Habib Bahar bin Smith Berapi-api Singgung Ucapan Rhoma Irama, Ini Daftar Nama Habib Palsu di Indonesia hingga Cara Bedakan yang Asli
- Rabithah Alawiy
Kehadiran habib palsu di muka umum membuat masyarakat resah. Apalagi masyarakat yang awam merasa sulit untuk membedakan antara habib asli dan habib palsu karena masih melihat dari sisi fisik dan penampilan.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Kiai Usamah Zahid memberikan sebuah cara yang bisa digunakan untuk memastikan seseorang bergelar habib.
Menurut Kiai Usamah Zahid, pada dasarnya seorang habib merupakan dzuriyyah rasul atau keturanan Rasullah SAW melalui jalur Sayyidina Ali dan Sayyidatuna Fatimatuh, kemudian putra Sayyidina Hasan dan Husen lalu menurunkan generasi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Kiai Usamah Zahid mengatakan Habib memiliki makna orang yang dicintai dan mencintai, artinya ketika seorang habib memiliki sifat dasar cinta dalam hatinya maka perilaku dan akhlaknya harus sesuai dengan gelar yang disandangnya, apalagi di belakang nama habib ada nama besar Rasulullah SAW di belakangnya.
Kiai Usamah Zahid mengatakan bahwa habib mempunyai tiga kategori, yakni:
1. Habib asli dan alim.
Habib yang semacam ini menurutnya harus dihormati serta dimuliakan karena di dalam dirinya mengalir darah Rasulullah SAW. Oleh karena itu, masyarakat harus tunduk terhadap pendapat habib tersebut karena keilmuan yang dimilikinya.
2. Habib asli tapi tidak alim. Habib yang kurang memahami ilmu agama karena tidak pernah mengenyam pendidikan baik di sekolah atau pesantren.
Kepada habib golongan kedua ini, kita harus tetap takzim dan menghormatinya.
3. Habib Palsu. Kiai Usamah menilai orang yang sekadar mengaku dirinya habib memiliki akhlak tidak baik.
Setelah dicek kebenarannya ternyata bukan habib asli, maka tinggalkan saja tanpa perlu menghina, membully karena dia tetaplah manusia yang harus dihormati. Tiga hal tersebut bisa menjadi landasan menghadapi habib atau orang yang mengaku habib agar tidak salah dalam mengambil suri teladan.
Load more