News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Vina Cirebon Alami Trauma Mengerikan, Komnas HAM Ungkap Kondisinya, Ternyata Jiwa dan Pikiran Mereka Sebenarnya Itu...

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Uli Parulian Sihombing ungkap soal kondisi kejiwaan keluarga Vina Cirebon.
Senin, 27 Mei 2024 - 18:53 WIB
Ayah Vina Cirebon sering ingat putri kesayangannya sampai nangis setiap melihat kepiting.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Need A Talk

Jakarta, tvOnenews.com - Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Uli Parulian Sihombing mendorong adanya bantuan pemulihan trauma bagi keluarga Vina Dewi Arsita, korban kasus pembunuhan di Cirebon.

Hal itu ketika kuasa hukum keluarga Vina mendatangi Kantor Komnas HAM untuk menyampaikan perkembangan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Laporannya terkait dengan perkembangan kasus pembunuhan Vina, perkembangan terkait dengan penyidikan, dan kepastian adanya trauma healing untuk keluarga Vina," kata Uli Parulian Sihombing di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Selain bantuan pemulihan trauma, Komnas HAM juga akan memastikan proses hukum dan kepastian kompensasi dan restitusi terhadap keluarga korban.

Sementara, Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah menambahkan salah satu atensi Komnas HAM adalah memastikan pemulihan bagi anggota keluarga korban.

tvonenews

Komnas HAM akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pemulihan seperti bina sosial.

"Penting bagi keluarga mendapatkan semacam psikolog klinis untuk menjadi acuan seberapa trauma anggota keluarga korban karena kasus ini," terang dia.

Selain itu, kuasa hukum keluarga Vina, Putri Maya Rumanti, membeberkan keluarga Vina mengalami trauma yang sangat luar biasa sehingga perlu adanya pendampingan pemulihan psikologis.

"Mereka masih terus mengingat kebiasaan Vina, mengingat wajah Vina, mengingat luka, dan penyiksaan yang dialami oleh Vina. Jadi memang saya sampaikan bagaimanapun kami harus memberikan pendampingan untuk trauma healing tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum korban Vina Cirebon, Putri Maya Rumanti, bakal mempertanyakan soal hilangnya nama Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap pihak kepolisian Polda Jabar.

Dari keterangan Direktur Kriminal Umum (Krimum) Polda Jabar Kombes pol Surawan menyebutkan selama ini tersangka dalam pembunuhan Vina dan Eky tersebut hanya 9 orang bukan 11.

"DPO satu, bukan dua. Ternyata yang namanya Dani dan Andi itu tidak ada. Jadi yang benar DPO satu, atas nama PS (Pegi Setiawan)," ujar Dirkrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, Minggu (26/5/2024).

Hal ini berarti, tersangka yang selama ini melakukan pembunuhan terhadap Vina dan Eky bukanlah 11 orang melainkan hanya sembilan. 

"Tersangka hanya sembilan, maka DPO hanya satu," ungkap Surawan.

Kuasa hukum Vina itu juga akan mempertanyakan langsung ke pihak Polda Jabar terkait pernyataan bahwa DPO hanya 1 orang yaitu tersangka Pegi Setiawan.

"Pernyataan 2  DPO yang tidak ada yang ini nanti mungkin kami akan bertanya langsung dengan bapak Dr cream mengapa ada statement 2 DPU itu tidak ada apakah memang itu dari keterangan para saksi yang sudah terpidana atau memang ada namun dihilangkan ini kan kita belum tahu ya kami akan tanyakan langsung nanti kan ada seperti,"kata Putri Maya Rumanti ditemui di Mapolda Jabar.

Dia juga menegaskan akan menanyakan secara detail terkait yang disebutkan 2 DPO fiktif oleh Polda Jabar.

"kami juga ingin menanyakan dulu secara detail dengan bapak dari hasil penyelidikannya dan apa alasannya 2 DPO tersebut tidak ada namanya atau tidak ada orangnya dihilangkan atau alias fiktif," imbuhnya.

Sementara, tim kuasa hukum keluarga Vina lainnya, Reza Pramadia mengaku pihaknya kebingungan setelah mengetahui fakta yang diungkapkan polisi tersebut.

"Kami juga ada sedikit kaget, tiba-tiba dua terduga DPO itu dihilangkan," kata Reza, diwawancarai tvOne, Minggu.

Sebelumnya, bahkan di BAP awal yang diberikan oleh kuasa hukum para terpidana ada empat nama DPO.

Seiring proses berjalan, DPO berubah menjadi tiga orang seperti yang diumumkan oleh Polda Jabar beberapa minggu lalu.

Namun, setelah satu tersangka ditangkap Polda Jabar kembali mengurangi jumlah DPO menjadi satu orang saja.

