GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Kronologi Penyiksaan Mengerikan Seorang Pemuda di Duren Sawit

Terungkap, kronologi cerita penyiksaan mengerikan seorang pemuda berinisial MRR (23) hingga disekap di Jalan Pendidikan Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Minggu, 7 Juli 2024 - 06:59 WIB
Terungkap, Kronologi Penyiksaan Mengerikan Seorang Pemuda di Duren Sawit
Sumber :
  • istimewa - Istock photo

Jakarta, tvOnenews.com - Terungkap, kronologi cerita penyiksaan mengerikan seorang pemuda berinisial MRR (23) hingga disekap di Jalan Pendidikan Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur

Cerita ini terungkap di media sosial hingga di media massa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari berbagai sumber, seorang pemuda MRR (23) alami luka dan mengalami gangguan psikologis, buntut dari penyiksaan dan penyekapan tersebut.

Kemudian, kasus ini pun telah dilaporkan ke Polsek Duren Sawit Jakarta Timur pada 19 Juni 2024. Laporan teregister dengan nomor LP/B/BG/VI/2024/SPKT/POLSEK DUREN SAWIT/POLRES METRO JAKTIM/POLDA METRO JAYA.

Paman korban, Yusman menjelaskan bahwa, kejadian ini berawal dari kerja sama jual-beli mobil antara korban dengan seseorang yang sudah berlangsung sejak September 2023.

"Bisnis sudah terjalin sejak lama. Mereka ini semua sama-sama berteman. Selama ini lancar-lancar saja," kata Yusman saat dihubungi, Sabtu, (6/7/2024).

Namun, bisnis tak berjalan dengan lancar. Bisnis itu mengalami wanprestasi pada akhir tahun 2023.

"Oleh keponakan uang hasil penjualan tidak disetor. Mungkin dipakai dulu. Nah di situ ketahuan," ucapnya.

Yusman mengatakan, terlapor yaitu H kemudian mengajak keponakannya membicarakan masalah keuangan pada 19 Februari 2024. Namun, terlapor R menggunakan cara-cara kekerasan supaya keponakan segera mengganti kerugian. 

"Disekap, disiksa dan di-plonco," ujar dia.

Yusman mengatakan, terlapor H tidak sendiri. Rekan-rekanya yang berjumlah belasan orang turut membantu menganiaya korban. 

"Tadinya sendiri, pada saat penyekapan itu semuanya terlibat. Dia kan disekap di kafe, jadi setiap ada teman-teman H yang dateng kumpul-kumpul, korban pun disiksa terus," ujarnya.

Yusman membeberkan, bentuk penyiksaan tergolong sadis. Dia menyebut, korban dipukul, di pecut pakai selang dengan kondisi tangan diborgol. Bahkan, sampai disudut menggunakan arang rokok. Tercatat, ada dua puluh titik dibagian tubuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, kata Yusman, korban punya itikad baik untuk mencicil kerugian hingga lunas. Terbukti, dari total kerugian Rp 300 jutaan kini tinggal Rp 176 juta.

"Ada bukti transaksinya sudah dibalikan segini, segini ada rinciannya sudah kami berikan bukti ke polisi," ucap dia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lebih Pilih Timnas Indonesia Dibanding Belanda? Tony Kouwen Akhirnya Buka Suara Usai Trial di Atletico Madrid

Lebih Pilih Timnas Indonesia Dibanding Belanda? Tony Kouwen Akhirnya Buka Suara Usai Trial di Atletico Madrid

Tony Kouwen buka suara soal peluang membela Timnas Indonesia atau Belanda usai trial di Atletico Madrid. Begini pengakuan kiper 16 tahun berdarah Bali itu.
Pertahanan Runtuh! Bali United Kebobolan Beruntun, Johnny Jansen Siapkan Operasi Besar

Pertahanan Runtuh! Bali United Kebobolan Beruntun, Johnny Jansen Siapkan Operasi Besar

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memastikan timnya tengah melakukan pembenahan serius di sektor pertahanan setelah rentetan hasil kurang maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir.
Polri Tangkap Buronan Interpol Terkait Kasus TPPO, Rekrut Pekerja ke Kamboja Melalui Medsos

Polri Tangkap Buronan Interpol Terkait Kasus TPPO, Rekrut Pekerja ke Kamboja Melalui Medsos

Tim gabungan Polri menangkap Warna Negara Indonesia (WNI) atas nama Rifaldo Aquiono Pontoh yang masuk ke dalam buronan Internasional.
Bahlil Tegaskan Mineral Kritis Tetap Wajib Hilirisasi Meski Ada Deal dengan AS, Ekspor Mentah Tetap Ditutup

Bahlil Tegaskan Mineral Kritis Tetap Wajib Hilirisasi Meski Ada Deal dengan AS, Ekspor Mentah Tetap Ditutup

Bahlil menegaskan Indonesia menganut ekonomi bebas aktif dengan member kesempatan investasi yang setara bagi seluruh negara, termasuk AS, tetapi prosesnya harus tetap mengikuti regulasi nasional.
Sadis! Anggota Brimob Aniaya Siswa MTsN di Maluku Hingga Tewas Bersimbah Darah, Kapolri Janji Akan Hal Ini

Sadis! Anggota Brimob Aniaya Siswa MTsN di Maluku Hingga Tewas Bersimbah Darah, Kapolri Janji Akan Hal Ini

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut merespons peristiwa anggota Brimob Pelopor C yang menganiaya secara brutal terhadap kakak-beradik siswa MTsN di Kota Tual, Maluku.
Geger! Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Pemerintah Angkat Bicara Nasib Perjanjian Dagang RI–AS

Geger! Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Pemerintah Angkat Bicara Nasib Perjanjian Dagang RI–AS

Pemerintah Indonesia merespons putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal andalan Presiden AS Donald Trump, yakni kebijakan yang baru saja menjadi dasar kesepakatan dagang kedua negara.

Trending

Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia dibuat takjub dengan penampilan Jay Idzes saat Sassuolo menang 3-0 atas Hellas Verona. Kapten Timnas Indonesia itu tampil nyaris sempurna dan jadi kunci clean sheet Neroverdi.
Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Langkah BEM UGM yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan meminta MBG dihentikan menuai respons keras dari Menteri HAM
Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia disibukkan dengan perburuan talenta melalui jalur naturalisasi. Simak rangkuman tiga berita terpopuler berikut ini.
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Blak-blakan 6 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Bintang Grade A Eropa Rela Antre

Blak-blakan 6 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Bintang Grade A Eropa Rela Antre

Kedatangan pelatih anyar Timnas Indonesia langsung memunculkan babak baru soal proyek naturalisasi. Berikut enam pemain yang nyatakan ingin bela skuad Garuda.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT