News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terang-terangan, Eks Kabareskrim Curiga Ada 'Orang Gede' yang Harus Disembunyikan di Kasus Vina Cirebon, Apa Alasannya?

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji mengungkapkan pandangannya untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Vina Cirebon, yang sempat mandek delapan tahun lamanya.
Rabu, 29 Mei 2024 - 20:18 WIB
Susno Duadji soal kasus pembunuhan Vina.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji mengungkapkan pandangannya untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Vina Cirebon, yang sempat mandek delapan tahun lamanya.

Sejatinya kasus Vina kembali bahan perbincangan masyarakat Indonesia sejak film Vina: Sebelum 7 Hari ditayangkan di bioskop.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu menarik atensi karena kasus Vina yang dianggap banyak kejanggalan, dari pembunuhan dan keberadaan beberapa tersangka.


Poster film Vina: Sebelum 7 Hari. 

Terlebih lagi, sebelumnya dipercayai bahwa kematian Eki dan Vina karena mengalami kecelakaan tunggal berdasarkan skenario yang dibangun pelaku.

Film Vina: Sebelum 7 Hari diadaptasi dari kasus pembunuhan Muhammad Rizki Saparudiana dan Vina Dewi Arsita yang tewas atas perbuatan keji 11 orang tersangka yang tak lain adalah geng motor di Cirebon, Jawa Barat. 

Pegi Setiawan alias Perong akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian Polda Jabar usai ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) selama delapan tahun.

Pegi Setiawan menjadi satu dari tiga nama yang masuk ke dalam daftar buronan polisi bersama Dani dan Andi terkait pelaku pembunuhan Vina Cirebon.

Susno Duadji soal kasus pembunuhan Vina Cirebon

Susno Duadji hadir di podcast milik Deddy Corbuzier, ia secara tegas mengungkapkan soal proses penyelesaian kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Hal ini berawal ketika Deddy Corbuzier bertanya apakah kasus pembunuhan Vina dan Eki ini akan diselesaikan secara cepat dan tuntas atau kah masih lama?

Menurutnya Susno Duadji, ini tergantung apakah Polri benar-benar profesional.

"Artinya profesional itu tidak melihat ke samping ke kiri siapa orang yang akan ditabrak, dia pakai kacamata kuda, dan dilapisi oleh Hukum, cepat selesai," ucapnya dilansir Youtube Deddy Corbuzier.

"Kenapa? Pegi sudah ditangkap kan, kalau betul Pegi ini pelakunya, kemudian tinggal cocokkan saja, Pegi ditanya, kenal ini (pelaku lainnya)," paparnya.

Kemudian dicari keterlibatan Pegi sebagai pelaku, Polri harus melakukan Scientific Crime Investigation.

"Tanya para terdakwa yang sudah terhukum ini, kenal nggak sama Pegi ini, kalau dia gak kenal, dan dia mengatakan Pegi ini bukan pelaku, berarti udah gugur ini kan," paparnya.

"Yang kedua adalah cari Scientific Crime Investigation seperti sidik jari yang menunjukkan nama Pegi, sidik jari yang menunjukkan dia pelaku, bukti elektronik yang menyatakan dia pelaku, CCTV, bukti scientific lain yaitu DNA," tambahnya.

Susno Duadji mengatakan bahwa perlu mencari bukti terkait yang tidak bisa dibantah oleh Pegi Setiawan, maka terungkap.

"Setelah terungkap, Pegi suruh ngomong, apakah hanya Pegi ini pelakunya? atau yang ini juga pelaku yang sudah terhukum," terangnya.

Langkah selanjutnya, menanyakan kepada Pegi apakah betul 2 DPO yang dihilangkan oleh Polisi ini tidak terlibat.

"Alasan dari Polri itu karena asal nyebut, masa kasus sebesar ini asal-asalan," tandasnya.

Tetapi jika skenario bahwa Pegi mengakui bahwa dua DPO itu tidak ada dan tidak terlibat, itu tuntas selesai.

"Tapi kalau ini misalnya Polri katakan salah sebut (dua DPO), Pegi tidak mengatakan, orang-orang akan bertanya-tanya, jangan-jangan orang yang dihilangkan ini betul orang gede yang harus disembunyikan," jelasnya.

"Anak orang gede yang harus disembunyikan, begitu kan yang beredar di netizen, yang ngomong bukan saya, netizen yang ngomong," tambahnya.

Kasus pembunuhan Vina
Susno Duadji soroti kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Penuh kejanggalan lantaran setelah diumumkan penangkapan Pegi, polisi juga menghilangkan dua DPO lainnya.

"Kok segampang itu menghilangkan, padahal itu terungkap di berita acara pemeriksaan. Polri harus jawab ini," tuturnya.

Susno menyarankan agar Polri harus menjawab soal spekulasi dan kejanggalan yang menjadi pertanyaan publik ini.

"Cara jawabnya bukan dengan Polri ngomong siaran pers, tetapi dengan bukti-bukti, siapa suruh ngomong? Pegi yang ngomong, betul atau tidak DPO yang dihilangkan itu tidak terlibat,'hanya DPO-nya,' selesai," tutupnya. 
 
Sebelumnya diberitakan, polisi menyebut dari hasil penangkapan Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Irawan, menunjukkan tidak ada lagi DPO dari kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon. 

Dua (2) orang yang sebelumnya masuk dalam DPO, yakni Dani dan Andi, dinyatakan gugur. 

Bahkan, polisi beralasan dua orang yang masuk DPO itu hanya keterangan dari para pelaku sebelumnya yang tidak dapat dibuktikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari hasil penyelidikan, DPO hanya satu. Dua nama yang disebutkan hanya asal sebut (berdasarkan keterangan dari para terpidana lainnya)," ungkap Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan.

Surawan mengatakan, dengan ditangkapnya Pegi, maka total pelaku pada kasus Vina dan Eki di Cirebon berjumlah sembilan orang. (aag/ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Presiden akan Tunjuk Said Iqbal Masuk Kabinet, Ini Suara Perwakilan Buruh

Presiden akan Tunjuk Said Iqbal Masuk Kabinet, Ini Suara Perwakilan Buruh

Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Arnod Sihite tanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang disebut akan menunjuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.
Tanggapi Wapres AS, Paus Leo Sebut Konflik AS-Iran Bukan Perang yang Adil

Tanggapi Wapres AS, Paus Leo Sebut Konflik AS-Iran Bukan Perang yang Adil

-Perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran bukan "perang yang adil”. Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV  menanggapi pertanyaan jurnalis terkait klaim Wakil Presiden AS JD Vance yang menggunakan konsep “perang yang adil” untuk membela tindakan militer Washington terhadap Teheran
PPIH Makkah Pastikan Tidak Ada Jamaah Haji Indonesia yang Jadi Korban Kebakaran di Al Hidayah Tower

PPIH Makkah Pastikan Tidak Ada Jamaah Haji Indonesia yang Jadi Korban Kebakaran di Al Hidayah Tower

Seluruh jamaah haji Indonesia yang menginap di kompleks Al Hidayah Tower, Aziziah, dipastikan selamat dan tidak mengalami luka sedikit pun menyusul insiden kebakaran yang terjadi pada Jumat (6/6).
Lima Wilayah Catat Progres Tertinggi, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 71,13 Persen

Lima Wilayah Catat Progres Tertinggi, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 71,13 Persen

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II rampung pada 20 Juni 2026. 
PBNU Matangkan Persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes 2026 di Pesantren Al Falah Kediri

PBNU Matangkan Persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes 2026 di Pesantren Al Falah Kediri

Pondok Pesantren Al Falah yang berlokasi di Desa Ploso, Kediri, Jawa Timur, bersiap menjadi tuan rumah bagi agenda besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 
Gara-gara Rumor Shin Tae-yong, Kondisi Internal Persija Jadi Sorotan Hangat Media Korea

Gara-gara Rumor Shin Tae-yong, Kondisi Internal Persija Jadi Sorotan Hangat Media Korea

Nama Shin Tae-yong kembali menjadi pembicaraan hangat di Indonesia. Media Korea sampai soroti kondisi internal Persija yang dirumorkan bakal ke Macon Kemayoran.

Trending

DPC Peradi Bekasi Raya Canangkan Kolaborasi Bidang Hukum

DPC Peradi Bekasi Raya Canangkan Kolaborasi Bidang Hukum

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Bekasi Raya resmi mengukuhkan kepemimpinan barunya.
Betrand Peto Beri Saran Menohok untuk Giorgio Antonio, Singgung Polemik Rumah Sarwendah

Betrand Peto Beri Saran Menohok untuk Giorgio Antonio, Singgung Polemik Rumah Sarwendah

Di tengah memanasnya perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand Peto alias Onyo akhirnya memutuskan untuk menyampaikan isi hatinya kepada publik.
KDM Sudah Curiga Sejak Awal! Pengendara Motor yang Tak Hafal Plat Nomor Ternyata Residivis Curanmor

KDM Sudah Curiga Sejak Awal! Pengendara Motor yang Tak Hafal Plat Nomor Ternyata Residivis Curanmor

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM ternyata sempat mencurigai pengendara motor berknalpot brong yang ditemuinya di Sumedang. Kecurigaan itu terbukti setelah polisi mengungkap pelaku
Lima Wilayah Catat Progres Tertinggi, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 71,13 Persen

Lima Wilayah Catat Progres Tertinggi, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 71,13 Persen

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II rampung pada 20 Juni 2026. 
Presiden akan Tunjuk Said Iqbal Masuk Kabinet, Ini Suara Perwakilan Buruh

Presiden akan Tunjuk Said Iqbal Masuk Kabinet, Ini Suara Perwakilan Buruh

Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Arnod Sihite tanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang disebut akan menunjuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.
PBNU Matangkan Persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes 2026 di Pesantren Al Falah Kediri

PBNU Matangkan Persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes 2026 di Pesantren Al Falah Kediri

Pondok Pesantren Al Falah yang berlokasi di Desa Ploso, Kediri, Jawa Timur, bersiap menjadi tuan rumah bagi agenda besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 
Contoh Harmoni Industri dan Kelestarian Lingkungan, Model Baru Restorasi Laut dan Pemberdayaan Pesisir di Batang

Contoh Harmoni Industri dan Kelestarian Lingkungan, Model Baru Restorasi Laut dan Pemberdayaan Pesisir di Batang

Pembangunan kawasan industri kerap dihadapkan pada tantangan besar, yakni bagaimana menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan
Selengkapnya

Viral