Reza pun mengungkapkan pihak keluarga masih memiliki banyak pertanyaan meski polisi sudah melakukan konferensi pers.

"Jadi kalau bicara puas tidak puas, memang ada sedikit pertanyaan, dalam artian, tadi saya di awal saya ucapkan dari tiga DPO setelah sekitar 8 tahun, terus sekarang tiba-tiba berubah menjadi satu DPO. Itu juga ada sedikit pertanyaan," kata dia menambahkan.

Meski demikian, dia menjelaskan saat ini pihak kuasa hukum keluarga Vina masih mencoba mencari informasi lebih lanjut ke pihak kepolisian.

Reza mengatakan, saat ini masih ada timnya yang berada di Polda Jabar untuk mendapatkan keterangan lengkap dari polisi.

"Jadi kita masih tetap belum bisa mengeluarkan statement langkah hukum lebih lanjut, karena kita masih mengumpulkan data-data juga dan kita masih akan koordinasi dengan Bang Hotman dan tim lainnya," kata Reza menambahkan.

Pegi teriak merasa difitnah

Salah satu tersangka DPO bernama Pegi alias Perong ditampilkan ke publik dan dijelaskan perannya dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Polisi menyebut sudah mendapatkan keterangan lebih dari dua saksi mengenai penangkapan Pegi.

Selain itu, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti yang menunjukkan bahwa tidak salah menangkap tersangka DPO.

Saat akhir konferensi pers Pegi dilarang berbicara di hadapan wartawan.

Namun, pria tersebut sempat berteriak menyatakan dirinya difitnah.

"Saya tidak pernah melakukan pembunuhan itu, itu fitnah," teriak Pegi sebelum dirinya digiring polisi menjauhi tempat konferensi pers.

Tim kuasa hukum keluarga Vina, Hotman Paris turut menanggapi konferensi pers Polda Jawa Barat yang menghadirkan Pegi Setiawan alias Perong, salah satu tersangka DPO pembunuhan.

Di dalam konferensi pers tersebut, Pegi nampak sesekali tertunduk dan menggelengkan kepalanya saat polisi menjelaskan perannya dalam pembunuhan Vina dan kekasihnya Eky.

Setelah konferensi pers berakhir, Pegi dilarang berbicara oleh polisi dan ia nampak berusaha untuk mengatakan sesuatu kepada para wartawan.

Sekilas, terdengar Pegi mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan sedang difitnah.

"Saya tidak pernah melakukan pembunuhan itu, itu fitnah," teriak Pegi saat dirinya digiring polisi dari tempat konferensi pers.

"Saya rela mati! Tidak, tidak," kata Pegi sambil berjalan menjauhi tempat konferensi pers didampingi sejumlah polisi.

Kuasa hukum keluarga Vina, Hotman Paris pun akhirnya buka suara setelah konferensi pers yang dilakukan Polda Jabar.

Berdasarkan salah satu fakta dari kepolisian dalam konferensi pers, DPO pembunuhan Vina ternyata hanya satu orang. Bukan tiga seperti yang sebelumnya diumumkan.

"Press release Polda Jabar 26 Mei 2024! Yang 2 DPO katanya fiksi?" tulis Hotman Paris di sebuah unggahannya di Instagram.

Ia pun kembali mengunggah unggahan baru, menunjukkan dua berita bahwa Pegi mengaku tak mengenal Vina.

"Aduh!" tulis Hotman menanggapi berita tersebut.

Diketahui bahwa pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi pada bulan Agustus 2016.

Remaja Cirebon itu dibunuh bersama kekasihnya, Muhammad Rizky atau Eky.

Kasus ini kembali mencuat setelah film berjudul Vina: Sebelum 7 Hari mendapat perhatian publik karena kasus tersebut masih menyisakan tiga tersangka yang belum tertangkap.

Pada 21 Mei 2024, Polda Jawa Barat telah menangkap otak dari kasus pembunuhan Vina dan Eky, yaitu tersangka Pegi Setiawan alias Perong.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol. Surawan mengatakan bahwa hanya Pegi Setiawan yang menjadi DPO selama ini.

Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombes Pol. Surawan menuturkan tidak menutup kemungkinan jika ada dugaan tersangka lainnya di luar mereka yang sudah diamankan.

Dalam hal ini, penyidik siap melakukan pendalaman kembali.(ant/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bangun Komunikasi Terbuka, Kasad Undang Pemred Media Nasional ke Mabesad

Bangun Komunikasi Terbuka, Kasad Undang Pemred Media Nasional ke Mabesad

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengundang para pemimpin redaksi (Pemred) media nasional untuk berdiskusi dan mengevaluasi komunikasi publik TNI AD.
Persib Super Comeback dan Menang, Igor Tolic Ungkap Rahasia Maung Bandung Taklukkan Port FC di ASEAN Club Championship

Persib Super Comeback dan Menang, Igor Tolic Ungkap Rahasia Maung Bandung Taklukkan Port FC di ASEAN Club Championship

Persib menunjukkan mentalitas kuat saat membungkam Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship 2026/2027. Pelatih Igor Tolic sebut kecerdasan pemain menjadi kunci.
Hasil Latihan Moto3 Indonesia 2026: Veda Ega Pratama Merosot, Akhiri Sesi Kedua di Sirkuit Mandalika di Posisi ke-12

Hasil Latihan Moto3 Indonesia 2026: Veda Ega Pratama Merosot, Akhiri Sesi Kedua di Sirkuit Mandalika di Posisi ke-12

Hasil latihan Moto3 Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika pada hari Jumat (9/10/2026) sore WIB dimana ada rider tuan rumah, Veda Ega, beraksi
4 HP Rp2 Jutaan Keluaran 2026, Sudah Dilengkapi Fitur NFC

4 HP Rp2 Jutaan Keluaran 2026, Sudah Dilengkapi Fitur NFC

Cari HP Rp2 jutaan keluaran 2026? Simak 4 pilihan smartphone dengan baterai besar, layar 120Hz, kamera mumpuni, dan hal penting soal fitur NFC.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Gunung Ungaran Dimulai, CESS-UI: Ekosistem Hutan dan Candi Gedong Songo Wajib Dijaga

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Gunung Ungaran Dimulai, CESS-UI: Ekosistem Hutan dan Candi Gedong Songo Wajib Dijaga

Indonesia mengejar target Net Zero Emission (NZE) dan ketahanan energi nasional melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Ciptakan Peluang Kerja Musiman Bagi Warga Lombok

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Ciptakan Peluang Kerja Musiman Bagi Warga Lombok

Selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung, sejumlah warga mendapat kesempatan bekerja di berbagai posisi, mulai dari petugas kebersihan hingga pengelolaan sampah.

Trending

Bek Asing Persib Diduga Kena Serangan Rasial, Igor Tolic dan Luka Menalo Pasang Badan untuk Gabriel Mutombo

Bek Asing Persib Diduga Kena Serangan Rasial, Igor Tolic dan Luka Menalo Pasang Badan untuk Gabriel Mutombo

Persib Bandung berhasil mencatatkan remontada dengan kemenangan 3-1 atas Port FC di Stadion Thammasat, Kamis (8/10/2026).
Cetak Gol dan Assist Kemenangan dari Port FC, Luka Menalo Puji Kekompakan Skuad Persib

Cetak Gol dan Assist Kemenangan dari Port FC, Luka Menalo Puji Kekompakan Skuad Persib

Persib tampil gemilang dalam laga pekan perdana di ASEAN Club Championship 2026/2027.
Siap Duet dengan Megawati Hangestri, Setter Timnas Voli Putri Korea Selatan Ungkap Keunggulan Megatron

Siap Duet dengan Megawati Hangestri, Setter Timnas Voli Putri Korea Selatan Ungkap Keunggulan Megatron

Kim Da-in siap membangun duet bersama Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate. Setter timnas Korea Selatan itu pun mengungkap keunggulan Megatron dalam tim.
Media Thailand Beritakan Jirayut setelah Viral Ikut Dukung Timnas Indonesia, Ini Reaksi sang Pedangdut

Media Thailand Beritakan Jirayut setelah Viral Ikut Dukung Timnas Indonesia, Ini Reaksi sang Pedangdut

Pedangdut asal Thailand, Afisan Jehdueramae atau Jirayut bangga bisa masuk media pemberitaan asal Thailand karena dukung Timnas Indonesia dan The War Elephants.
Profil Nazmi Nasaruddin, Wasit Asal Malaysia yang Batalkan Penalti Mariano Peralta di Laga Persib Bandung vs Port FC

Profil Nazmi Nasaruddin, Wasit Asal Malaysia yang Batalkan Penalti Mariano Peralta di Laga Persib Bandung vs Port FC

Profil Nazmi Nasaruddin, pengadil lapangan laga Persib Bandung vs Port FC di ASEAN Club Championship 2026 di Thammasat Stadium, Pathum Thani, Kamis (8/10/2026).
John Herdman Bicara soal Grup Neraka Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Singgung Jepang dan Qatar

John Herdman Bicara soal Grup Neraka Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Singgung Jepang dan Qatar

John Herdman menyadari Timnas Indonesia mendapat tantangan berat di Piala Asia 2027. Tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Herdman justru antusias.
500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes, Gubernur Khofifah Apresiasi Antusiasme Masyarakat

500 Kuota Pertama Undangan Upacara Hari Jadi ke-81 Jatim Ludes, Gubernur Khofifah Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Gubernur Khofifah apresiasi tingginya antusiasme masyarakat ikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Selengkapnya

Viral