Mabes Polri Beri Bukti Foto 'Tak Terbantahkan' Penyidikan Kasus Vina Cirebon 2016, Pengakuan Saka Tatal soal Intimidasi dan Penganiayaan Terungkap
- Istimewa
Dia berkayinan bahwa Saka Tatal cenderung berbohong saat pemeriksaan awal pada 2016.
"Iya (cenderung bohong,red). Jadi, pemeriksaan awal," imbuhnya.
Sebelumnya, Saka Tatal mengaku mendapat perlakuan buruk selama penyidikan kasus pembunuhan Vina.
Dia menjabarkan bahwa mendapat kekerasan dari penyidik untuk mengakui tindak pidana.
Padahal, dia mengatakan tidak melakukan tindak pidana membunuh korban Vina dan Eky.
Sebab, Saka Tatal menyebutkan tidak mengenal kedua korban, bahkan saat kejadian dirinya tidak berada di TKP.
"Saya dipukulin, diinjak, disuruh minum air kencing. Karena badan saya sudah nggak kuat, saya dipaksa untuk mengakui itu oleh penyidik," kata Saka Tatal kepada tvOne beberapa waktu lalu.
Kini, Saka Tatal dan kuasa hukumnya rencananya bakal melaporkan dugaan penganiaan itu ke kepolisian.
Tim kuasa hukum Saka Tatal, Farhat Abbas telah resmi melaporkan Iptu Rudiana atas dugaan rekayasa kasus pembunuhan Vina dan Eky.Â
Farhat bersama sejumlah kuasa hukum lainnya melaporkan Iptu Rudiana atau ayah kandung Eky ke Polresta Cirebon atas kesaksiannya soal kasus kematian Vina tahun 2016 silam.Â
Diketahui, Rudiana adalah sosok yang melaporkan pertama kali kasus Vina ke polisi sekaligus memberikan keterangan soal 11 orang tersangka. Â
Meski demikian, para tersangka yang kini sudah menjadi terpidana mengelak bahwa mereka terlibat kasus pembunuhan Vina dan Eky.Â
Saka Tatal, mantan terpidana kasus Vina merasa namanya tercoreng karena dijadikan tersangka atas kasus yang tak dilakukannya.Â
Dia pun merasa ada rekayasa kasus dalam pembunuhan Vina dan Eky ini karena merasa tak pernah menjadi pelakunya. Â
Terkait pengakuan Saka Tatal itu, kuasa hukumnya pun menilai Iptu Rudiana memiliki andil besar dalam menunjuk 8 nama terpidana dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.Â
Farhat berpendapat, Rudiana seolah-olah mengetahui yang terjadi pada Vina dan Eky meski tak memiliki bukti kuat. Â
"Pengakuan yang disampaikan oleh Rudiana bahwa seolah-olah dia udah langsung tahu bahwa yang membunuh itu 11 orang, kemudian yang mengakibatkan kematian adalah luka tusukan samurai," kata Farhat ditemui awak media, dikutip Selasa (18/6/2024).(lgn)
Load more