GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penerapan Tapera Dinilai Memberatkan, Buruh di Bekasi: Gaji Pas-Pasan, Dipotong Lagi

Buruh di Bekasi ikut menyikapi PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diterbitkan Presiden Jokowi.
Rabu, 29 Mei 2024 - 09:00 WIB
ILUSTRASI - Demo Buruh 1 Mei 2024
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Bekasi, tvOnenews.com - Buruh di Bekasi ikut menyikapi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diterbitkan Presiden Jokowi.

Sekretaris SPSI Kabupaten dan Kota Bekasi Fajar mengatakan penerapan Tapera akan memberatkan pekerja terutama buruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, gaji buruh saat ini pas-pasan sehingga jika nanti dipotong Tapera akan menambah beban buruh.

“Adanya Undang-Undang Tapera ini kami jadi punya potongan lagi 3 persen. Gaji yang pas-pasan ini sekarang dipotong lagi,” keluh Fajar saat merespons soal PP Nomor 21 Tahun 2024, Selasa (28/5/2024).

Fajar berpendapat kebijakan ini merupakan bentuk ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi masyarakat.

tvonenews

“Bukan berarti kami menolak keinginan pemerintah untuk membuat perumahan rakyat, namun saya pikir ini merupakan bukti tidak peka pada kondisi masyarakat yang ada,” tegasnya.

Seharusnya, kata Fajar, pemerintah melihat kondisi masyarakat yang baru pulih setelah dihantam gelombang Covid-19. Ditambah lagi UMK di Bekasi pada 2024 ini hanya naik sedikit.

Dengan potongan Tapera sebesar 3 persen, 2,5 persen dibebankan pekerja dan 0,5 dibebankan kepada perusahaan, Fajar menilai kebijakan ini tidak pas jika dipaksa untuk diterapkan.

“Kalau Undang-Undang ini diterapkan saat ini tidak pas. Ini membebani pengusaha terutama pekerja,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fajar berharap pemerintah memiliki alternatif lain agar kebijakannya tidak membebani masyarakat. Pemotongan upah secara sepihak akan merugikan masyarakat terutama buruh.

“Harusnya sebelum ini diputuskan bicara sama unsur serikat pekerja, buruh, pengusaha dan sikap pengusaha karena dia punya potongan itu,” ujarnya. (msl/nsi) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram Sesi Pagi: Marc Marquez Keempat, Luca Marini Geser Francesco Bagnaia di Posisi Teratas

Hasil Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram Sesi Pagi: Marc Marquez Keempat, Luca Marini Geser Francesco Bagnaia di Posisi Teratas

Berikut hasil sesi tes pramusim MotoGP 2026 sesi pagi di Sirkuit Buriram, Thailand. Sabtu (21/2/2026).
Tampil Gacor di Argentina, Inter Milan OTW Cuan 7 Juta Euro dari Transfer Wonderkidnya Musim Panas Nanti

Tampil Gacor di Argentina, Inter Milan OTW Cuan 7 Juta Euro dari Transfer Wonderkidnya Musim Panas Nanti

Bek pinjaman milik Inter Milan, Tomas Palacios, mulai menemukan pijakan terbaiknya. Kepulangannya ke Argentina membuka lembaran baru yang lebih menjanjikan.
Prabowo Manuver Ekonomi ke 12 Raksasa Investasi Dunia, Indonesia Bidik Aset US$16 Triliun: We Are Not Sleeping Anymore

Prabowo Manuver Ekonomi ke 12 Raksasa Investasi Dunia, Indonesia Bidik Aset US$16 Triliun: We Are Not Sleeping Anymore

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan manuver ekonomi besar di Amerika Serikat dengan menemui 12 perusahaan investasi terbesar dunia.
Kasus Investasi Bodong Sampang, Rohmah Akui Utang Pribadi dan Sebut Adiknya Tak Terlibat

Kasus Investasi Bodong Sampang, Rohmah Akui Utang Pribadi dan Sebut Adiknya Tak Terlibat

Video yang diunggah pengacara Muhammad Sholeh di media sosial dan menyebut nama Rohmah serta adiknya, Komariah, dalam dugaan penggelapan dan penipuan berkedok investasi bodong akhirnya dijawab langsung oleh Rohmah.
Tanpa VAR di JIS, Pelatih PSM Makassar dan Persija Jakarta Kompak Soroti Kualitas Super League

Tanpa VAR di JIS, Pelatih PSM Makassar dan Persija Jakarta Kompak Soroti Kualitas Super League

Laga sarat gengsi tersaji saat Persija Jakarta menjamu PSM pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Sorotan tajam justru mengarah pada absennya teknolog VAR.
Warganet Kulik Mertua Dwi Sasetyaningtyas Buntut Pamer Paspor Inggris, Diduga Eks Pejabat Kementan Pernah Terseret Pemeriksaan KPK

Warganet Kulik Mertua Dwi Sasetyaningtyas Buntut Pamer Paspor Inggris, Diduga Eks Pejabat Kementan Pernah Terseret Pemeriksaan KPK

Di tengah kritik yang menguat, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun media sosialnya.

Trending

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Performa impresif Laurin Ulrich di kompetisi Jerman kembali memantik spekulasi soal peluangnya membela Timnas Indonesia. Thom Haye gigit jari soal posisinya?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT