News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku Pembunuhan Vina Bukan Ditangkap Reskrimum Tapi Oleh Resnarkoba, Tidak Ada SOP yang Dilanggar! Ini Penjelasan Eks Kabareskrim Ito Sumardi

Eks Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi akhirnya mengungkap tidak ada kejanggalan penangkapan pelaku pembunuhan Vina Cirebon yang ditangkap oleh Resnarkoba pada 2016 silam.
Minggu, 26 Mei 2024 - 11:46 WIB
Vina Cirebon
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Eks Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi akhirnya mengungkap tidak ada kejanggalan penangkapan pelaku pembunuhan Vina Cirebon yang ditangkap oleh Resnarkoba pada 2016 silam.

Dalam wawancara khusus dengan tvOne, Komjen Ito Sumardi menjabarkan bahwa awal penangkapan kasus ini dilakukan oleh ayah korban yang merupakan bagian dari Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya melihat kasus ini ayah daripada almarhum Eky itu kan bertugas di kepolisian kebetulan dinas di narkoba. Mungkin masyarakat media ataupun yang memviralkan itu tidak mengerti masalah yang sebenarnya ya," kata Komjen Ito dilansir, Minggu (26/5/2024).

Ito Sumardi menjelaskan telah melakukan klarifikasi langsung terkait penyidikan awal kasus pembunuhan Vina dan Eky tersebut.

Dia mengatakan ayah korban Eky, Iptu Rudiana meminta bantuan Reskrimum terkait menindaklanjuti penyelidikan awal itu.

"Jadi, saya sudah ngecek langsung bahwa yang bersangkutan itu bersama anggota Reserse. Dia ngajak anggota Reserse untuk bisa menindaklanjuti laporan ataupun informasi dari dua orang yang saat ini ramai disembunyikan," jelasnya.

Selain itu, Komjen Ito menjabarkan dalam pengungkapan kasus terbaru, pihak saksi perlu mendapat perlindungan.

Menurutnya, hal tersebut mesti dilakukan untuk mempermudah penyidikan kasus yang lama belum terungkap.

"Ya sebetulnya kalau dalam satu kasus itu boleh saja kita harus melindungi saksi, dua orang saksi ini ya sehingga setelah dilakukan penangkapan yang menangani semua adalah bukan ayahnya Eky, tapi unit khusus Reserse yang memang dia menangani kasus itu," tambahnya.

Dengan demikian, dia merasa jika kasus tersebut tidak ditangani ayah korban, penyidikan akan sesuai dengan SOP.

Menurut dia, sangat memungkinkan banyak pihak yang mempertanyakan pengungkapan kasus tersebut berlangsung lama.

"Jadi, tidak ada SOP yang dilanggar. Ada misalnya tersangka kalau kita nunggu harus buat surat perintah dulu atau minta surat perintah pengadilan mungkin orang itu sudah lari, kan. Jadi, kita amankan dulu kemudian baru kita lengkapi dengan surat penangkapan yang bersangkutan," kata dia.

"Nah, kemudian yang dua sekarang kan orang banyak bertanya bahwa kok, kasus ini kira-kira lama gitu ya ditangani. Saya tadi sampaikan bahwa penanganan satu kasus ini juga akan menjadi beban bagi penyidik," tambahnya.

Selain itu, Komjen Ito mengungkapkan beberapa kesulitan penyidik di lapangan dalam mencari daftar pencarian orang (DPO) suatu kasus.

Dia menuturkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) anggota kepolisian bisa menjadi salah satu alasan kesulitan dalam pengungkapan kasus tersebut.

"Apabila ada kasus-kasus lain yang masuk sehingga kadang-kadang, jangankan anggota reserse, ada anggota yang punya latar belakang reserse atau anggota narkoba atau anggota krimsus yang dilibatkan dalam penanganan kasus ini. Itu adalah yang berlaku saat ini karena apa? Sumber Daya Manusia kita memang sangat terbatas di kepolisian, ya, apalagi untuk mengejar DPO," kata dia.

Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi turut mengungkap kesulitan penyidik yang menangani kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 silam.

Dalam kasus tersebut, delapan tahun lamanya terdapat pelaku buron atau DPO yang belum ditangkap. Dengan adanya fenomena itu, masyarakat pun mulai ramai membicarakan penegakan hukum di Indonesia.

Komjen Ito Sumardi menerangkan terdapat kesulitan penyidik yang tidak banyak diketahui masyarakat terkait pengejaran DPO.

"Sumber Daya Manusia (SDM) kita memang sangat terbatas di kepolisian, ya, apalagi untuk mengejar DPO. Itulah kesulitan yang mungkin bagi masyarakat awam tidak terlalu paham ya," ujar Ito dalam wawancara khusus dengan tvOne dilansir, Sabtu (25/5/2024).

Komjen Ito mengatakan perlu membahas hal tersebut agar pihak-pihak di luar kepolisian memahami kondisi itu.

Menurutnya, tidak hanya bagian Reserse yang kesulitan, tetapi anggota polisi lain juga mengalami hal yang sama.

"Jadi, kalau dikatakan reserse itu rata-rata orang harus mempunyai mental dan juga kesabaran yang luar biasa. Saya mengalami," tegasnya.

Selain itu, Ito menyinggung pengakuan salah satu pengacara terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon yang membahas saksi yang tidak dihadirkan selama persidangan.

Kuasa hukum eks narapidana Saka Tatal, Titin merasa hal tersebut ialah kejanggalan selama persidangan.

Menanggapi hal tersebut, Komjen Ito menerangkan keputusan tersebut jelas dibuat hakim yang mana bisa mengarah untuk melindungi saksi.

"Saksi itu adalah persyaratannya orang yang melihat orang yang mendengar dan orang yang mengetahui kalau saksi harus dihadirkan. Kita ingat kasusnya misalnya di Amerika atau kasus korupsi ya ini kan mereka itu pasti dilindungi, bahkan kalau perlu identitasnya itu dihilangkan," jelasnya.

Menurut dia, persidangan kasus pembunuhan Vina Cirebon itu bisa saja dilakukan untuk melindungi identitas para saksi.

Sebab, dia mengatakan saat itu tengah gencar-gencarnya adanya geng motor yang meresahkan masyarakat.

"Kalau Hakim menganggap bahwa ini akan membahayakan mereka karena Hakim berpikiran yang kelompok geng tentunya ini kan sesuai hukum tidak melanggar. Itu tentunya kewenangan daripada Hakim," paparnya.

Dengan demikian, dia mengimbau pihak-pihak lain agar tidak mudah menyalahkan kepolisian terkait persidangan yang berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, dia mengatakan ada kondisi yang memungkinkan saksi tidak dihadirkan selama persidangan.

"Jangan kemudian disalahkan seolah-olah polisi menyembunyikan. Enggak mungkinlah, tapi dari dasar dua orang inilah bisa terungkap banyak pertanyaannya," imbuhnya.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem, Polisi Bakal Sisir Permukiman yang Masuk Target Operasi Peredaran Barang Haram

Bukan Cuma Eks Lokalisasi Prostitusi Saritem, Polisi Bakal Sisir Permukiman yang Masuk Target Operasi Peredaran Barang Haram

Pihak kepolisian juga bakal menyisir permukiman-permukiman lainnya yang masuk target operasi peredaran penyalahgunaan narkoba selain eks lokalisasi prostitusi Saritem.
Jang Dong Yoon dan Kim Seung Yoon Resmi Menikah, Warganet: Nangkap Maling, Jadi Aktor, Lulus Kuliah, Menikah

Jang Dong Yoon dan Kim Seung Yoon Resmi Menikah, Warganet: Nangkap Maling, Jadi Aktor, Lulus Kuliah, Menikah

Jang Dong Yoon dan Kim Seung Yoon resmi menikah hari ini, warganet: Nangkap maling, jadi aktor, lulus kuliah, menikah.
Langkah Serius Kirana Larasati setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Bodong Rp25 Miliar

Langkah Serius Kirana Larasati setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Bodong Rp25 Miliar

Kirana Larasati siap kooperatif meski terseret kasus dugaan penipuan investasi emas bodong Rp25 miliar dengan sistem PO dari perusahaan PT Divine Gold Jewelry.
Pertamina Buka Camping Ground, Bisa Jadi Alternatif Tempat Menginap saat Nonton Pertamina Grand Prix Of Indonesia

Pertamina Buka Camping Ground, Bisa Jadi Alternatif Tempat Menginap saat Nonton Pertamina Grand Prix Of Indonesia

Untuk pertama kalinya Pertamina menghadirkan camping ground di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Camping ground ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan kepada para penghuni.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Joey Pelupessy Absen dalam Kemenangan Lommel SK, Mees Hilgers Tunda Debut

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Joey Pelupessy Absen dalam Kemenangan Lommel SK, Mees Hilgers Tunda Debut

Para pemain Timnas Indonesia abroad kembali ke klubnya masing-masing. Walau demikian, skuad yang membawa juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 belum tampil di akhir pekan ini. 
Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026, Sabtu 10 Oktober: Ada Kualifikasi dan Sprint Race di Sirkuit Jalanan Marina Bay Hari Ini

Jadwal F1 GP Singapura 2026 hari ini Sabtu 10 Oktober akan menghadirkan dua agenda penting di Sirkuit Jalanan Marina Bay yakni Sprint Race dan juga kualifikasi.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral