GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tengah Dibidik Aep Hilang Misterius, Pegi Setiawan Geram Tantang Sang Pemberi Keterangan Palsu, Katanya...

Aep saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam tiba-tiba menghilang secara misterius pasca praperadilan Pegi Setiawan dikabulkan.
Kamis, 11 Juli 2024 - 17:00 WIB
Kolase Aep dan ke 7 terpidana kasus pembunuhan Vina
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Aep saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam tiba-tiba menghilang secara misterius.

Aep tidak diketahui keberadaannya pasca Pegi Setiawan dinyatakan bebas setelah praperadilannya dikabulkan PN Bandung, pada Selasa (9/7/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aep yang merupakan warga Kampung Pilar Bulak, Desa Karang Asih, Kabupaten Bekasi ini sempat mengaku melihat Pegi Setiawan ada di lokasi kejadian pembunuhan Vina dan Eky 2016 silam.

Berdasarkan pantauan tvOne, Aep tidak dapat ditemui di kediamannya di Cikarang, Bekasi. 

Rumah yang biasa ditempatinya bersama orang tuanya tampak sepi, hanya ada aktivitas dari kakak, orang tuanya dan sepupunya yang biasa berjualan di depan rumah.

Berdasarkan keterangan salah satu keluarganya, Aep sudah tidak lagi berada di rumah keluarganya itu sejak mencuatnya kesaksian Aep yang membenarkan bahwa Pegi Setiawan alias berada di lokasi kejadian aat peristiwa kematian Vina dan Eky di Cirebon.

"Enggak tahu sekarang, enggak pernah lihat lagi," kata Sopiyah, salah satu keluarganya.

Bohong! Aep dan Dede Dipolisikan

Kuasa hukum 7 terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky akan melaporkan aksi Aep dan Dede ke Bareskrim Polri.

Aep dan Dede dinilai bohong dalam kesaksiannya sehingga 7 terpidana harus dijatuhi hukuman seumur hidup pada 2016 silam.

Hal itu disampaikan langsung oleh kuasa hukum 7 terpidana pembunuhan Vina dan Eky Roely Panggabean pasca dibebaskannya Pegi Setiawan dari status tersangka oleh hakim Pengadilan Negeri Bandung.

"Kita masih dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti ya ketidaksesuaian bukti dengan saksi, barang bukti dengan saksi," kata dia, Selasa (9/7).

Kebebasan Pegi Setiawan menjadi jalan masuk pihaknya untuk mengumpulkan bukti-bukti dan saksi baru.

Selanjutnya bukti dan saksi tersebut kan digunakan sebagai novum dalam proses peninjauan kembali.

Kuasa hukum 7 terpidana akan menyerahkan bukti-bukti elektronik berupa video testimoni pernyataan Aep dan juga Dede yang ada di dalam podcast Dedi Mulyadi.

Selain itu bukti berupa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidikan tahun 2016 silam ke Bareskrim Polri.

Bebasnya Pegi Setiawan juga menunjukkan adanya kejanggalan-kejanggalan dalam kasus kematian Vina.

Kuasa hukum yakin ke 7 kliennya tersebut tidak bersalah dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Hari ini pihaknya berencana kan melaporkan Aep dan Dede ke Bareskrim Polri karena telah memberikan keterangan palsu.

"Kami akan melaporkan Aep dan Dede, kenapa? karena akibat kesaksian Aep dan Dede ini maka kelima terpidana ini ditangkap dan hari ini dia dihukum seumur hidup," kata Roely di Bandung.

Tak hanya itu kuasa hukum 7 terpidana kasus pembunuhan Vina juga telah melaporkan Pasren Ketua RT setempat ke pihak kepolisian karena dinilai telah memberikan keterangan bohong.

"Pekan lalu kami sudah melaporkan pak Pasreh ketua RT kita melihat dia berbuat kebohongan atau berkata tidak sesuai sebenarnya," kata dia.

Adapun ke 7 terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky yang telah divonis hukuman seumur hidup, yakni Eka Sandi, Hadi Saputra, Suprianto, Rivaldi, Eko, Jaya, dan Sudirman.

Pegi Geram Tantang Aep

Pada Selasa (9/7) di akun YouTube pengacaranya, yakni Toni RM, Pegi Setiawan terang-terangan menantang saksi Aep yang disebut-sebut memberikan kesaksian palsu. 

Menurut Pegi Setiawan, keterangan palsu saksi Aep itu membuatnya mendekam di penjara selama 49 hari dan nama baiknya tercoreng. 

Pegi Setiawan mengaku ada kejanggalan dengan kesaksian Aep. Apalagi Pegi Setiawan mengaku sama sekali tidak mengenal siapa Aep.

"Aep ini sama sekali saya tidak mengenalnya. Aep, kalau kamu gentle ayo ketemu sama saya. Kita debat, atur waktu," tantang Pegi Setiawan dikutip Selasa (9/7/2024).

“Kamu jangan menyudutkan, jangan mematikan nama baik orang, jangan mematikan masa depan orang. Kalau kamu gentle ayo bertemu," sambung dia. 

Pegi Setiawan ingin memulihkan nama baiknya setelah bebas. Selain ingin bertemu Aep, Pegi Setiawan juga ingin meluruskan terkait keterangan saksi Sudirman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pegi Setiawan membenarkan bahwa Sudirman merupakan teman SD-nya. Namun, Pegi membantah jika dia merupakan teman satu tongkrongan.

"Sudirman benar teman SD saya. Namun, dia tidak naik kelas. Kemudian saya lulus SD tahun 2009 dan bersekolah di SMPN 11 masih sering bertemu Sudirman karena memang rumah dia dekat sekolah. Setelah itu hanya bertegur sapa aja. Kalau main bareng itu tidak. Hanya tegur sapa. Terakhir itu ketemu Sudirman tahun 2016 awal," ungkap Pegi Setiawan. (cep/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan Media Bulgaria, Ivan Kolev Blak-blakan Bongkar Fakta Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Singgung Naturalisasi & Pelatih Asing

Di Depan Media Bulgaria, Ivan Kolev Blak-blakan Bongkar Fakta Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Singgung Naturalisasi & Pelatih Asing

Dalam wawancaranya dengan media Bulgaria, Ivan Kolev blak-blakan soal Timnas Indonesia. Ia melontarkan kritik terkait kebijakan sepak bola Indonesia soal
Memangnya Boleh Menikah dengan Sepupu? Ternyata Begini Hukumnya Kata Ustaz Khalid Basalamah

Memangnya Boleh Menikah dengan Sepupu? Ternyata Begini Hukumnya Kata Ustaz Khalid Basalamah

Apa hukumnya menikah dengan sepupu? Benarkah menikahi sepupu adalah sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam? Ustaz Khalid Basalamah beri pernyataan tegas.
Ini Alasan PBVSI Turunkan Jakarta Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya jadi Wakil Indonesia di AVC Men's Championship League

Ini Alasan PBVSI Turunkan Jakarta Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya jadi Wakil Indonesia di AVC Men's Championship League

Perdebatan pun muncul karena PBVSI tidak secara gamblang membeberkan wakil Indonesia sebelum AVC melaksanakan drawing pembagian Pool AVC Men's Champions League pada Minggu (15/3/2026) lalu.
Jelang Terbang ke Jakarta, Bulgaria Sudah Siapkan Rencana Besar, Siap Tantang Timnas Indonesia di Final FIFA Series?

Jelang Terbang ke Jakarta, Bulgaria Sudah Siapkan Rencana Besar, Siap Tantang Timnas Indonesia di Final FIFA Series?

Keseriusan ditunjukkan Timnas Bulgaria jelang tampil di FIFA Series 2026 yang akan digelar di Indonesia. Calon lawan Timnas Indonesia itu punya jadwal padat.
Atensi Pemerintah Pusat, Ratusan Ribu Orang Lakukan Penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan Saat Angkutan Lebaran 2026

Atensi Pemerintah Pusat, Ratusan Ribu Orang Lakukan Penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan Saat Angkutan Lebaran 2026

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadikan Pelabuhan Ciwandan, Banten sebagai akses penyeberangan alternatif pada Angkutan Lebaran 2026.
Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Kisah Viral Asep Mudik Jalan Kaki ke Ciamis, Heran Penjual Cilok itu Tak Punya Ongkos

Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Kisah Viral Asep Mudik Jalan Kaki ke Ciamis, Heran Penjual Cilok itu Tak Punya Ongkos

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) kulik penyebab penjual cilok viral, Asep Kumala Seta yang nekat mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis tanpa ongkos.

Trending

4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

PSSI dikabarkan akan menaturalisasi pemain setelah FIFA Series 2026, termasuk eks kapten Belanda U-17 dan pemain Eredivisie demi memperkuat Timnas Indonesia?
Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam menyoroti rumor Timnas Indonesia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, namun begini menurut regulasi FIFA. Simak selengkapnya.
Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

FIFA telah resmi menetapkan tanggal penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di edisi perdana. Turnamen tersebut nyatanya digelar hanya sebulan setelah Piala AFF 2026.
Bicara di Depan Publik Bulgaria, Ivan Kolev Bongkar Kekurangan Timnas Indonesia: Fasilitas di Sana Cukup Buruk

Bicara di Depan Publik Bulgaria, Ivan Kolev Bongkar Kekurangan Timnas Indonesia: Fasilitas di Sana Cukup Buruk

Ketika diwawancarai media Bulgaria, Ivan Kolev malah membongkar bagaimana kekurangan Timnas Indonesia di era kepelatihannya dalam periode 2001-2003 dan 2007.
Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?
Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Bung Harpa mengungkapkan bahwa saat ini pemain Timnas Indonesia di luar negeri diberikan pilihan jika ingin tampil di FIFA Series 2026, apa isi pilihannya?
Media Bulgaria Tak Habis Pikir, Belum Juga Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Mereka Sudah Pusing soal Masalah Internal Tim

Media Bulgaria Tak Habis Pikir, Belum Juga Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Mereka Sudah Pusing soal Masalah Internal Tim

Media Bulgaria tak habis pikir melihat situasi yang kini menimpa internal tim nasional mereka jelang hadapi lawan mereka, Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT