News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

100 Pengacara Siap Diturunkan untuk Tangani Kasus Vina, Kuasa Hukum Saksi Soroti Deretan Kejanggalan Penanganan oleh Polisi

Pengacara saksi mengungkapkan siap menurunkan 100 kuasa hukum untuk membantu mengusut kasus pembunuhan Vina dan Eky, sebut ada beberapa kejanggalan polisi.
Selasa, 18 Juni 2024 - 09:10 WIB
Jutek Bongso sebut 100 Pengacara Siap Diturunkan untuk Tangani Kasus Vina, Kuasa Hukum Saksi Soroti Deretan Kejanggalan Penanganan oleh Polisi
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum saksi, Jutek Bongso mengatakan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mengatakan 100 pengacara siap diturunkan untuk menangani kejanggalan penanganan kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Carut marut kasus Vina dan Eky membuat banyak pihak ikut tergugah untuk membantu pengusutan peristiwa yang sebenarnya, termasuk dari Peradi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jutek Bongso sebagai kuasa hukum dari saksi teman terpidana mengatakan dirinya yakin banyak yang tidak beres dalam penanganan kasus kematian Vina dan Eky sejak awal.

"Kami dari kuasa hukum dalam hal ini ditunjuk oleh Ketua Umum Peradi, dengan tim hampir 100 orang lebih pengacara diturunkan untuk menangani ini," kata Jutek, dalam program Dua Sisi tvOne, dikutip Selasa (18/6/2024).

Ia mengatakan, Peradi sudah bertemu dengan keluarga terpidana dan juga 4 saksi yang memutuskan untuk mencabut BAP kasus Vina tahun 2016 karena dipaksa berikan kesaksian palsu.

Setelah mendalami kasus pembunuhan ini, Jutek mengatakan menemukan banyak kejanggalan.

"Saya selaku wakil sekjen (Peradi), jadi kami coba masuk mendalami, memang kami melihat ada banyak kejanggalan," ujar Jutek menegaskan.

Menurutnya, ada banyak prosedur pemeriksaan yang dilewati oleh penyidik saat melakukan pemeriksaan pertama kali di tahun 2016.

"Kita sudah tahu sama tahu, bahwa itu prosedurnya banyak dilewati. Ini kan penanganan banyak saksi dan ada tersangka tahun 2016 masih di bawah umur, kalau di bawah umur wajib didampingi oleh keluarga, kuasa hukum atau pekerja sosial," kata dia.

Namun, pada praktiknya tahun 2016 saksi dan tersangka yang masih di bawah umur tidak diberikan pendampingan apapun.

Mereka langsung diperiksa oleh penyidik tanpa adanya pendampingan. Akhirnya, kini banyak yang mengaku bahwa sempat diancam saat pemeriksaan.

Jutek tak mengelak bahwa putusan pengadilan sudah menjadi hukum tetap dan harus dihormati terkait kasus pembunuhan Vina tahun 2016 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, ia bersama pengacara lainnya tetap ingin menegakkan keadilan, baik itu untuk korban ataupun terpidana yang kini ditahan.

"Kalau betul cerita yang disampaikan oleh rekan-rekan saksi dan juga dari klien kami seperti yang disampaikan, ini tentu ironis," sambungnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral