena Baju Presiden

Kepala Kuil Berdiri di Samping Presiden Taiwan, Tiba-tiba Muntah sampai Kena Baju Presiden

Presiden Taiwan William Lai Ching-te mengunjungi kuil saat peringatan Tahun Kuda. Di tengah upacara, kepala kuil muntah dan cipratannya terkena Presiden Lai.
Curhat ke Media Korea: Megawati Hangestri Berjuang Hadapi Gegar Budaya, Ini Rahasia Suksesnya di Red Sparks

Curhat ke Media Korea: Megawati Hangestri Berjuang Hadapi Gegar Budaya, Ini Rahasia Suksesnya di Red Sparks

Pevoli timnas Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, sempat mengalami gegar budaya saat berkarier di Liga Voli Korea. Meski awalnya kesulitan menyesuaikan diri.

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT